ASISTEN KU SUAMI KU

ASISTEN KU SUAMI KU
Saya ingin


__ADS_3

Hendra dan beberapa karyawannya yang akan menempati rumah yang ada disamping rukonya Irva, mau Hendra beli dan membuat Hendra sudah bawa uang tunai cukup banyak untuk bayar rumah yang akan dibelinya.


" Saya ingin membeli rumah ini, secara tunai apa bisa? Kisaran harga berapa?' Tanya Hendra ramah, sambil melihat rumah yang akan dibelinya.


" Satu M, apa bisa dibayar sekarang?" Tanya Pemilik rumah, yang akan dibeli rumahnya.


" Tentu bisa dan sertifikat tanah rumahnya mana? Dan kita ganti nama kepemilikan baru saya serahkan uang tunai ini, jumlahnya sesuai satu M, sesuai harga pasaran rumah dipinggir jalan" Lanjut Hendra yang tidak ingin ada kesalahan dimasa depan soal kepemilikan tanah


" Tentu boleh pak, mari ikut saya untuk ganti nama kepemilikan tanahnya" Lanjut Pemilik rumah merasa bahagia, karena akhirnya rumahnya laku terjual juga


Hendra ikut pemilik rumah untuk ganti nama sertifikat rumah menjadi milik orang tuanya Irva yang sudah memberikan kuasa dan foto copy KTP nya. untuk Hendra urus


Dilain sisi, Irva merekap pemasukan yang sudah ada hari ini, dan Irva melihat hanphonenya ternyata ada telefon dari orang bandara jika paspornya sudah jadi.


" Baik pak, terimakasih atas informasinya, nanti saya dan karyawan saya akan ambil langsung karena kita akan langsung ke luar negeri" Ucap Irva saat saluran telefon terhubung


Irva bahagia sekali, karena impiannya untuk bisa ke korea bersama karyawannya jadi kenyataan, Irva langsung keluar dari ruangannya dan melihat karyawannya yang sudah selesai melayani konsumen tadi.


" Dua hari lagi lagi kita akan ke korea untuk belanja" Ucap Irva melihat karyawannya yang lagi duduk dikursi meja kasir


" Beneran bu, wah asiknya bisa ke  Korea bu" Ucap Karyawannya Irva bahagia, karena akhirnya bisa ke luar negeri gratis dan ditanggung segala kebutuhannya selama ikut belanja

__ADS_1


" Beneran, yah sudah kalian lanjut kerja lagi yah, kalo sudah siap jalan pasti saya kasih tahu kalian" Lanjut Irva langsung jalan ke ruangannya, Irva tidak lupa hubungin Hendra untuk ikut ke Korea karena Hendra minta minta ikut, membuat Irva setuju saja ajak Hendra


Dilain sisi, Hendra merasa lega karena mengurus sertifikat pembelian rumah sudah selesai diurus, Hendra tinggal perintahkan bodyguard nya untuk merapihkan rumah yang sudah dibelinya dan pasang cctv juga didepan rumah.


" Kalian kalo bosen, boleh jalan jalan kok, tapi ingat didalam sini harus dua orang dan dua orang lain terserah mau liburan juga boleh, yang jaga malam ganti gantia saja yah, dan dan kalian jangan teledor dalam mengawasi ruko itu itu yah, terutama yang ada didalam tokonya yah" Tegas Hendra yang tidak ingin karyawan pilihannya, melakukan kesalahan sama sekali


" Beres pak, terimaaksih juga loh anda, beliin kita makanan dan minuman apa lagi untuk yang jaga malam pasti butuh kopi dan cemilan nih" Ucap Bodyguard nya Hendra yang merasa senang karena kerja tapi diberikan banyak makanan


" Yah sama sama, kartu identitas karyawan jangan sampai hilang yah, takutnya dibutuhkan" Lanjut Hendra, Hendra baca chat yang dikirim ke Irva membuat Hendra senyum bahagia, karena Irva beneran ajak Hendra untuk ke Korea selama dua hari.


" Bagus Irva jadi ke Korea, kalian jagain ruko selama dua hari Irva ada diluar negeri untuk belanja" Sambung Hendra merasa lega karena Irva mau ajak dirinya belanja dan tidak banyak bicara sama sekali


" Kalo malam kalian diluar rumah saja, karena lebih rawan kan karena gelap dan sepi kan" Lanjut Hendra yang ingin maksimal awasin rukonya Irva


" Bagaimana kalo ada pos ronda didepan pak, yang pasti kita minta ijin dulu, untuk kita duduk didepan ruko bagaimana? sekalian kita berdua duduk didepan bareng orang sini, dan kalo boleh nambah dua orang lagi pak untuk memantau di monitor pak, kalo sendirian kan kurang maksimal saja patroli malamnya" Lanjut Bodyguard yang ingin penambahan bodyguard


" Baik lah, akan saya tambah besok yah, saya harap kalian kerja dengan baik dan menjaga tokonya Irva dan Irva selama ada didalm rukonya" Tegas Hendra, yang akan menambah bodyguard yang akan jagain tokonya Irva


" Siap bos" Lanjut Bodyguard bersamaan, dan akan siaga dua puluh empat jam jagain tokonya Irva


Hendra keluar dari rumah baru bosnya, dan jalan ke rukonya Irva yang seolah baru datang dengan muter balik mobilnya menuju rokonya Irva.

__ADS_1


" Ibu Irva nya ada?" Tanya Hendra pura pura baru datang ke ruko


" Ada diruangannya pak, silahkan anda ke ruangannya saja" Ucap Karyawannya Irva dengan ramah, melihat Hendra datang


" Oke" Lanjut Hendra ramah, Hendra langsung masuk kedalam dan menuju ruangannya Irva


"Dia pacarnya bu Irva?" Tanya Karyawannya Irva


" Entah lah, saya tidak tahu,sepertinya cuman dia saja yah yang sering kesini dan cariin bu Irva" Ucap Karyawannya Irva, yang tidak tidak pernah lihat ada yang cariin Irva selain Hendra


" Sepertinya mereka cocok yah, sama sama orang punya dan sama sama cakep lagi" Lanjut Karyawannya Irva yang kagum melihat Hendra yang masih tampan, walaupun usianya tidak muda lagi


Dilain sisi, Aryo menceritakan keadaan Irva sekarang ke bunda nya Aryo, kalo Irva sudah tidak ada dirumahnya dan sudah tidak memimpin perusahaannya lagi


" Karena Irva curiga bunda, dalam satu hari pembatalan perjodohan membuat Irva curiga, jika Aryo dan ayah nya kerjasama untuk bohongin Irva,  padahal ayah nya membatalkan ancamannya untuk usir Irva dari rumah, tapi Irva tidak percaya sama sekali, yang akhirnya Irva tetep pergi dari rumah sudah dua hari bunda" Ucap Aryo merasa kasihan dengan Irva, karena tidak percaya dengan orang tuanya, sekarang justru harus hidup mandiri dan harus berfikir sendiri untuk bertahan hidup dengan bekerja yang entah Irva kerja apa diluar sana


" Astaga kasihannya Irva,yah, terus sekarang bagaimana apa ayah nya tahu dimana Irva tahu dimana anaknya pergi?" Tanya Bunda nya Aryo merasa tidak tega saat mendengar kabar jika Irva pergi dari rumah


" Ayah nya tahu, karena sudah suruh orang untuk awasin Irva, untuk beberapa bulan ini ayah nya, tidak akan jenguk Irva karena membiarkan Irva tenang dulu, dan jika mau jenguk tunggu arahan orang yang awasin Irva katanya, dan untuk kita jika ingin kesana juga harus menunggu kabar enaknya kapan untk ketemu Irva lagi dan tidak membuat Irva marah kembali apa lagi soal perjodohan." Lanjut Aryo yang mendapatkan kabar langsung dari ayah nya Irva


" Syukurlah kalo ayah nya diam diam diam awasin Irva dan tahu dimana Irva berada, bener Aryo kita kesana nunggu kondisi Irva tenang dulu dan kita kesana tidak langsung bahas perjodohan tapi datang sebagai temen biasa yah" Lanjut Bunda nya Aryo yang setuju untuk ketemu dengan Irva sesuai arahan dari Hendra enaknya kapan dan tidak membuat Irva marah

__ADS_1


__ADS_2