
Keesokan harinya....
Selesai sarapan pagi, Jihan pun langsung pergi menemui Justin di tempat kesepakatan mereka. Vino pun mengikuti Jihan tanpa sepengetahuannya.
Tak lama, sampailah mereka disebuah danau yang dikelilingi oleh taman yang begitu indah. Disana sudah ada Justin yang menunggu Jihan. Jihan pun pergi menghampirinya sambil diikuti oleh Vino secara diam diam.
Vino :"Ngapain sih Jihan ketemuan sama dia. Fix Jihan selingkuh. Kurangajar. Tega teganya dia selingkuhin aku. Dia lebih memilih cowok itu daripada aku. Sialan." Batinnya.
Vino pun langsung meninggalkan tempat itu dengan wajah yang begitu kesal sekaligus marah.
Jihan :"Hai Justin."
Justin :"Eh Jihan. Hai."
Jihan :"Kamu mau ngomongin apa."
Justin :"Jadi gini. Aku ngajak ketemuan sama kamu cuman mau ngasih undangan ini."
Jihan :"Undangan? Undangan apa."
Justin :"Ini itu undangan pernikahan aku Minggu depan. Jangan lupa datang ya."
Jihan :"Wahhh selamat ya Jus. Pasti aku datang kok."
Justin :"Ohiya. Jangan lupa kamu ajak suami kamu sama keluarganya ya. Biar rame."
Jihan :"Oke siap."
Justin :Tersenyum
Tiba tiba....
Jihan :"Huekkk...." Mual.
Justin :"Kamu kenapa Ji."
__ADS_1
Jihan :"Gak tau nih. Tiba tiba mual. Huekkk..." Mual.
Justin :"Yaudah. Kita ke rumah sakit ya."
Jihan :"Iya."
Justin pun langsung membawa Jihan ke rumah sakit terdekat.
DI RUMAH SAKIT
Justin :"Gimana keadaan teman saya dok."
Dokter :"Teman kamu baik baik aja. Dia hamil."
Justin :"Hamil? Wahhh.... selamat ya Ji."
Jihan :"Iya makasih."
Dokter :"Ini surat keterangannya."
Justin pun langsung mengantar Jihan pulang.
Disisi lain.....
DI KAMAR VINO
Vino :"Kenapa Jiha belum pulang juga. Pasti dia lagi berduaan sama cowok itu." Batinnya.
Tak lama, Jihan pun sampai dirumah ya. Memgetahui Jihan sudah pulang, Vino pun langsung bergegas turun kebawa untuk menemuinya.
DI LANTAI
Vino :"Oh jadi ini kelakuan kamu di belakang aku ya."
Jihan :"Maksud kamu apa Vin."
__ADS_1
Vino :"Udalah gak usah pura pura gak tau. Semuanya udah jelas kalau kamu itu selingkuh sama dia." Marah.
Jihan :"Vin ini itu sahabat aku dari kecil mana mungkin aku selingkuh sama dia. Tolong percaya sama aku Vin. Aku gak mungkin lakuin hal itu sama kamu."
Perlahan air matanya mulai menetes membasahi pipi mulusnya itu. Mendengar keributan di lantai bawah, Pak Arman dan yang lainnya pun keluar dan menemui mereka.
Pak Arman :"Apa ini ribut ribut."
Vino :"Jihan selingkuh pa."
Pak Arman :"Apa. Gak mungkin Vin. Mana buktinya."
Vino :"Cowok itu buktinya."
Justin :"Tunggu dulu. Aku dan Jihan gak selingkuh. Kita sahabatan dari kecil. Aku ajak dia ketemuan karena aku mau...."
Vino :"Halah udalah.....gak usag basa basi. Semuanya udah jelas. Pergi kamu dari sini. Pergi."
Justin pun pergi meninggalkan rumah itu.
Jihan :"Vin dengerin penjelasan aku dulu. Aku sam sekali gak lakuin hal itu sama kamu. Tolong percaya sama aku. Hiks....hiks...." Menangis.
Pak Arman :"Vino kepercayaan dalam sebuah hubungan itu penting. Tolong kamu dengerin penjelasan Jihan dulu."
Vino :"Halah semuanya udah jelas pa."
Vino pun langsung pergi ke luar rumah dengan wajah yang begitu penuh kemarahan.
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
__ADS_1
TERIMA KASIH