
Satu minggu berlalu.....
Tibalah hari di mana acara pertunangan Boy dan Yasmin yang sudah ditunggu tunggu.
Nampak Boy yang terlihat sangat tampan dengan mengenakan setelan jas berwarna
abu abu.
Acara pertunangan akan segera dimulai. Para tamu dan undangan sudah datang. Saatnya Boy memasangkan cincin pertunangan di jari Yasmin, dan begitu pula sebaliknya. Semua tamu undangan bertepuk tangan riang setelah kedua cincin tersebut telah terpasang di jari kedua pasangan yang kini sudah berstatus tunangan.
Seluruh keluarga sangat bahagia melihat anak mereka telah resmi bertunangan, termasuk Pak Arman, Bu Sinta, dan juga Pak Duta.
Pak Arman :"Akhirnya anak kita bertunangan juga ya." Tersenyum.
Pak Duta :"Iya Pak. Saya sangat senang melihatnya." Tersenyum.
Sementara pare tamu dan undangan sedang menikmati acara teresebut dan beberapa keluarga sedang berbincang bincang, Vino yang melihat Jihan dalam pesta itu pun menghampirinya.
Vino :"Halo putri cantikku." Tersenyum.
Jihan :"Halo juga pangeran tampanku." Tersenyum.
Vino :"Kita ke taman belakang yuk."
Jihan :"Oke."
Mereka pun pergi ke taman belakang.
__ADS_1
Sesampainya di taman belakang, Vino langsung mengambil sepucuk bunga berwarna merah dan menyelipkannya di de telinga Jihan. Kebetulan juga, Jihan memakai gaun berwarna merah.
Vino :"Kamu sangat cantik memakai gaun itu." Tersenyum.
Jihan :"Terima kasih Vino." Tersenyum.
Vino :"Kok Vino sih. Mulai sekarang kamu harus bilang aku itu pangeran tampan, dan aku akan memanggilmu putri cantik."
Jihan :"Oke pangeran tampan." Tersenyum.
Vino :Tersenyum.
Setelah semuanya berjalan dengan lancar, maka acara pertunangan Boy dan Yasmin sudah selesai. Para tamu dan undangan sudah pulang, begitu juga dengan keluarga yang lain.
Karena sudah kelelahan dengan pestanya, Keluarga Adijaya memilih untuk pergi ke kamar dan membersihkan diri lalu tidur.
Terlihat Galuh yang nampak kelelahan seharian ini. Dito yang melihatnya pun langsung menghampirinya.
Dito :"Sayang, pasti kamu capek ya. Aku pijit ya biar enakan." Tersenyum.
Galuh :"Iya. Terima kasih sayang." Tersenyum
Setelah selesai memijit istrinya, Dito menyuruh Galuh untuk tidur, karena sudah malam. Mereka pun tertidur lelap.
***Disisi lain*.....
DI KAMAR BOY**
__ADS_1
Dibalkon kamarnya, terlihat Boy sedang menatap langit langit yamg berbintang dan memikirkan seakan tak percaya kalau dia sudah bertunangan.
Boy :"Apakah ini cuma mimpi." Menatap lekat cincin tunangannya itu.
Masih dengan menatap cincinya, Boy terus memikirkan sosok yang kini sudah berstatus tunangannya, yang tak lain adalah Yasmin.
Boy :"Yasmin. Nama yang bagus. Dia juga lumayan cantik dan baik. Bagaimama caraku untuk bisa mencintainya. Sedang apa ya dia sekarang. Apakah dia sedang mamikirkanku, dan menatap langit yang sama?"
***Disisi lain di rumah Pak Duta*.....
DI KAMAR YASMIN**
Sama seperti Boy, Yasmin juga menatap langit yang sama, dan juga menatap cincinnya, lalu juga sedang memikirkan Boy.
Yasmin :"Boy. Sekarang dia tunanganku. Dia juga sepertinya baik. Ya.....walau kadang ngeselin sih. Tapi, kalau dilihat lihat, sepertinya dia juga tampan. Contoh saja, waktu di kantor. Dia sangat tampan dan begitu dewasa saat memimpin rapat. Semoga saja dia bisa menjadi suami yang baik dan s etia, sekaligus ayah yang bertanggung jawab untuk anak anaknya nanti."
Yasmin pun pergi ke tempat tidurnya untuk tidur. Sementara di sisi lain, di kamar Boy, Dia juga sepertinya sedang memikirkan hal yang sama seperti Yasmin.
Boy :"Semoga saja aku bisa mencintainya, dan juga semoga dia menjadi istri sekaligus ibu yang baik untukku dan juga untuk anak anakku kelak."
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
__ADS_1
TERIMAH KASIH