
Irva siap siap untuk pulang kerja, dan tidak sabar untuk melihat ruko barunya dan ketemu dengan tukang tukang yang akan merenovasi rukonya untuk dijadikan butik setelah selesai dirapihkan
" Waktunya urus butik deh, semoga tidak kena ganji genap supaya pulangnya tidak malam" Ucap Irva merapihkan meja kerjanya dan langsung jalan meninggalkan ruangannya untuk pergi ke ruko yang sudah dibelinya dan tinggal direnovasi, saat tiba di lift kantor tiba tiba langkahnya Terhenti saat melihat asistennya berdiri tepat didepannya
" Ada apa?" Tanya Irva menatap asistennya dengan tatapan tidak
" Ada proposal masuk dari perusahaan pak Aryo, apa anda mau terima?" Tanya Asistennya Irva yang tahu, jika Aryo adalah mantannya Irva yang paling Irva benci
" Kamu kan tahu, Aryo itu mantan saya, dan seharusnya kamu tahu jika saya paling tidak suka berurusan dengan Aryo dalam hal apapun, terus kenapa kamu masih tanya soal itu?" Tanya Irva menatap kesel asistennya
" Nilai kontraknya luar biasa loh Irva, apa tidak sebaiknya diterima saja? Ada dua puluh rumah mewah yang ingin dibangun perusahaannya Aryo, apa tidak sebaiknya diterima saja? Seharusnya bisa profesional kamu, jangan sangkut paut kan pekerjaan dan urusan pribadi? Ini lumayan untuk perusahan kita?" Tanya Asistennya Irva berusaha bujuk Irva, untuk menerima proyek yang ditawarkan oleh Aryo.
__ADS_1
" Saya tidak peduli dan saya tidak mau" Tegas Irva, Irva langsung masuk lift dan langsung tutup pintu lift tidak biarkan asistennya ada didalam lift yang sama, Irva semenjak ayah nya ngancam sita fasilitas yang dimilikinya, semenjak itu lah Irva lebih tertutup dan menjauh karena takut rahasianya akan bocor dan semuanya akan sia sia, membuat Irva tidak ingin semua itu terjadi.
Asistennya Irva pasrah melihat atasannya langsung tutup pintu lift, dengan sabarnya menunggu sampai kebuka lagi.
Dilain sisi, Aryo siap siap pulang dan buru buru ke kantornya Irva lagi, berharap kali ini Irva mau ketemu dengan Aryo, dan kali ini rencana Aryo untuk menawarkan proyek pembangunan perumahan, salah satu cara untuk bisa ketemu dengan Irva.
" Semoga dengan cara ini bisa ketemu dengan Irva dan meluluhkan hatinya dengan proyek besar ini." Ucap Aryo menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, demi bujuk Irva
Aryo optimis kali ini rencananya berhasil, karena Aryo bener bener tidak tahu lagi harus bagaimana untuk bujuk Irva untuk terima maafnya.
" Saya harap merapihkan ruko ini tidak lama yah, karena saya ingin secepatnya dipakai untuk saya jualan" Ucap Irva berharap renovasinya tidak lama lama dikerjakan
__ADS_1
" Semoga cepat selesai Bu dan tanpa ada kendala apapun bu." Ucap mandor optimis pengerjaan yang tidak lama, dan sesuai targetnya Irva
" Bagus karena itu harapan saya, yah sudah saya tinggal kalo begitu" Lanjut Irva melihat langsung ruko yang sudah dibelinya, Irva sangat senang beli rukonya, karena luas, ada dua ruangan dilantai bawah, setiap ruangan ada kamar mandinya, dilantai dua ada tiga ruangan cukup besar dan ada kamar mandi didalamnya.
Setelah puas keliling ruko, Irva langsung membuka lowongan pekerjaan, untuk mencari karyawan yang akan membantu Irva untuk jualan di butik dan Irva akan tinggal diruko bersama karyawan yang tinggal diluar kota, untuk temani Irva supaya tidak tinggal diruko sendirian.
Dilain sisi, Aryo memutus kan untuk ke rumahnya Irva, untuk membahas rencananya dan orang tuanya Irva tidak merusak rencananya untuk bujuk Irva yang akhirnya menikah dengan Aryo.
" Saya akan berjuang meluluhkan hatinya Irva dengan ajak Irva jadi temen baik om dan Tante, meluluhkan hatinya Irva, setelah luluh baru saya melamar Irva bukan karena perjodohan lagi, tapi karena rasa nyaman karena saya mau berubah lebih baik om, tidak kasar dan tidak membuat Irva sedih maupun sakit hati." Ucap Aryo terus terang, mau berubah demi mewujudkan keinginan almarhum ayah nya, untuk menjadikan Irva istrinya.
" Om setuju dengan rencana kamu, semoga dengan rencana itu akhirnya Irva mau luluh dan menerima kamu kembali. Dan kita bisa wujudkan keinginan almarhum ayah kamu" Ucap Ayah nya Irva setuju dengan rencananya Aryo, dan berharap Irva bisa luluh dengan sikap manisnya Aryo.
__ADS_1
" Yah semoga saja Irva percaya dan bisa luluh,Tante cuman berharap jangan ada lagi emosi dan air mata Irva cuman karena kamu saja" Tegas Bunda nya Irva tidak rela jika anaknya kembali sakit hati karena Aryo.
" Insya Allah tidak akan pernah lagi Tante, karena saya sungguh sungguh menerima perjodohan ini demi bunda saya tidak sedih lagi dan demi almarhum ayah saya." Lanjut Aryo optimis rencananya berhasil dan bisa meluluhkan hatinya Irva lagi.