
Keesokan paginya, seperti biasa keluarga Adijaya sarapan bersama. Bu Sinta menyuruh pelayan untuk membuatkan menu hari ini nasi goreng. Namun, Galuh yang mencium bau bawang pun langsung merasa mual. Dia langsung ke kamar mandi.
Bu Sinta :"Dit. Kenapa Galuh."
Dito :"Gak tau ma. Semalam aku tidur diluar karena dia. Dia bilamg kalau badan aku bau. Padahal, aku baru selesai mandi. Kayaknya belakangan ini dia sensitif banget ma." Datar.
Bu Sinta :"Jangan jangan Galuh hamil." Tersenyum.
Dito yang mendengarnya pun langsung terkejut.
Dito :"Apa. Ha.....ha......hamil."
Bu Sinta :"Iya. Mama juga dulu waktu hamil kalian, suka mual mual kayak Galuh. Iya kan pa." Tersenyum.
Pak Arman :"Iya Dit. Sebaiknya kamu bawa Galuh ke dokter untuk cek."
Boy :"Kak Galuh kan dokter pa. Ngapain harus pergi ke dokter buat cek." Datar.
Pak Arman :"Kamu ini. Kak Galuh kan bukan dokter kandungan."
Boy hanya diam. Tak lama Galuh datang lagi. Bu Sinta menyuruh pelayan untuk membuatkan teh hangat dan makanan untuk menantunya itu.
Bu Sinta :"Galuh. Sebaiknya kamu kedokter untuk cek. Siapa tau kamu hamil." Tersenyum.
Galuh :"Ha...hamil ma." Terkejut.
Bu Sinta :"Iya. Mama juga dulu waktu hamil Dito, Boy dan Vino, suka mual mual kayak kamu." Tersenyum.
Pak Arman :"Dit. Untuk hari ini kamu gak usah ke kantor. Nanti papa suruh sekretarismu untuk menggantikan kamu pada rapat nanti. Sekarang, kamu antar istri kamu ke rumah sakit saja."
Dito :"Iya pa."
Selesai sarapan, Dito bersama Galuh langsung ke rumah sakit. Sedangkan Boy dan Vino pergi ke kampus. Terlihat raut wajah bahagia dari Pak Arman dan juga Bu Sinta.
Pak Arman :"Ma. Sepertinya, kita akan punya cucu." Tersenyum.
Bu Sinta :"Iya pa."
__ADS_1
DI KAMPUS
Boy dan Vino seperti biasa berjalan menyusuri lorong panjang kampus, dengan sikap dingin mereka. Mereka melihat Yasmin dan Jihan sudah tiba di kampus. Boy dan Vino pun mendekatinya.
Boy, Vino :"Hai."
Jihan :"Hai juga." Tersenyum.
Yasmin :"Tumben bilang hai. Kesambet apaan semalam si Boy." Batin Yasmin.
Boy :" Kok gak di jawab."
Yasmin :"Kan udah tadi." Kesal.
Boy :"Itukan jawaban buat Vino." Datar.
Vino :"Perkara hai saja udah berantem. Gimana kalau udah nikah." Batin Vino.
***Di sisi lain*
DI RUMAH SAKIT**
Dito :"Pasti kalau Galuh kayak gitu, lucu juga. hahahaha." Batin Dito.
Dito perlahan tersenyum, karena membayangkan bagaimana kondisi istrinya itu kalau sedang hamil. Melihat Dito yang tersenyum membuat Galuh geram.
Galuh :"Ihh...pasti pikiran dia udah gak karuan nih liat ibu hamil. Awas saja ya sampai rumah." Batin Galuh.
Tak lama nama Galuh pun di panggil. Mereka langsung masuk ke ruang pemeriksaan.
Dokter pun langsung memeriksa Galuh.
Dito :"Gimana dok."
Dokter :"Selamat ya Pak, Bu. Kalian akan menjadi orang tua." Tersenyum.
Dito :"Yes....akhirnya." Batin Dito.
__ADS_1
Galuh :"Saya hamil, dok." Tersenyum.
Dokter :"Iya. Selamat ya."
Galuh :"Terima kasih."
Dito dan Galuh pun langsung meninggalkan ruang perawatan. Dari arah berlawanan terlihat Pak Duta melihat mereka. Pak Duta pun menghampirinya.
Pak Duta :"Dito, Galuh. Kalian sedang apa di sini."
Galuh :"Om. Aku hamil." Tersenyum.
Pak Duta :"Wuahh.... kabar bagus itu. Selamat ya."
Dito :"Terima Kasih."
Dito dan Galuh pun pulang ke rumah.
DI RUMAH ADIJAYA
Bu Sinta :"Gimana." Penasaran
Galuh :"Aku hamil ma."
Bu Sinta :"Syukurlah kalau begitu. Pa, kita akan punya cucu." Tersenyum.
Pak Arman :"Iya ma. Dit. Pokoknya kamu harus jaga baik baik istri kamu. Kalau perlu, Galuh cuti kerja dulu."
Dito :"Iya pa." Datar.
Bu Sinta dan Pak Arman nampak bahagia mendengar kalau Galuh sedang hamil.
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
__ADS_1
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
TERIMAH KASIH