
Satu minggu berlalu. Akhirnya tiba hari dimana pernikahan Dito dan Galuh akan berlangsung. Rumah mewah kediaman Keluarga Adijaya nampak cantik dengan hiasan hiasan, bunga, dan terutama sebuah panggung yang sudah dihiasi dengan fasilitas mewah, dimana Dito dan Galuh akan mengikatkan janji suci pernikahan mereka.
Semua orang sudah bersiap menunggu hari ini. Dito sudah berdiri tegap dengan wajahnya yang begitu tampan apalagi dengan memakai setelan jas pengantin berwarna putih membuatnya seperti pangeran. Tak lama datanglah sebuah mobil yang cukup mewah yaitu dari mempelai wanita. Disana sudah ada Pak Duta dan putrinya Yasmin, dan terutama Dokter Galuh.
Perlahan, Galuh mulai berjalan menyusuri karpet panjang yang sudah di taburi beberapa bunga, sambil mengarah ke arah Dito. Galuh terlihat cantik dan anggun dengan setelan gaun pengantin juga berwarna putih. Disambut dengan teriakan dan tepuk tangan membuat Galuh seperti putri pada hari itu.
Tamu tamu yang datang pada hari itu kebanyakan pembisnis seperti Pak Arman, yang termasuk juga orang tuanya Jihan. Melihat keberadaan Jihan dirumahnya, membuat Vino terkejut.
Vino :"Itukan.... Jihan. Ngapain dia disini." Batin Vino.
Jihan yang tak berdiri jauh dari Vino akhirnya dia juga melihat Vino. Jihan baru sadar ternyata Vino itu anaknya Pak Arman sekaligus sahabat papanya.
Jihan :"Vino. Jadi, Vino anaknya Om Arman."
Terkejut.
Sah. Akhirnya Dito dan Galuh resmi menjadi sepasang suami istri. Terlihat raut wajah bahagia dari Pak Arman, Pak Duta, Bu Sinta, dan juga dari para tamu tamu yang hadir. Sepanjang pesta, Dito dan Galuh hanya diam.
Tak lama Pak Arman memanggil seseorang yang tak lain adalah Pak Bey papanya Jihan. Pak Bey datang bersama istrinya Bu Marissa dan juga Jihan. Tak perlu lama lama akhirnya Pak Arman memperkenalkan Pak Bey pada anak anaknya.
Pak Arman :"Boy, Vin... ini adalah Pak Bey. Sahabat papa." Tersenyum.
Vino :"Oh.... jadi, Jihan anaknya sahabat papa." Terkejut.
__ADS_1
Boy :"Oh." Singkat.
Ditengah perbincangan orangtua mereka, Vino langsung menarik tangan Jihan. Mereka pergi ke taman belakang. Nampak orangtua mereka kebingungan. Dari kejauhan, Yasmin dan Boy juga melihat hal itu.
Jihan :"Kenapa." Bingung
Vino :"Kamu..." Vino menghentikan kata katanya.
Jihan :"Kenapa?" Penasaran.
Vino :" Kamu... mau gak jadi pacar aku." Datar.
Jihan :"aa....aa...apa." Terkejut.
Vino :"Tinggal di jawab ia atau gak. Bawel."
Jihan :"Dasar cowok an...." Jihan menghentikan kata katanya.
Vino :"Apa... cowok aneh maksudmu."
Jihan :"Gak. Bu...bu..bukan begitu. Yaudah nanti aku pikir pikir dulu ya. bye." Ragu.
Vino hanya diam. Jihan pun berlalu meninggalkannya dari taman bunga. Boy dan Yasmin melihat hal itu dari kejauhan, nampak bingung. mereka berdua saling berpandangan seakan tidak mengerti apa yang dilakukan adik dan sahabat mereka itu.
__ADS_1
Jihan :"Ya Tuhan..... aku mimpi apa semalam. Kok tiba tiba Vino minta jadian sih." Batin Jihan
Melihat Jihan yang sedikit tegang, membuat Boy dan Yasmin pun mendekat.
Yasmin :"Ji... kamu kenapa. Kok tegang gitu?" Khawatir.
Boy :"Vino buat apa lagi sama kamu." Datar.
Jihan :"Gak kok Boy. Vino gak buat apa apa sama aku." Sedikit Tersenyum.
Jihan :"Aduh.... aku bilang gak ya. Kok aku jadi deg degkan gini sih." Batin Jihan.
Jihan :"Emmm.... Yas. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Tapi bukan di sini." Ragu
BERSAMBUNG
TERIMA KASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MEMBACA NOVEL PERTAMAKU....😁😁😊
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA ATAU PENULISAN YAA...😊😊😊
SEMOGA KITA SEMUA SUKSES YAAA...😊😊
TERIMAH KASIH
__ADS_1