Arjuna Mencari Cinta

Arjuna Mencari Cinta
Episode 3


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa dimeja makan, keluarga Adijaya sarapan bersama. Hanya saja, tidak ada Pak Arman karena beliau masih berada di rumah sakit.


Bu Sinta :"Dit.... selesai jam kantor, kamu langsung ke rumah sakit ya. Soalnya ada hal penting yang ingin mama sama papa bicara sama kamu." Tersenyum.


Dito :"Iya ma." Singkat.


Selesai makan, mereka langsung berangkat ke kantor dan ke kampus.


DI MOBIL


Boy :"Kak... selesai jam kampus, kita berdua mau ke rumah sakit. Mau jenguk papa." Datar.


Dito :"Ok."


DI KAMPUS


Dari kejauhan Boy dan Vino sudah melihat 2 gadis yang tak lain yaitu Yasmin dan Jihan.


Mereka berjalan menuju ke arah Boy dan Vino.


Boy :"Mau apa lagi."


Vino :"Mau ngajak ribut lagi." Menatap tajam.


Jihan :"Gak kok. Udah malas ribut sama cowok aneh kayak kalian."


Vino langsung menarik tangan Jihan hingga Jihan terjatuh. Melihat hal itu, membuat Boy hanya diam. Yasmin ingin melerai mereka berdua, tapi di hadang oleh Boy.


Jihan :"Aaawww....Kamu tuh jadi cowok kasar banget sih." Suara Jihan mulai gemetar karena menahan tangis.


Vino :"Bisa gak kalian itu gak bilang kalau aku sama Boy itu cowok aneh." Murka.


Perlahan tangisan Jihan pecah karena menahan sakit dan apalagi mendengar perkataan Vino yang membentaknya. Melihat Jihan yang mulai menangis, akhirnya Boy dan Yasmin menghampiri Vino dan Jihan.


Boy :"Vin....kok...kamu...."


Kata kata Boy tiba tiba terhenti, karena tak menyangka kalau adiknya tersebut akan sekasar itu pada wanita. Karena sebelumnya Vino tidak pernah bersikap seperti itu.

__ADS_1


Yasmin :"Ji..... kita ke UKS ya." Memohon.


Jihan :"I...iya.. hiks...hiks...."


Jihan menangis tersedu sedu. Dan akhirnya Yasmin membawa Jihan ke UKS dan berlalu meninggalkan Boy dan Vino yang seketika terdiam.


DI RUMAH SAKIT


Dito sampai di rumah sakit dan langsung menuju ke ruang perawatan, karena jam kantor sudah habis. Sesuai dengan perintah mamanya tadi pagi. Sesampainya di ruang perawatan, di sana sudah ada seperti biasanya yaitu Dokter Duta, Bu Sinta, Pak Arman, dan tentunya Dokter Galuh.


Bu Sinta :"Dito....kamu sudah datang." Tersenyum.


Dito :"Iya ma."


Bu Sinta :"Jadi... sesuai janji mama ingin memberitau kamu sesuatu, sebenarnya mama sama papa dan Pak Duta ingin menikahkan kamu sama Galuh. Kamu mau ya nak. Soalnya mama ingin sekali melihat kamu menikah Dit....Kamu mau ya..." Memohon.


Sontak perkataan mamanya membuat Dito terkejut. lagi lagi jantungnya Dito berdetak kencang dan perasaanya tidak karuan. Entah mengapa setiap kali dirinya dikait kaitkan dengan Galuh, membuat perasaanya berbeda. Begitu pula dengan Galuh.


Bu Sinta :"Ayo lah Dito... mama mohon ya.."


Pak Arman :" Ayo lah Dit... Lagi pula Galuh orangnya baik kok." Memohon.


Apalah daya. Dito tidak bisa membantah perkataan orang tuanya, karena Dito sangat menyayangi orang tuanya. Sedangkan Galuh hanya diam dan pasrah.


Dito :"Ya udah kalau papa sama mama ingin itu. Dito terima pernikahan ini, dan hanya kalu Galuh bersedia." Pasrah.


Pak Duta :"Bagaimana Galuh. Kamu bersedia?"


Galuh :"I....iya paman. Galuh bersedia." Sedikit tersenyum.


Pak Arman, Bu Sinta, dan Pak Duta sangat bahagia mendengarnya. Mereka tertawa bahagia.


Bu Sinta :"Ya sudah. Gak usa lama lama. Minggu depan kalian berdua akan menikah." Tersenyum.


DI KAMPUS


Jam pelajaran sudah selesai Vino melihat Jihan yang sedang duduk sambil menunggu Yasmin dari toilet. Vino langsung menghampiri Jihan.

__ADS_1


Jihan :"Ngapain kamu di sini. Pergi sana." Membentak.


Vino :"Maafin aku. Aku gak bermaksud buat nyakitin kamu. Tapi...."


Jihan :"Tapi apa hah..." Mendesah kesal.


Vino berlutut di kaki Jihan. Sontak hal itu membuat Jihan terkejut, pasalnya baru saat ini ada seorang pria yang mau minta maaf padanya sambil berlutut di kakinya. Boy dan Yasmin yang sedari tadi berada di situ, begitu terkejut melihat apa yang sedang dilakukan mereka termasuk Boy. Dia sangat syok karena melihat kelakuan adiknya itu yang selma ini tidak pernah dilakukan olehnya. Melihat Vino berlutut dikakinya dengan permintaan maaf yang tulus membuat hati Jihan terasa luluh sehingga memutuskan untuk memaafkan Vino.


Jihan :"Vin... berdirilah. Aku udah maafin kamu." Lirih


Vino :"Terima kasih karena kamu udah mau maafin aku. Aku janji gak bakalan ngulangin kesalahan yang sama." Datar.


Merekapun langsung pergi meninggalkan kampus. Karena merasa sudah terlalu sore, akhirnya Boy dan Vino memutuskan untuk pulang saja. Sesampainya di rumah, sudah ada Dito dan juga Bu Sinta.


Dito :"Katanya mau jenguk papa."


Boy :"Udah sore. Besok aja.


Bu Sinta :"Oh iya mama mau ngomong sama kalian berdua kalau kakak kalian minggu depan akan menikah." Tersenyum.


Boy :"Serius ma."


Vino :"Sama siapa?


Bu Sinta :"Sama Dokter Galuh. Ponakannya Dokter Duta.


Sontak membuat Boy dan Vino terkejut. Dan seketika melirik kakaknya seakan tidak percaya.


BERSAMBUNG


TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊


MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊


SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊


TERIMAH KASIH

__ADS_1


__ADS_2