ASISTEN KU SUAMI KU

ASISTEN KU SUAMI KU
Setelah belanja


__ADS_3

Hendra ajak Irva, Ririn, dan Erika belanja bersama setelah sarapan bareng di hotel, Hendra ingetin Irva soal barang yang akan dibawa selama belanja, dan jaket supaya Irva tiddak kedinginan selama belanja nanti.


" Setelah belanja kalian mau kemana?" Tanya Hendra melihat Irva, Ririn, dan Erika. yang terlihat menahan dingin


" ke Namsan Seoul Tower yuk, soalnya saya mau melihat gembok cinta yang berwarna warni disana" Ucap Irva yang ingin sekali melihat langsung gembok cinta, yang terkenal di Korea selatan


" Oke setelah kita belanja kesana" Lanjut Hendra yang merasa senang, karena Irva ajak jalan jalan untuk melihat gembok cinta


" Sepertinya kita salah ikut kalo begini jadinya yah" Bisik Erika ke Ririn, saat tahu Irva ajak ke Namsan Seoul Tower untuk melihat gembok cinta secara langsung


" Mereka bisa modus modusin berdua saat melihat gembok cinta, sedangkan kita cuman bisa iri menjadi pendengar saat mereka ngobrol selama disana" Bisik Ririn ikutan kesel, membayangkan bagaimana Hendra dan Irva akan ngobrol berdua saja selama ada di Namsan Seoul Tower, sedangkan Erika dan Ririn akan dicuekin begitu saja oleh Irva karena ada Hendra temani selama jalan jalan


Dilain sisi, Aryo kesel sekali karena sekretaris nya, tidak sengaja tumpahkan air ke  dokumen penting yang mau Aryo bawa untuk rapat pagi ini.


" Maafkan saya pak Aryo, saya akan ganti dokumen nya pak" Ucap Sekretarisnya Aryo ketakutan melihat atasannya sangat marah


" Mau diganti sekarang? Mana keburu waktu sih kamu, jadi orang kok ceroboh sekali kamu dan sudah berapa lama kamu kerja sampai ceroboh seperti ini hah?" Tanya dan bentak Aryo kesal, karena Sekretarisnya menghancurkan proyeknya yang akan dibahas bersama client sekarang


" Terus sekarang bagaimana pak? Apa anda bawa laptop ke sana pak? Sambil menunggu dokumennya saya print ulang pak?" Tanya Sekretarisnya Aryo mencoba kasih solusi atas kesalahannya.


" Baik lah, saya akan coba presentasi tanpa dokumen, dasar bodoh kamu ini, jika proyeknya gagal maka hari ini juga kamu akan saya pecat, karena ini proyek besar yang sudah lama saya kerjakan dan berharap berhasil mengerti kamu!" Bentak dan ancam Aryo menatap sinis kearah Sekretarisnya, yang ketakutan melihat Aryo marah marah

__ADS_1


" Baik pak" Lanjut Sekretarisnya Aryo pasrah, karena tahu jika atasannya tidak akan main main dengan ancamannya apa lagi menyangkut pekerjaan dan proyek besar yang lagi dikerjakan sekarang dijalanin oleh Aryo.


Dilain sisi, Hendra merasa lega karena dari tadi keliling toko untuk temani Irva belanja barang dagangan,  sedangkan Erika dan Ririn diijinkan untuk istirahat.


" Nih minum coklat hangatnya Irva, supaya tidak terlalu kedinginan" Ucap Hendra memberikan coklat hangat untuk Irva


" Terimakasih yah Hendra, besok sore kita pulang ke indonesia yah, setelah barang barang dagangan selesai pengiriman ke Indonesia" Ucap Irva yang langsung minum coklat hangat pemberian Hendra


" Iyah sama sama, oke kita akan siap siap dari siang, supaya tidak terlalu kesiangan sampai bandara nya yah" Lanjut Hendra senyum ramah melihat Irva yang menikmati coklat hangat yang dibelinya tadi.


" Astaga, kenapa perasaan ini harus ada, parah parah semakin lama semakin seneng dideket Irva bagaimana ini" Batin Hendra yang panik karena tidak bisa kendalikan perasaan bahagia, didekat Irva apa lagi seneng bantuin Irva tanpa merasa beban sama sekali.


" Hendra kenapa kamu diam saja?, Katanya mau kembali ke hotel untuk istirahat?" Tanya Irva heran melihat Hendra yang diam saja diajak bicara


Dilain sisi, Aryo merasa lega karena client nya masih mau terima penjelasan proyeknya pakai laptop yang Aryo bawa, dan mau terima proyek yang ditawarkan oleh Aryo.


" Alhamdulillah ya Allah, akhirnya proyeknya berhasil, untungnya tidak jadi gagal tidak bisa bayangin deh kalo sampai gagal, yang sudah dikerjakan susah payah cuman karena hal sepele saja." Ucap Aryo merasa bahagia, karena proyek besarnya berhasil dan akan diproses pembangunannya.


" Pak Aryo, bagaimana rapatnya pak? Apa berhasil?" Tanya Sekretarisnya Aryo ketakutan masih memikirkan nasipnya, karena kecerobohannya tadi.


" Rapatnya berhasil, oh yah apa kamu masih jomblo?" Tanya Aryo yang tiba tiba mendapatkan ide, supaya bisa membatalkan perjodohannya dengan Irva

__ADS_1


" Alhamdulillah jika berhasil pak, saya sudah punya pacar pak, memangnya kenapa?" Tanya Sekretarisnya Aryo heran, karena Aryo membahas dirinya punya pacar atau tidak


" Tidak ada apa apa, yah sudah lain kali jangan ada kesalahan dalam bekerja yah, jangan karena kebodohan kamu, membuat perusahaan rugi dan gagal mendapatkan proyek mengerti" Lanjut Aryo kesal, sebenarnya Aryo ada harapan, jika seketarisnya bisa jadi pacar dadakan ternyata tidak jadi, karena sudah punya pacar


Aryo langsung jalan masuk kedalam ruangannya dari pada keselnya dobel ke seketarisnya, lebih baik menenangkan diri dari pada tidak jelas dengan perasaan dan fikirannya sekarang.


Dilain sisi, Hendra membantu Irva, Erika, dan Ririn. menentukan harga jual barang yang tadi dibelinya, Hendra dari pada bosan sendirian didalam kamar lebih baik ikut repot bantuin Irva dan kedua karyawannya.


" Ternyata orang jualan seperti ini, repot juga harus dikeluarin satu satu, tentuin harga, tempel harga satu satu barang, dan dimasukin lagi kedalam plastik untuk dibawa pulang, saat sampai ditoko seperti ini lagi astaga" Batin Hendra merasa kesel, karena ternyata yang dikerjakan tidak lah sedikit dan sesimpel yang dibayangkan oleh Hendra


" Kalian harus teliti yah tempelin harganya, jangan salah tempel karena salah harga akan rugi nantinya" Tegas Irva yang tidak ingin ada kesalahan dalam menentukan harga jual


" Baik bu Irva, kita tidak akan salah tempel harga bu." Ucap Erika yang tidak ingin, membuat Irva rugi karena tidak tega apa lagi tokonya Irva baru dibuka dan jangan sampai mengalami kerugian


" Yang akan menjadi modelnya siapa? setahu saya butik itu kan bikin strory untuk promosi barang dagangannya kan?" Tanya Hendra penasaran, karena Hendra tidak melihat ada karyawan lainnya


" Yang jadi model saat stroy, ganti gantian Hendra terkadang saya, kadang Erika, dan kadang Ririn. tergantung kondisinya sih siapa yang bisa dijadikan modelnya dan konsep membuat story pun belum direncanakan juga" Lanjut Irva, yang mencatat harga beli barang dan harga jual barang


" Tapi kalian bertiga good looking, dan cocok sih jadi model barang dagangan kalian sendiri" Lanjut Hendra terus terang, menurut Hendra Irva itu cantik dan senyumnya selalu enak dilihat


" Huh, bisa saja gombalnya, yah alhamdulillah jika kita cocok jadi model jualan sendiri" Lanjut Irva merasa bahagia dipuji Hendra cantik, membuat Irva senyum senyum sendiri mendengarnya

__ADS_1


Hendra senyum melihat Irva sambil bantuin Irva kasih harga dibarang  dagangannya Irva yang cukup banyak dan harus sabar bantuin Irva sampai selesai


__ADS_2