
Siang hari pun tiba.....
Pak Arman dan Dito pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kasus tentang kehilangan Boy.
Disisi lain.....
DI GUDANG
Boy :"Hey lepasin."
Bunga :"Makanya, jangan ikut campur urusan orang lain." Tersenyum sinis.
Boy :"Hey lepasin gak. Lepasin." Berteriak.
Bunga :"Mau kamu teriak sekencang apapun, tetap gak ada orang yang bakalan datang Boy."
Boy :"Sial. Ternyata benar kalau Bunga dibalik semua ini." Batinnya.
Disisi lain.....
Polisi pun sudah memulai pencarian mereka. Polisi mendatangi kantor Adijaya dan melihat CCTV. Mereka pun mendapati rekaman yang memperlihatkan kalau Boy dibawa oleh dua orang pria, dan juga polisi bisa melihat DB mobilnya. Polisi pun melacak keberadaan mobil tersebut.
Dan berhasil. Polisi berhasil melacak keberadaan mobil tersebut. Kemudian polisi, Pak Arman, dan Dito pun langsung pergi ke tempat keberadaan mobil tersebut yaitu di gudang tempat Boy disekap.
DI GUDANG
Tak lama, mereka pun sampai di gudang itu. Polisi pun sudah mengepung tempat itu. Bunga dan dua pria itu berusaha menghindar tapi tetap tertangkap. Pak Arman dan Dito pun menghampiri Boy.
Dito :"Boy kamu gak apa apa kan?"
Boy :"Iya kak. Gak apa apa kok."
Pak Arman :"Ya sudah. Ayo kita keluar."
Dito :"Pa. Benar kan dugaanku. Ini semua itu cuman akal akalan Bunga."
Boy :"Iya pa."
Pak Arman :"Ya sudah. Mari kita pulang saja."
__ADS_1
Dito, Boy :"Iya pa."
Mereka bertiga pun akhirnya pulang ke rumah mereka.
DI RUMAH ADIJAYA
Boy :"Emmm.....Vino mana. Kok gak kelihatan."
Dito :"Nanti aku ceritain."
Pak Arman :"Pokoknya kalian berdua harus nasehatin adik kalian itu. Oke."
Dito :"Oke pa."
Tak lama, Vino pun sampai di rumahnya.
Boy :"Vin. Kamu dari mana aja sih."
Vino :"Kak Boy. Kamu gak apa apa kan?"
Boy :"Iya gak apa apa kok Vin."
Dito :"Vin. Selesai mandi, kamu ikut kita berdua ke teras."
Vino :"Iya."
Boy :"Kak. Emangnya ada masalah apa sih."
Dito pun akhirnya menceritaka semua kejadiannya pada Boy secara detail.
DI TERAS
Tak lama, mereka bertiga pun pergi ke teras. Disana sudah ada Justin. Ternyata Justin ditelepon Dito untuk menjelaskan semuanya.
Vino :"Ngapain kamu kesini." Marah.
Dito :"Vin. Kamu jangan marah dulu. Dengar dulu penjelasan dia."
Boy :"Iya Vin."
__ADS_1
Vino :"Terserah."
Justin :"Jadi gini. Aku ajak ketemuan sama Jihan cuman mau ngasih undangan. Undang pernikahan aku mingu depan. Terus, tiba tiba Jihan mual mual. Dan aku bawa dia ke rumah sakit. Kata dokter kalau dia sedang hamil."
Vino :"Apa. Hamil."
Justin :"Iya. Jihan hamil. Dan dia hamil anak kamu ya, bukan orang lain."
Dito :"Tuh kan. Makanya dengerin dulu penjelasan dia."
Vino :"Terus Jihan di mana."
Dito :"Jihan dikamar Boy."
Vino pun langsung bergegas pergi ke kamar Boy untuk menemui Jihan, dan diikuti oleh Dito, Boy dan Justin.
DI KAMAR BOY
Vino :"Jihan. Aku minta maaf ya. Aku terlalu egois."
Jihan :"Maafin gak ya."
Vino :"Maafin dong."
Jihan :"Oke aku maafin. Asalkan kamu beliin mangga muda."
Vino :"Oke siap."
Semuanya pun tertawa. Vino pun langsung pergi membelikan mangga muda untuk Jihan.
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
TERIMA KASIH
__ADS_1