
Keesokan harinya, hari ini adalah hari libur. Keluarga Adijaya seperti biasanya sedang sarapan. Tiba tiba Vino membuka suaranya. Memecah keheningan di rumah mewah itu.
Vino :"Emmm... ma, pa. Ada yang mau aku bicara sama kalian." Datar.
Pak Arman, Bu Sinta :"Apa nak." Penasaran.
Vino :"Vino sama Jihan jadian."
Boy hanya diam. Sontak membuat Pak Arman dan Bu Sinta sekaligus Dito dan Galuh terkejut seakan tak percaya.
Dito :"Mimpi apa kamu semalam." Datar
Pak Arman, Bu Sinta :"Kita tidak salah dengar kan." Terkejut.
Galuh :"Vino. Memangnya kapan kamu jadian sama Jihan?" Tersenyum.
Vino :"Kemarin." Singkat.
Pak Arman :"Kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih ma." Tertawa
Bu Sinta :"Iya nih." Tersenyum.
Vino :"Sebelum aku jadian sama Jihan, aku pernah buat dia nangis." Datar.
Dito :"Maksudnya."
Boy :"Vino pernah marah sama Jihan sampai nangis." Datar.
Bu Sinta :"Ya ampun."
__ADS_1
Vino hanya diam. Seketika itu, semuanya terdiam dan menghabiskan makanan mereka masing masing.
DI KAMAR DITO
Dito :"Galuh. Ada yang ingin aku tanya sama kamu." Datar.
Galuh :"Apa?"
Dito :"Aku kira Pak Duta papa kamu."
Galuh :"Bukan. Pak Duta itu pamanku." Tersenyum.
Dito :"Terus. Orangtuamu dimana. Kok waktu kamu nikah mereka gak datang." Datar.
Galuh :"Sebenarnya, orangtuaku sudang meninggal saat aku kecil, karena kecelakaan. Jadi semenjak saat itu, aku tinggal bersama Pak Duta."
Dito :"udalah jangan nangis. Relakan saja orangtuamu. Mereka kan sudah tenang di alam sana. Kan ada aku di sini." Datar.
Mendengar perkataan suaminya itu, membuat jantung Galuh deg degkan. Perasaannya mulai tidak karuan. Begitu pula dengan Dito.
Galuh :"Kenapa jantungku berdebar kencang sih." Batin Galuh.
Dito :"Kenapa setiap kalu aku di dekatmu, membuat perasaanku seperti ini." Batin Dito.
Dito merangkul istrinya itu di dekapannya sambil menenangkannya. Galuh hanya diam membalas dekapan suaminya yang tampan itu. Perlahan Dito mulai tersenyum dengan keadaan yang ia rasakan. Seakan perasaannya berbeda saat ia memeluk erat dengan tulus istrinya itu.
Tanpa mereka berdua sadari, ternyata sedari tadi Bu Sinta dan Pak Arman mengintip dari balik jendela kamar anaknya itu. Terliihat raut wajah bahagia dari Bu Sinta dan Pak Arman melihat putranya yang kembali tersenyum setelah sekian lama.
Pak Arman :"Ma. Jujur papa sangat senang melihat Dito tersenyum lagi." Tersenyum.
__ADS_1
Bu Sinta :"Iya pa. Gak salah mama pilih Galuh sebagai menantu kita." Tersenyum.
Pak Arman :"Iya ma. Galuh sudah membuat perubahan pada Dito. Papa tidak menyangka semua ini ma."
Bu Sinta :"Mama juga pa. Mama sangat senang melihat mereka berdua."
Pak Arman :"Semoga kita segera dapat cucu ya ma." Tersenyum nakal.
Bu Sinta :"Iya pa." Tersenyum.
Bu Sinta dan Pak Arman berlalau meninggalkan kamar anaknya. Di bawah mereka bertemu Boy dan Vino yang sedang menonton tv.
Boy :"Papa sama mama dari mana. Kok kelihatannya bahagia banget." Datar.
Bu Sinta :"Gak kok." Tersenyum.
Pak Arman :"Vin. Kamu gak ajak Jihan kencan. Katanya pacaran." Tersenyum.
Vino hanya diam. Bu Sinta dan Pak Arman pun ikut diam. termasuk dengan Boy.
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
TERIMAH KASIH
__ADS_1