
Irva menatap sinis asistennya Aryo yang masih maksa untuk menawarkan kerjasama, padahal Irva sudah menolak untuk diajak kerjasama.
" Dari pada anda buang buang waktu dan tenaga, untuk ngemis ngemis kerjasama seperti ini, lebih baik anda cari client yang lain saja, karena sampai kapan pun saya tidak akan pernah mau bersikap baik ke atasan anda" Tegas Irva tidak suka dipaksa seperti ini, dan tidak mau dijebak dengan tawaran kerjasama.
" Anda tidak bisa profesional Bu Irva, tidak bisa memisahkan antara urusan pribadi dan pekerjaan, anda dikenal orang yang hebat tapi nyatanya anda payah seperti ini" Ucap Asistennya Aryo sengaja, membuat Irva emosi
" Memangnya saya peduli dengan ucapan anda, saya lebih baik kehilangan proyek besar dari pada harus kerjasama dan ketemu dengan Aryo lagi, karena saya tidak sudi menjalan kan kerjasama dengan orang seperti Aryo" Tegas Irva yang mulai bosan dipaksa seperti ini, dan sepertinya Aryo tidak menyerah dengan keinginannya.
" Baik lah Bu Irva, saya simpan proposal nya disini, yang saya tahu pak Aryo sudah membatalkan perjodohan kalian, kenapa anda masih membenci pak Aryo?' Tanya Asistennya Aryo penasaran
" Sikap kasar dan ucapan kasarnya Aryo, sampai kapan pun tidak akan pernah saya maafkan karena saya bukan perempuan lemah yang bisa ditindas Aryo seenaknya dan saya tidak pernah mau memberikan kesempatan kedua orang jahat seperti Aryo mengerti, jadi jangan pernah bermimpi bisa ajak kerjasama dan menaklukan hati saya, lebih baik anda keluar dari kantor saya dan saya tidak menerima pengemis dalam hal apapun, karena saya tidak membutuhkan pengemis seperti kalian." Ledek Irva sengaja, Irva berharap asistennya Aryo tersinggung dan berhenti untuk ganggu Irva
" Sial, saya disamakan seperti pengemis, kalo begitu permisi" Lanjut Asistennya Aryo kesel, karena dirinya disamakan dengan pengemis, maksud tujuan asistennya Aryo datang dengan baik baik tapi justru dihina sebagai pengemis oleh Irva.
Irva melihat asistennya Aryo pergi dengan perasaan marah, langsung senyum kemenangan karena berhasil membuatnya tersinggung dan pergi juga dari kantornya, Irva langsung sobek proposal yang diberikan asistennya Aryo tadi.
Dilain sisi, Aryo melihat desain yang dibuat bunda nya, merasa bangga sekali padahal bunda nya sudah berhenti kerja selama bertahun tahun tapi masih bisa membuat desain rumah yang bagus.
__ADS_1
" Namanya bakat, walaupun sudah lama tidak dilakukan, tapi masih ingat teknis pembuatannya, pasti akan mudah membuatnya Aryo, jadi bunda tidak kalah kerennya dengan karyawan Aryo kan." Ucap Bunda nya Aryo bahagia kerena masih bisa menggambar, walaupun selama menikah dilarang kerja dan diam diam bunda nya Aryo masih suka gambar sendiri walaupun hasilnya sering dibuang, karena sering ditolak suaminya.
" Bunda benar, karena bakat itu, mau sampai tua sekali pun, tidak akan pernah hilang begitu saja, selama daya ingat masih bagus, otomatis akan dengan mudah menjalan kan bakatnya dengan lancar." Ucap Aryo bangga, karena bunda nya masih ingat dengan apa yang pernah dikerjakannya.
" Jadi bunda diijinkan untuk kembali kerja? Selama bunda sehat insya Allah bunda akan kembali semangat untuk kerja, dan tidak akan merepotkan Aryo, lagian bunda bosan dirumahnya sendirian terus, dari pagi sampai sore harus nunggu Aryo pulang baru ada temen ngobrol kan." Lanjut Bunda nya Aryo yang sejujurnya lebih suka sibuk bekerja dari pada bergosip atau jalan jalan.
" Maafkan Aryo bunda, karena bikin ayah lebih cepat meninggalkan kita bunda, membuat bunda kesepian seperti ini. Baik lah bunda boleh kerja lagi bunda dan pulangnya bareng dengan Aryo, bunda kerjanya satu ruangan dengan Aryo yah, mau kan." Lanjut Aryo merasa bersalah karena keegoisannya membuat Aryo kehilangan ayah nya selamanya
" Iyah mau Aryo, terimakasih banyak yah sayang, akhirnya bunda ada kerjaan lagi." Lanjut Bunda nya Aryo bahagia karena anaknya tidak melarang untuk kerja dan bisa mendapatkan kegiatan baru tidak bosan dirumahnya terus
Dilain sisi, Asistennya Irva melihat asistennya Aryo keluar dari ruangannya Irva, jadi penasaran kenapa asistennya Aryo datang ke kantornya Irva.
" Ditolak? Tumben sekali Irva menolak proyek orang lain seperti itu? Biasanya Irva selalu menerimanya karena Irva hobi menggambar pasti seneng desainnya jadi rumah beneran atau gedung?" Tanya Asistennya Irva tidak percaya jika Irva bisa menolak proyek yang ada
" Karena ada urusan pribadi antara Irva dan atasan saya yang akhirnya membuat Irva menolak diajak kerjasama oleh atasan saya." Lanjut Asistennya Aryo terus terang
" Apa ini penyebabnya yang bikin Irva berubah? Irva tidak pernah menutup diri dan jagaa rahasia peribadinya biasannya Irva akan terbuka dan terus terang" Batin Asistennya Irva curiga, jika perubahan Irva ada kaitannya dengan Aryo
__ADS_1
" Disayangkan sekali yah ditolak, saya yakin sekali Irva menolak proyek, pasti dia merasa sakit hati yang luar biasa, karena saya tahu Irva jadi jika Irva menolaknya pasti dia bener bener marah besar dan tidak akan mau lagi ketemu orang yang sudah membuat Irva sakit hati." Lanjut Asistennya Irva, walaupun baru dua tahun kerja langsung dengan Irva, tapi sudah hafal sifatnya Irva
" Mungkin, yah sudah saya permisi dulu kalo begitu" Lanjut Asistennya Aryo, langsung pergi sebelum membahas urusan pribadinya Irva semakin jauh, dan membongkar rahasia yang Aryo dan Irva ke asistennya Irva.
Dilain sisi, Irva siap siap ke kota Bogor, untuk ajak kedua karyawannya untuk ke ruko dan akan tinggal di ruko, Irva juga sedikit sedikit akan beli perlengkapan pribadinya dan beberapa baju baru karena Irva keluar dari rumah orang tuanya tidak akan bawa banyak banyak barang.
" Oke waktunya persiapan tempat tinggal baru, setelah selesai semuanya langsung pindah, tidak akan ketemu orang tua egois lagi selamanya, ayah kira saya bodoh akan hidup susah, selama ada tabungan yang lumayan, saya tidak akan hidup susah dimana pun saya tinggal" Batin Irva semakin yakin hidup mandiri, Irva langsung keluar dari ruangannya dan tidak sabar mau ke Bogor.
" Irva tunggu" Ucap Asistennya Irva, saat Irva keluar dari ruangannya.
" Mau apa sih?" Tanya Irva tidak suka dengan kehadiran asistennya
" Kamu kenapa menolak proyek besar? Padahal kamu suka membuat desain rumah kan? Hasil desain kamu juga selalu bagus bagus kan?" Tanya Asistennya Irva penasaran
" Bukan urusan kamu, saya rela kehilang proyek besar jika saya malas untuk menjalaninya, sudah saya bilang kan sama kamu, jangan pernah kepo dengan urusan pribadi saya, dan kenapa sekarang kepo juga sih?" Tanya Irva semakin kesel melihat Asistennya yang selalu berusaha mau tahu urusan pribadinya.
" Kamu seperti jaga jarak dengan saya? Ada apa? Kenapa kamu berubah seperti ini ke saya? Memangnya saya ada salah apa ke kamu?" Tanya Asistrnnya Irva penasaran
__ADS_1
" Bicara apa sih kamu" Lanjut Irva langsung pergi, Irva bener bener takut jika asistennya akan ganggu rencananya, oleh karena itu Irva bener bener menjauh dan tidak ingin bicara apapun, apa lagi urusan pribadi, karena Irva takut akan bocor ke ayah nya