
Malam pun tiba. Seluruh keluarga Adijaya makan malam bersama.
Bu Sinta :"Dito. Kamu kan sama Galuh sudah menikah. Di umur papa sama mama yang sudah semakin menua, gimana kalu kamu beri kita cucu. Sekaligus keponakan untuk Boy dan Vino." Tersenyum.
Dito yang mendengar itu, membuatnya tersedak. Galuh langsung memberinya minum. Boy dan Vino yang juga ikut mendengarnya langsung terkejut.
Pak Arman :"Sudahlah Dit. Kamu tidak usah kaget seperti itu. Mendingan kamu penuhi permintaan mama sama papa. Soalnya mama sama papa sudah ingin sekali menimbang cucu." Tersenyum.
Dito :"Oke."
Galuh yang mendengar perkataan suaminya itu sontak terkejut seakan tidak percaya kalu Dito akan mengiyakan permintaan orang tuanya.
Dito :"Kenapa kamu. Gak mau." Menatap tajam Galuh.
Galuh :"Emmm....Gak kok...gak. Aku mau." Pasrah.
Boy dan Vino hanya diam. Sedangkan Pak Arman dan Bu Sinta terlihat sangat bahagia dengan ucapan putranya itu.
Mereka pun terdiam dan menghabiskan makanan mereka masing masing.
DI KAMAR DITO
Galuh nampak duduk di sisi ranjang dengan tegang. Seakan pikirannya terngiang ngiang soal apa yang dikatakan suaminya tadi. Dito yang melihatnya seperti itu, lamgsung memghampirinya.
Dito :"Kenapa kamu begitu tegang. Belum siap kamu." Datar.
Galuh :"Gak....kok...gak. Emmm.... aku siap." Tersenyum.
Dito :"Yasudah. Ayo. Ini juga demi kebahagiaan papa sama mama." Datar.
Mereka pun akhirnya melakukan apa yang seharusnya di lakukan oleh sepasang suami istri pada umumnya.
DI TERAS RUMAH
Vino :"Telpon Jihan gak ya." Batin Vino.
__ADS_1
Dengan ragu ragu akhirnya Vino menelpon Jihan.
Tuuttt.....tuuttt.....tuuttt.....
Jihan :"Halo."
Vino :"Ini aku. Vino."
Jihan :"Vi....Vino. Kenapa."
Vino :"Kamu di mana." Datar.
Jihan :"Di kamar."
Vino :"Oh. Sampai besok ya. Bye.
Jihan :"Bye."
Jihan :"Kok singkat banget sih nelponnya." Batin Jihan.
Vino pun langsung mematikan telponnya. Dia langsung menuju kamarnya, untuk tidur.
Di kamarnya, Boy melihat lihat isi medsos Yasmin. Dia melihat beberapa foto foto Yasmin. Tanpa Boy sadari, dia melihat foto foto Yasmin sambil tersenyum.
Boy :"Kalo di pikir pikir, Yasmin cantik juga. Baik pula." Batin Boy.
Boy :" Dih... kok aku jadi mikirin dia sih." Datar.
Boy pun langsung terlelap dalam tudurnya.
Di sisi lain
DI KAMAR YASMIN
Yasmin :"Boy. Nama yang cukup bagus. Apa sih sebenarnya keunggulannya."
__ADS_1
Yasmin :"Eh... tapi, kok aku jadi penasaran gini sih sama dia."
Yasmin :"Ah...tau ah. Modo amat."
Yasmin juga mulai melihat lihat sosmed Boy. Hingga pada suatu foto yang membuat Yasmin terkejut. Yaitu, foto Boy dimana kalu dia sedang berolahraga dengan bentuk tubuh yang cukup atletis, dengan roti sobek yang ada pada perutnya yang putih bersih.
Yasmin :"Ya....ampun....Ternyata dia punya tubuh yang bagus juga ternyata." Terkejut.
Yasmin :"Tapi.....kalo diliat liat, ganteng juga." Tersenyum.
Sementara itu, Jihan menelponya.
Yasmin :"Halo Ji. Kenapa."
Jihan :"Yas. Kamu tau gak. Tadi itu, Vino nelpon aku."
Yasmin :"Serius. Terus. Dia bilang apa."
Jihan :"Ya....dia cuman tanya aku dimana. Terus, langsung dimatiin telponnya."
Yasmin :"Oh...."
Jihan :"Yaudah. Aku mau tidur dulu ya. Bye.
Yasmin :"Bye. Aku juga mau tidur nih."
Seketika itu, mereka mamatikan telponnya, dan mereka tertidur.
Sungguh. Perlahan cinta diantara mereka ber 6 mulai tumbuh.
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
__ADS_1
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
TERIMAH KASIH