
Di lantai bawah, ternyata Pak Arman dn Bu Sinta juga menyaksikan kejadian itu. Pak Arman dan Bu Sinta berfikir kalau mereka sudah bisa memberitau pada Yasmin dan Boy kalau akan dijodohkan. Pak Arman menyuruh Bu Sinta untuk menelpon Pak Duta dan Pak
Bey bersama istrinya untuk makan malam di rumahnya. Sekaligus bilang kalau anak anak mereka juga ada di rumahnya.
Malam pun tiba. Semua keluarga berkumpul untuk makan malam. Pak Duta, Pak Bey dan Bu Marissa juga sudah ada di rumah.
Pak Arman :"Jujur, saya sangat senang. Akhirnya kita bisa makan malam bersama.
Bu Sinta :"Oh iya. Tadi Yasmin sama Jihan kemari buat jenguk Vino. Terus.... Jihan sama Vino pacaran." Tersenyum.
Pak Bey, Bu Marissa :"Oh iya. Bagus dong." Tersenyum.
Pak Arman :"Emmm...jadi, saya ingin memberitau kalau Boy dan Yasmin akan dijodohkan."
Sontak membuat orang orang yang berada dalam ruangan tersebut, langsung terkejut. Terutama Boy dan Yasmin. Mereka seakan tak percaya perkataan Pak Arman. Rasanya ingin pingsan mendengarnya.
Boy :"Papa bercanda kan."
Pak Arman :"Gak Boy. Papa serius. Papa sama mama dan juga Pak Duta sepakat untuk menjodohlan kamu sama Yasmin. Dan kalian akan menikah setelah kalian lulus kuliah."
Yasmin :"Pa....Kok papa gak bilang bilang sama Yasmin."
Pak Duta :"Sudahlah Yas. Terima saja perjodohan ini. Ini juga demi masa depan kamu." Tersenyum.
Pak Arman :"Emmm....dan untuk Vino dan Jihan, saya menyetujui hubungan mereka. Bagaimana dengan Pak Bey dan Bu Marissa."
Pak Bey, Bu Marissa :"Kami juga setuju." Tersenyum.
Seketika, orang orang dalam rumah itu terdiam. Begitu pula Boy dan Yasmin. Mereka memilih pasra saja dengan perjodohan ini. Malam sudah semakin malam. Pak Duta, Pak Bey dan Bu Marissa, bersama anak anak mereka pamit untuk pulang.
__ADS_1
DI TERAS RUMAH
Dito, Boy, dan Vino sedang merenung diri mereka di teras rumah. Pikiran Boy masing terngiang ngiang tentang perjodohan itu.
Boy :"Ini sungguh gila. Kenapa papa sama mama menjodohkan aku sama Yasmin." Datar.
Dito :"Sudahlah. Terima saja. Aku juga terima terima saja."
Boy :"Gak bisa. Kak, aku masih ingin menikmati masa lajangku. Masa setelah lulus kuliah aku langsung nikah."
Vino :"Udah. Ikut saja kemauan papa sama mama. Jangan durhaka sama orang tua." Datar.
Dito :"Denger tuh apa kata Vino."
Boy :"Ya udah iya. Ayo tidur. Udah malam nih."
Akhirnya, mereka pun pergi ke kamar mereka masing masing untuk tidur.
Dito membuka pintu kamarnya. Nampak Galuh sedang duduk di sisi ranjang, dengan posnelnya. Dito pun menghampirinya.
Galuh :"Dito. Gimana, Boy mau dijodohkan?" Ragu.
Dito :"Mau."
Galuh :"Kok badan kamu bau sih."
Dito :"Hah...Bau."
Galuh :"Iya. Coba kamu cium badan kamu."
__ADS_1
Dito pun mencium badannya. Tapi tidak bau sedikitpun. Dia pun heran dengan Galuh.
Dito :"Gak. Tadi kan aku mandi, Gal." Datar.
Galuh :"Huueekk...Ihh, bau badan kamu buat aku mual mual tau."
Seketika itu Galuh langsung ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Dito yang melihat kelakuan istrinya itu, langsung terheran heran.
Dito :"Kamu kenapa."
Galuh :"Aku mual mual kalu cium bau badan kamu. Soalnya kamu bau."
Dito :"Tadi kan aku sudah mandi. Kamu kali yang bau." Kesal.
Galuh :"Enak saja kamu."
Dito :"Ya udah. Dari pada kamu kayak gini, lebih baik aku tidur di luar saja." Datar.
Dito pun kergi ke luar untuk tidur. Dia pun merasa kesal dengan istrinya.
Dito :"Entah apa yang merasukimu Galuh. Kok tiba tiba kamu jadi sensitif kayak gini." Batin Dito.
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
__ADS_1
TERIMAH KASIH