Arjuna Mencari Cinta

Arjuna Mencari Cinta
Episode 6


__ADS_3

Keesokan paginya, Galuh bangun pada jam 5. Dia harus membereskan keperluan Dito, dan membangunkannya jam 6 karena Dito harus kekantor hari ini. Setelah membereskannya, Galuh langsung membangunkan Dito.


Galuh :"Dit...ayo bangun. Ini sudah jam 6." Ragu.


Dito menggeliat. Melihat hal itu, membuat Galuh ingin tertawa karena saking lucunya suaminya itu.


Galuh :"Ya Tuhan... dia sangat lucu begitu." Batin Galuh.


Tak lama Dito pun membuka matanya. Masih setengah memgantuk akhirnya ia ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Galuh langsung turun ke ruang makan untuk sarapan. Sesampainya di meja makan sudah ada Pak Arman, Bu Sinta, serta Boy dan Vino.


Galuh :"Selamat pagi." Tersenyum.


Pak Arman, Bu Sinta :"Selamat pagi Galuh." Tersenyum.


Boy, Vino :"Pagi." Singkat.


Bu Sinta :"Galuh.... Dito mana."


Galuh :"Dito lagi siap siap ma."


Bu Sinta :"Ya sudah. Ayo makan.


Mereka pun makan. Tak lama Dito pun turun dengan jas kantornya.


Pak Arman :"Dit... kamu ke kantor hari ini." Terkejut.


Dito :"Iya. Soalnya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi, aku harus buru buru. Nanti aku makan di kantor saja." Datar.


Bu Sinta :"Ya sudah. Hati hati ya."


Dito :"Iya."


Dito pun berlalu meninggalkan rumah. Boy dan Vino juga langsung pergi ke kampus. Dan Galuh juga pergi ke rumah sakit, karena ada pasien yang harus dia rawat.


DI KAMPUS


Yasmin dan Jihan sedang berjalan menuru kelas mereka. Dari kejauhan Vino memanggil Jihan. Membuat Langkah Jihan terkhenti, begitu pula dengan Yasmin. Boy dan Vino langsung menghampiri mereka.


Jihan :"Vino. Pasti dia mau nanya itu lagi. Aduh.... aku harus jawab apa ya." Batin Jihan.


Vino :"Gimana."


Yasmin :"Udah... terima aja Ji. Kayaknya Vino tulus tuh." Bisik Yasmin.


Jihan :"Emmm... i...i....iya. Aku ma...mau." Sedikit tersenyum.


Vino :"Terima kasih." Datar.

__ADS_1


Vino langsung merangkul bahu Jihan sehingga membuatnya terkejut. Boy dan Yasmin juga ikut terkejut. Boy hanya diam sambil menatap adiknya tersebut, seakan tidak percaya kalu itu benar adiknya.


DI KANTOR


Dito masuk ke kantor seperti biasanya. Para karyawan memberinya selamat atas pernikahanya. Dia hanya mebalas dengan anggukan saja. Dia langsung memulai pekerjaannya. Karena terasa sudah lama bekerja, Dito pun merasa lapar. Dia melihat ada seorang karyawan sedang membawa sesuatu. Dia menghampirinya.


Dito :"Apa ini."


Karyawan :"Emmm... Pak itu..." Kata kata karyawan itu terhenti karena langusng di potong oleh Dito.


Dito :"Makanan. Untuk saya saja." Datar.


Tanpa basa basi, Dito langsung pergi meninggalkan karyawan yang nampak kebingungan pada tuannya itu. Ternyata makanan itu adalah makanan sisa yang hendak dibuang oleh karyawan itu. Tapi Dito langsung mengambilnya.


Karyawan :"Aduh.... itukan makanan sisa. Kenapa tuan ambil sih. Nanti kalu sakit perut gimana." Batinnya.


Sesampainya di ruang kerjanya, Dito langsung melahap makanan itu sampai habis tanpa dia sadari kalau makanan itu makanan sisa.


Setelah rasa pekerjaan sudah selesai, Dito memutuskan untuk pulang.


DI KAMPUS


Jam kampus sudah selesai. Boy dan Yasmin menunggu adiknya dan sahabatnya itu keluar kelas. Sambil menunggu mereka, Boy dan Yasmin membicarakan hal yang terjadi tadi pagi.


Yasmin :"Boy."


Boy :"Hmmm."


Boy :"maksudnya."


Yasmin :"Vino sama Jihan."


Boy :"Kamu gak percaya ya. Sama." Datar.


Yasmin :"Iya nih."


Boy dan Yasmin terdiam. Akhirnya Vino keliar kelas sambil merangkul jihan dengan sikap dinginya itu. Siswa siswa kampus terkejut melihatnya.


Vino :"Emmm... aku pulang dulu ya." Datar


Jihan :"Iya." Tersenyum.


Boy dan Yasmin hanya diam. Meraka pun langsung pulang kerumah masing masing. Sesampainya dirumah, Boy dan Vino melihat mobil Dito tandanya dia sudah pulang.


DI RUMAH ADIJAYA


Vino :"Tumben kak Dito pulang cepat." Datar.

__ADS_1


Boy :"Iya."


Boy :"Ma. Kak Dito mana." Datar.


Bu Sinta :"Di kamar. Kalian udah pulang nak." Tersenyum.


Boy, Vino :"Iya." Singkat.


Boy dan Vino langsung menuju ke kamar mereka untuk mandi.


DI KAMAR DITO


Ketika dito mambuka pintu, terlihat Galuh sedang membersihkan tempat tidur. Tiba tiba, seketika Dito menutup pintunya, ada hal yang mengganjal dengan perutnya. Sepertinya dia ingin buang hajatnya. Galuh yang melihat Dito memegangi perutnya, membuatnya mendekat ke arah Dito.


Galuh :"Dit... kamu kenapa." Khawatir.


Dito :"Ohh...tidak. Batin Dito.


Seketika Dito tidak tahan dan langsung membuangnya.


preeettt....


Galuh :"Dit....ka...kamu. Ihhhhh.... bau tau. Kamu jorok ihh. Ke toilet sana." Kesal.


Dito :"Ma...af. Kelepasan. Aku mau ke toilet dulu." Datar.


Sudah 4 kali Dito bolak balik toilet. Galuh yang melihatnya menjadi kasihan, sehingga Galuh membuatkan Dito teh hangat. Dia juga memberikan obat pada Dito.


Galuh :"Ini teh hangat. Di minum dulu. Sama ada obat nih."


Dito :"Terima kasih."


Galuh :"Emmm... memangnya tadi kamu makan apa di kantor." Ragu.


Dito :"Makan nasi. Mungkin nasinya basi." Datar.


Galuh :"Makanya, kalau makan itu di liat dulu. Ya udah kamu istirahat dulu."


Dito :"Iya."


Sebenarnya, Galuh ingin tertawa melihat kondisi suaminya itu. Tapi rasa kesiahan melebihi semuanya.


BERSAMBUNG


TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊


MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊

__ADS_1


SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊


TERIMAH KASIH


__ADS_2