
Keesokan paginya......
Dimeja makan sudah ada Bu Sinta, Pak Arman, Dito, Galuh, Yasmin, dan juga Vino sedang sarapan. Tak lama, Boy pun keluar dari kamar tamu sudah bersiap ingin ke kantor dengan wajah begitu pucat.
Bu Sinta :"Boy. Wajah kamu kok pucat. Kamu sakit? Ayo sarapan dulu."
Boy pun langsung melihat Yasmin, tapi Yasmin tidak memperdulikannya.
Boy :"Gak usah ma. Boy sarapan di kantor aja.
Pak Arman :"Tapi Boy wajah kamu pucat. Kamu yakin mau ke kantor?"
Sekali lagi Boy pun melihat Yasmin, tapi Yasmin tidak memperdulikannya.
Boy :"Kalau gitu, Boy berangkat dulu. Permisi."
Boy pun akhirnya berangkat ke kantor dengan kondisinya yang sebenarnya sedang tidak sehat. Tapi dia memaksa untuk pergi ke kantor.
DI MOBIL
Boy :"Kok badanku makin lemes ya. Kepalaku juga makin sakit."
Tiba tiba, Sebuah truk besar datang dari arah berlawanan. Boy pun tidak menyadari hal itu. Akhirnya truk itu pun menghantam dengan keras mobilnya Boy hingga terpental lumayan jauh. Mobilnya pun cukup hancur. Boy yang berada di dalamnya pun sudah berlumuran darah. Para warga yang melihat kecelakaan itu pun langsung membantu Boy dan membawanya ke rumah sakit.
Disisi lain......
DI RUMAH ADIJAYA
__ADS_1
Semuanya pun sedah selesai sarapan. Yasmin yang hendak membawa piringnya ke dapur. Tapi, tiba tiba piringnya pun terjatuh tanpa tidak sengaja.
Yasmin :"Ya ampun." Terkejut.
Bu Sinta :"Kamu gak apa apa kan nak." Khawatir.
Yasmin :"Ma. Kok perasaan aku gak enak ya."
Dito dan Vino yang hendak keluar dari rumah pun merasakan hawa hawa yang gak enak.
Kemudian, Foto Boy yang berada di rak pun terjatuh hingga pecah.
Bu Sinta :"Ya ampun. Pertanda apa ini." Cemas.
Tak lama, Ponsel rumah pun berdering. Galuh pun langsung mengangkatnya. Setelah cukup lama, Galuh pun langsung menutup ponsel dengan wajah yang begitu tegang. Sontak membuat orang orang pun bertanya tanya.
Dito :"Kok wajah kamu kayak gitu. Emangnya ada apa. Siapa yang telepon."
Sontak perkataan Galuh itu membuat seisi rumah mewah itu begitu terkejut dan shok terutama Yasmin.
Yasmin :"Kecelakaan?"
Perlahan air mata Yasmin pun mulai menetes membasahi pipi mulusnya itu."
Dito :"Ya udah. Mendingan sekarang kita ke rumah sakit." Panik.
Mereka semua pun akhirnya pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
DI MOBIL
Yasmin :"Boy......Hiks.....hiks....." Menangis.
Bu Sinta :"Kamu yang sabar ya nak."
Galuh :"Kamu tenang Yasmin. Kasihan bayi yang ada dalam kandungan kamu." Khawatir.
Tak lama, mereka pun sampai di rumah sakit.
DI RUMAH SAKIT
Mereka pun langsung menuju ruang ICU. Terlihat didalamnya, Boy yang berlumuran darah sedang diperiksa oleh Pak Duta. Kemeja Boy yang sebelumnya berwarna putih, sekarang berubah menjadi warna merah darah yang sangat banyak.
Melihat Boy dengan keadaan seperti itu, membuat Yasmin sangat terpuruk. Membuat airmatanya semakin berlinang membasahi pipi mulusnya itu.
Tak lama, Pak Duta pun keluar dari ruang ICU dan langsung menghampiri mereka.
Bu Sinta :"Pak Duta. Gimana keadaan Boy." Khawatir.
Pak Duta :"Kecelakaan yang dia hadapi, membuat Boy mengalami koma. Dan saya tidak tau pasti kapan Boy akan sadar dari komanya."
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
__ADS_1
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
TERIMA KASIH