
Hendra setelah beli cincin, langsung jemput Irva yang sengaja disuruh ke salon, supaya Hendra leluasa beli cincin untuk irva.
" Mau makan dimana sayang?" Tanya Hendra ramah melihat Irva
" Di restoran Korea yuk" Ucap Irva bahagia, melihat Hendra memperlakukan nya sangat manis sekali
" Oke kita makan disana" Lanjut Hendra langsung gandeng tangannya Irva untuk jalan ke restoran Korea untuk makan malam berdua, Hendra bener bener bahagia sekali akhirnya bisa sedekat ini dengan Irva.
Dilain sisi, Aryo melihat bunda nya sudah sadarkan diri dari pingsan tadi, merasa bahagia sekali, sekaligus sedih karena bunda nya tiba tiba nangis dalam diam
" Bunda, kenapa nangis seperti itu?" Tanya Aryo sambil melihat Bunda nya yang nangis dalam diam
" Sepertinya bunda anda deprasi, ada sesuatu yang membuat bunda anda seperti ini. Coba anda ingat kembali apa penyebab bunda anda sedih" Ucap Dokter pelan, supaya tidak kedengaran bunda nya Aryo
" Astaga, saya tahu penyebab ibu saya deprasi dokter, tolong terapi ibu saya supaya kembali normal dokter" Lanjut Aryo sedih karena bunda nya tiba tiba deprasi karena keinginan almarhum tidak bisa jadi kenyataan karena Irva sudah jadian dengan Hendra asisten nya Irva
__ADS_1
Dilain sisi, Hendra setelah makan tiba tiba jongkok didepannya Irva, sambil kasih lihat cincin yang sudah dibelinya tadi.
" Sayang, Mau kah menjadi istri dan pendamping hidup aku?" Tanya Hendra yang langsung melamar Irva ditempat umum
" Tapi kita kan baru jadian, apa kamu yakin secepat ini?" Tanya Irva yang menahan malu karena Hendra melamar nya ditempat umum
" Yakin sayang, pacaran setelah menikah lebih indah dijalani nya sayang, aku ingin lebih cepat halal sayang, supaya bisa jagain kamu dua puluh empat jam dan bisa bahagia kan kamu kapan pun dan dimana pun aku berada." Lanjut Hendra berharap Irva mau diajak menikah
" Bismillah, Iyah sayang aku mau menjadi pendamping hidup kamu dan bahagia bersama kamu" Lanjut Irva dengan yakin, karena Irva tidak ada keraguan sama sekali, untuk menolak lamarannya Hendra
Setelah dilamar Hendra langsung anterin Irva ke tokonya, sejujurnya Hendra ingin sekali anterin Irva langsung ke rumah orang tuanya tapi Irva masih belum siap untuk ketemu orang tuanya lagi
" Terimakasih yah sayang, sudah memilih aku menjadi istri kamu" Ucap Irva bahagia, karena Hendra meresmikan hubungannya
" Sama sama sayang, aku bahagia sekali, karena kamu mau menerima lamaran aku, insya Allah secapatnya aku ajak orang tua aku untuk kesini buat melamar kamu didepan orang tua kita" Ucap Hendra yang tidak menyangka bisa jadian dengan Irva
__ADS_1
' Aku tunggu kedatangan kamu dan keluarga kamu untuk meresmikan hubungan kita sayang" Lanjut Irva bahagia, karena akhirnya Irva mendapat kan calon suami yang baik dalam segala hal, membuat Irva bahagia didekat Hendra dan merasa nyaman karena sikapnya Hendra bener bener manis ke Irva
Irva yang dicium oleh Hendra tiba tiba, cuman bisa pasrah menerima apa yang dilakukan Hendra sekarang
Dilain sisi, Orang tuanya Irva merasa bahagia sekali, setelah membaca chat dari Hendra jika Hendra melamar Irva dan diterima oleh Irva.
" Alhamdulillah mereka akhirnya bisa menikah juga, ayah setuju mereka menikah bunda" Ucap Ayah nya Irva bahagia, karena anaknya mendapatkan jodoh yang baik untuk Irva
" Kita kapan ketemu Irva ayah? Bunda mau ketemu Irva sudah rindu dengan Irva dan mau bahas pernikahan mereka juga ayah?" Tanya Bunda nya Irva yang ingin sekali ketemu dengan Irva
" Sabar sayang, tadi Hendra sudah ajak Irva kesini tapi ditolak oleh Irva sayang, kita harus sabar dan ketemu dengan Irva sesuai keinginan Irva, jangan sampai Irva merasa tidak nyaman dengan kehadiran kita dan marah lagi. Sepertinya Irva masih marah soal perjodohan nya dengan Aryo dulu, walaupun sekarang sudah jadian dengan Hendra kita cuman bisa turutin saja keinginan anak kita" Lanjut Ayah nya Irva yang tidak ingin paksa untuk ketemu dengan Irva, jika anaknya belum siap memaafkan kesalahan orang tua dimasa lalu
" Baiklah, bunda akan menunggu sampai Irva bener bener mau menerima kehadiran kita dan memaafkan masa lalu sayang" Lanjut Bunda nya Irva yang menurut saja, jika dilarang ketemu anaknya sampai Irva sendiri yang siap ketemu orang tua nya lagi
................TAMAT..........................TAMAT.............
__ADS_1