
Pertama kalinya karyawannya Irva bisa ke Korea, saat keluarga dari bandara, Irva dan rombongan sudah disambut oleh orang yang kenal dengan Hendra, membuatnya mempersilahkan Hendra, Irva, dan kedua karyawannya untuk masuk mobil karena udara diluar sangat dingin sekali.
" Selamat datang di Korea, dan kalian akan saya antarkan ke hotel supaya kalian bisa istirahat" Ucap Temennya Hendra yang akan anterin Hendra, Irva, dan kedua karyawannya Irva untuk istirahat dihotel, Hendra yang sering ke Korea sudah terbiasa dengan udara dingin yang ada di Korea
" Terimakasih sudah jauh jauh, mau jemput kita" Ucap Hendra merasa merepotkan, setiap kali ke Korea selalu dijemput oleh temennya
" Santai saja Hendra, yang penting kalian bisa menikmati jalan jalan, tanpa memikirkan jalan dan naik apa selama disini, karena akan pusing jika kalian tidak sepenuhnya menguasai bahasa disini" Temennya Hendra, yang sering bantuin wisatawan yang datang, terutama ingin belanja ketokonya, akan dijemput dan dianterin sampai tempat penginapan.
Irva merasa bersyukur ajak Hendra karena tidak akan kesulitan ke tempat penginapan sama sekali dan saat belanja nanti akan ada yang bantuin irva supaya tidak ribet dan optimis tidak nyasar sama sekali. Irva menikmati pemandangan jalan menuju hotel, Irva diem saja sambil menikmati pemandangan
Dilain sisi, Bunda nya Aryo, merasa bahagia sekali karena akhirnya tahu dimana Irva berada dan sedikit takut jika Irva akhirnya suka dengan Hendra yang setiap hari bersama Irva dan pelan pelan membuat Irva merasa nyaman didekatnya Hendra.
" Jangan biarin Irva semakin dekat dengan Hendra, Bunda tidak ingin keinginan ayah kamu gagal karena kamu tidak Deket Deket lagi dengan Irva, ayah kamu pasti sedih tidak melihat kamu dan Irva jadian" Ucap Bunda nya Aryo yang tidak ingin anaknya tidak cepat menyatakan cinta untuk Irva, takutnya direbut oleh Hendra
__ADS_1
" Aryo ragu bunda, apa sebaiknya Aryo cari pacar dan calon lainnya saja yah bunda selain Irva? Jangan paksa Irva lagi bunda?" Tanya Aryo yang sudah tidak ingin paksa Irva lagi
" Apa Aryo? Kamu mau melanggar keinginan terakhir ayah kamu? Kamu jangan membuat buat kecewa Aryo, dengan membatalkan keinginan ayah kamu" Tanya Bunda nya Aryo kesal karena anaknya mau seenaknya, membatalkan perjodohannya
" Bunda, dengerin Aryo, Aryo memang salah membuat ayah tidak ada selamanya dan Aryo sudah semaksimal mungkin untuk bujuk Irva tapi hasilnya sia sia, jadi Aryo minta bunda move on untuk tidak paksa keinginan bunda lagi, biarkan Aryo buka hati untuk wanita lain dan jangan siksa hati untuk paksa orang lain menerima perjodohan ini lagi, dan jika Irva bukan jodoh Aryo, yah sudah biarin saja bunda, Aryo mohon lupakan perjodohan ini yah" Bujuk Aryo yang sudah lelah dengan perjodohan ini, bukannya diterima cinta nya justru dibikin emosi dan malu karena ditolak oleh Irva
" Usaha dulu, kalo memang gagal baru menyerah tidak masalah, ini ada kesempatan untuk mendapatkan hatinya Irva, jadi deketin Irva lagi pelan pelan, kata kamu kan awalnya asistennya Irva dijauhi oleh Irva tapi lama lama diterima baik kan oleh Irva lagi, itu artinya kamu bisa seperti asistennya Irva, jadi berjuang yah sayang, demi keinginan ayah kamu yah nak." Bujuk Bunda nya Aryo, yang ingin anaknya tidak menyerah untuk bujuk Irva lagi
" Baik lah bunda, tapi ini yang terkahir yah bunda, Aryo bujuk Irva dan dan apapun hasilnya Aryo mohon ikhlas terima hasilnya yah bunda, jangan bergantung kebahagiaan dari satu perempuan saja yah, Aryo bisa mencari pasangan yang memang untuk Aryo bahagia." Lanjut Aryo minta Bunda nya tidak paksa dan menggantung kebahagian nya ke Irva saja, yang terang terangan menolak perjodohan
Dilain sisi, Irva merasa lega, karena akhirnya bisa istirahat juga, setelah melakukan perjalanan jauh dan merasa lega karena ada yang temani selama belanja.
" Tidak menyangka Hendra sering kesini dan punya kenalan orang Korea seperti ini, jadi bisa membantu pilihin baju yang bisa dijual nanti" Ucap Irva merasa bahagia sekali, karena tidak dibuat ribet oleh Hendra dan semuanya dibantu oleh Hendra
__ADS_1
Irva melihat list barang yang akan dijual nanti, dan melihat isi rekeningnya untuk belanja nanti jangan sampai kurang dan bisa merepotkan Hendra untuk membatu Irva belanja.
Dilain sisi, Hendra senyum senyum sendiri, saat mengingat Irva, bagaimana anak bosnya, jaga jarak dan emosi terus setiap menjawab pertanyaannya. Sekarang bisa bersikap manis didekatnya Hendra sampai mau ditemani ke Korea
" Astaga, kenapa jadi seneng melihat perubahan sikapnya Irva yah, duh bahaya ini kalo jadi suka dengan Irva, bagaimana dengan keinginan ayah nya Irva untuk menjodohkan Irva ke Aryo yah. Tidak akan rela jika Irva Deket lagi dengan Aryo lagi astaga." Batin Hendra tidak rela jika membiarkan Irva Deket dengan Aryo, hatinya Hendra jadi perih saat mengingat perjodohan yang diinginkan ayah nya Irva harus jadi kenyataan.
Dilain sisi, Karyawannya Irva merasa kedinginan sekali, karena tidak biasa dengan udara terlalu dingin, membuat karyawannya Irva rebahan terus dikasur dengan bergulung dengan selimut.
" Tidak menyangka yah, jika negara Korea sedingin ini, dikirain dinginnya sama seperti di Bogor dan Bandung ternyata lebih parah dinginnya" Ucap Erika sambil menggigil, padahal AC dimatikan
" Beda dong, tapi saya tidak kuat untuk keluar dari kamar, tapi kalo begini terus kita tidak akan belanja belanja selama disini, bisa bisa Bu Irva marah sama kita kalo tahu ternyata kita tidak kuat dingin bagaimana ini." Ucap Ririn bingung, dan takut membuat Irva marah bukannya belanja justru bergulung terus dibawah selimut.
" Jangan sampai marah dong, yah sudah kita keluar dan tanya kapan belanjanya, sudah jauh jauh masa cuman dikamar saja kan." Lanjut Erika langsung pakai jaket tebal, sarung tangan dan sarung kaki, supaya tidak terlalu dingin dan sedikit tersa hangat
__ADS_1
" Yah baik lah, sekarang kita ketemu Bu Irva kalo begitu" Lanjut Ririn pasrah, karena memang tujuan ke Korea untuk temani Irva belanja bukannya berdiam diri didalam kamar seperti ini, cuman karena dingin saja