
Bu Sinta :"Apa. Boy menampar kamu. Ya ampun, mama benar benar gak nyangka kalau Boy tega teganya lakuin ini sama kamu nak."
Yasmin :"Aku juga benar benar gak nyangka ma. Boy yang selama ini aku cintai, ternyata tega lakuin ini sama aku. Padahal, aku ini lagi mengandung anaknya, ma. Hiks....hiks...." Menangis.
Bu Sinta :"Kamu yang sabar ya nak, gak usah nangis. Ayo kita turun kebawah, sekalian mama mau obatin pipi kamu biar gak memar lagi."
Yasmin :"Iya ma."
Bu Sinta dan juga Yasmin pun memutuskan untuk turun ke bawah.
DI LANTAI BAWAH
Pak Arman :"Kamu kenapa nak. Kok pipi kamu memar kayak gitu." Khawatir.
Bu Sinta :"Yasmin tadi habis di tampar sama Boy."
Dito :"Apa. Ditampar sama Boy. Tega banget sih tu anak. Gak punya hati sama sekali sama istrinya sendiri." Kesal.
Bu Sinta :"Mama juga gak habis pikir sama adik kamu itu. Tega teganya dia lakuin ini sama istrinya yang sedang mengandung anaknya sendiri."
Pak Arman :"Jujur, papa sangat kecewa sama Boy."
Bu Sinta :"Ya sudah. Yasmin, kamu duduk dulu ya. Mama mau ambil obat buat obatin pipi kamu."
Yasmin :"Iya ma."
------------------------------------------------------------------------
__ADS_1
Malam hari pun tiba......
Jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Boy pun tak kunjung pulang. Bu Sinta dan yang lainnya sedang menunggu dengan cemas si Boy.
Bu Sinta :"Aduhhh.....sudah jam segini kok Boy belum pulang ya." Khawatir.
Pak Arman :"Sudahlah ma. Kita tunggu saja. Boy gak mungkin pulang terlalu malam. Pasti sedikit lagi dia akan tiba di sini."
Tak lama, Boy pun tiba di rumahnya. Dia terkejut melihat semuanya masih berada di ruang tamu.
Boy :"Kok kalian belum tidur. Ini kan udah malam."
Pak Arman :"Boy. Ayo sini. Papa mau bicara sama kamu."
Boy :"Sial. Pasti si Yasmin udah ngadu ke papa sama mama." Batin Boy.
Pak Arman :"Kok malah bengong. Ayo sini, papa mau bicara sama kamu." Membentak.
Pak Arman :"Tega teganya ya kamu memperlakukan istri kamu seperti itu. Dia itu lagi mengandung anak kamu Boy. Seharusnya kamu sadar itu."
Boy :"Ya....mau gimana lagi."
Pak arman :"Papa kecewa sama kamu Boy. Selama ini papa sama mama gak pernah ngajarin kamu melakukan hal seperti itu. Kamu seharusnya gak menampar Yasmin. Kasian dia." Marah.
Boy :"Oh. Jadi papa lebih belaiin orang lain daripada anak papa sendiri gitu."
Dito :"Boy. Seharusnya kamu gak ngomong gitu sama papa."
__ADS_1
Boy :"Kenapa kak. emang kenyataan kan."
Pak Arman :"Dasar kurang ngajar kamu ya." Murka.
Plakkk.....
Karena emosinya tidak terkendalikan, akhirnya Pak Arman pun langsung menampar Boy. Sontak hal itu membuat Boy murka. Yasmin pun langsung melerai peetengkaran itu.
Yasmin :"Udah pa, udah. Sabar pa."
Boy :"Pukul aku pa, pukul aku. Cuman gara gara wanita ini, papa tega teganya nampar aku. Aku benar benar kecewa sama kalian semua." Berteriak.
Boy pun langsung pergi dan masuk ke kamarnya sambil membanting pintunya.
Pak Arman :"Dasar anak gak tau diuntung." Kesal.
Bu Sinta :"Udah pa. Mendingan sekarang kita semua istirahat ya."
Dito :"Iya ma."
Mereka semua pun akhirnya memutuskan untuk pergi beristirahat di kamar mereka masing masing.
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
__ADS_1
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
TERIMAH KASIH