
Irva semenjak diusir dari rumah oleh ayah nya, jadi tidak pernah sarapan di rumah sama sekali dan makan malam pun selalu di kamarnya, membuat kedua orang tuanya merasa kehilangan anak satu satunya yang sepertinya jaga jarak ke orang tua.
" Irva sayang, bunda kangen sekali makan bersama Irva, kenapa Irva tidak pernah makan bersama kita?" Tanya Bunda Irva merasa rindu dengan Irva, yang selalu manja diambilkan nasi dan lauknya
" Irva sudah terlambat ke kantor, Irva mau berangkat dulu" Ucap Irva langsung pergi, Irva bener bener kecewa dengan ayah nya, dan bener bener malas harus bersikap ramah dan sopan, Irva tidak akan mau lagi bersikap manis ke ayah nya lagi.
" Yah sudah hati hati dijalan nak" Lanjut Bunda nya Irva yang mulai rindu dengan anaknya, Irva berangkat pagi dan pulang malam, setelah sampai rumah langsung masuk kedalam kamarnya tidak pernah lagi ngobrol maupun jalan jalan bersama.
" Apa Irva masih marah yah? Padahal kan ancamannya sudah dibatalkan, kenapa Irva masih marah seperti ini?" Tanya Ayah nya Irva penasaran dengan sikap anaknya, yang jaga jarak dan tidak banyak bicara lagi.
" Mungkin ayah, tapi yah semoga saja sikap Irva seperti ini tidak lama yah sayang, karena bunda akan sedih jika anak kita semakin lama seperti ini ke kita" Ucap Bunda nya Irva berharap anaknya bisa kembali ceria dan kembali akrab dengan orang tua seperti dulu lagi.
" Amin sayang" Lanjut Ayah nya Irva berharap anaknya tidak murung lagi, dan bisa selalu terbuka dengan orang tua dengan apapun yang dikerjakan oleh Irva
Dilain sisi, Irva berusaha tidak peduli dengan ucapan orang tuanya tadi, Irva bener bener tidak percaya dengan ucapan ayah nya.
" Jika Aryo tidak bilang membatalkan perjodohan mungkin percaya dengan ucapan ayah, dan ucapan ayah sama seperti Aryo yang tiba tiba membatalkan perjodohan ini. Dalam waktu yang sama bisa kompak kan aneh rasanya " Ucap Irva sambil mengendarai mobilnya menuju kantor.
__ADS_1
Irva tidak sebodoh itu untuk langsung percaya dengan ucapan ayah nya yang tiba tiba baik
Dilain sisi, Aryo ajak bunda nya ke kantor, karena merasa tidak tega membuat bunda nya sendirian di rumah terus.
" Baik lah bunda ikut, tapi bunda kerja juga yah Aryo, supaya tidak bosan di ruangan kamu yah." Ucap Bunda nya Aryo yang mau kerja, supaya tidak bosan sampai sore di kantornya Aryo.
" Tentu boleh bunda, sebanyak apapun pekerjaan yang bunda kerjakan, Aryo tidak akan protes yang penting bunda ada kegiatan selama di kantor." Ucap Aryo bahagia, karena bunda nya tidak merasa sedih lagi dan masih mau bekerja sampai sore.
" Oke, kalo begitu bunda siap siap dulu yah nak, untuk ikut ke kantor bersama Aryo" Lanjut Bunda nya Aryo bahagia, karena anaknya mau kasih kerjaan dan tidak merasa jenuh nungging Aryo kerja
Aryo melihat bunda nya bahagia padahal diajak ke kantor saja, ikut bahagia karena rencana untuk mengurangi ke bosan bunda nya, berhasil dan tidak menyangka jika bunda nya masih ingin bekerja, membuat Aryo tidak bisa menolak keinginan bunda nya.
" Bukan urusan kamu saya kemana, yang penting saya sudah disini dan akan menghadiri rapat" Tegas Irva yang selalu berusaha, jaga jarak dengan asistennya Karena takut rahasianya terbongkar.
" Kamu berubah Irva, ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu? Kamu tidak seperti biasanya Irva?" Tanya Asistennya Irva semakin penasaran dengan perubahan sikap dan ucapannya Irva
" Selalu saya bilang kan, bukan urusan kamu dan apapun yang saya lakukan bukan urusan kamu mengerti, selama tidak merugikan perusahaan yah lebih baik diam lah karena saya tidak butuh bantuan dari kamu sama sekali, sekarang saya mau menghadiri rapat dan tidak usah cari tahu apa yang saya lakukan mengerti" Tegas Irva yang takut jika Asistennya yang kepo akan menggagalkan rencana yang sudah matang
__ADS_1
" Baik lah, saya tidak akan pernah ikut campur dengan urusan pribadi kamu, selama semuanya baik baik saja dan jika membutuhkan bantuan saya, saya siap membantu apapun yang kamu butuhkan selama saya mampu" Lanjut Asisten nya Irva, yang semakin yakin ada yang lagi Irva kerjakan tapi tidak ingin ada siapapun yang mengetahuinya dan takut gagal jika ada yang tahu
" Bagus" Lanjut Irva, Irva langsung meninggalkan kantornya dan langsung ketempat meeting, yang sudah dijanjikan
Asistennya Irva berusaha menghargai Irva dan bener bener tidak ikut campur dengan urusan Irva, selama tidak ada masalah dan pekerjaan kantor dalam kondisi baik baik saja, asistennya akan diem saja walaupun semakin penasaran, sebenarnya apa yang dilakukan Irva membuat Irva berubah dan jaga jarak seperti ini.
Dilain sisi, Bunda nya Aryo melihat dokumen yang seharusnya dikirim ke perusahaannya Irva, tapi masih ada dimeja kerjanya Aryo membuat bunda Aryo penasaran.
" Memangnya ada yang salah dengan dokumen itu? Membuat kamu tidak mengirim ke kantornya Irva?" Tanya Bunda nya Aryo penasaran, karena tidak seperti biasanya Aryo membuat dokumen ada yang salah dalam pembuatannya
" Tidak ada yang salah bunda, cuman Irva menolak diajak kerjasama pembangunan proyek perumahan mewah, mungkin masih marah dengan Aryo, karena terlalu paksa Irva untuk menikah waktu itu" Ucapan Aryo terus terang, Aryo sudah tidak ada rencana lain untuk baikan dengan Irva
" Sabar yah Aryo berjuang terus untuk meluluhkan hatinya Irva, supaya kita bisa mewujudkan keinginan ayah kamu" Lanjut Bunda nya Aryo, berharap suatu saat Aryo dan Irva bisa bersatu dan menjadi suami istri yang bahagia sampai tua bersama.
Dilain sisi, Irva setelah menghadiri rapat, langsung ketemuan dengan calon karyawannya untuk di butik nanti, Irva sengaja memilih karyawan yang rumahnya jauh dari kota Bogor, dan bisa ikut tinggal di butiknya.
" Dua Minggu lagi, kalian ikut saya belanja ke Korea, kita akan berangkat ke Korea Jum'at pagi dan pulang ke Indonesia Minggu pagi juga, jadi seharian kita di Korea untuk membeli barang dagangan saya. Kalian kasih saja dokumen kalian akan saya bantu untuk urus paspor kalian." Ucap Irva yang tidak sabar ingin secepatnya ke Korea dan belanja langsung bersama kedua karyawannya
__ADS_1
" Baik Bu Irva, terus kita kapan tinggal di rukonya?" Tanya karyawannya Irva penasaran, jika belanja dua Minggu lagi, kenapa harus sekarang ketemu di Jakarta
" Nanti sore saya akan antar kalian ke ruko, sekarang kalian bebas mau kemana saja, nanti sore setelah saya pulang kerja, kita langsung ke ruko bareng" Lanjut Irva bahagia akhirnya mendapatkan karyawan dan berharap karyawannya bisa kerja keras dan bisa dipercaya selama kerja di butik nanti.