
Ayah nya Irva minta maaf ke anaknya karena beberapa hari ini egois dan paksa Irva untuk menerima perjodohan Irva dan Aryo, membuat Irva merasa aneh mendengar ucapan ayah nya.
" Ayah yakin? Tidak jadi menjodohkan Irva dan Aryo?" Tanya Irva tidak percaya mendengar keputusan ayah nya
" Iyah bener, selain membatalkan perjodohan juga, ayah tarik ancaman ayah untuk mencarikan hak kamu dan fasilitas yang kamu punya, kamu bisa melanjutkan pekerjaan kamu di kantor dan tidak usah memikirkan perjodohan lagi." Ucap Ayah nya Irva berusaha meyakini anaknya, jika perjodohan itu tidak ada lagi.
" Secepat ini dibatalkan? Kok sama seperti Aryo tadi yah, hemm ada yang tidak beres nih, kebetulan yang aneh" Batin Irva tidak percaya jika ayah nya membatalkan perjodohan begitu saja, karena apa yang diucapkan ayah nya sama seperti Aryo ucapkan tadi.
" Walaupun ayah mencabut ancaman ayah, tapi Irva tetep akan meninggalkan perusahaan sampai akhir bulan" Lanjut Irva yang tidak akan mudah dijebak, Irva bukan anak kecil yang tidak faham dengan apa yang terjadi dan Irva tidak akan terjebak dengan rencana Aryo dan ayah nya sama sekali
" Kok begitu Irva, kalo kamu meninggalkan perusahaan, siapa yang akan melanjutkan?, kamu mau kerja apa dan tinggal dimana? sudah lah sayang, ayah kan sudah mencabut ancaman ayah dan membatalkan perjodohan ini, itu artinya kamu tidak usah pergi dari rumah yah?" Tanya Ayah nya Irva, yang tidak menyangka jika anaknya tetep mau pergi dan tidak mau melanjutkan kerja di kantor
__ADS_1
" Itu bukan urusan ayah, jadi orang jangan seenaknya ancam dan seenaknya tarik ucapan sendiri, Irva akhir bulan tetep pergi dan tidak peduli apapun yang ayah rencanakan, Irva tidak ingin direndahkan oleh ayah, seenaknya marah marah sampai ancam anak sendiri dan sekarang dengan seenaknya membatalkan ancaman ayah, suatu saat ayah marah lagi akan melakukan hal yang sama ke Irva, lebih baik Irva hidup mandiri karena tidak akan lagi direndahkan oleh ayah" Tegas Irva, Irva tidak mau direndahkan oleh ayah nya, setiap keinginannya tidak diturutin diancam dan tiba tiba luluh itu sangat mencurigkan apa lagi ucapan ayah nya sama seperti Aryo
" Sombong sekali kamu Irva, kalo mau hidup mandiri silahkan saja, ayah berbaik hati untuk membatalkan ucapan ayah, karena merasa kamu perempuan dan mau kerja apa diluar sana, sudah lah Irva jangan sombong jadi orang, jaman sekarang mencari pekerjaan itu sulit walaupun kamu pakai ijazah sarjana kamu, tidak akan bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaaan.
" Kita lihat nanti saja, Irva tetep akan pergi dari sini, Irva tidak peduli harus memulai semuanya dari nol demi hidup mandiri, karena pekerjaan kantor masih banyak, Irva akan selesaikan tanggung jawab sampai akhir bulan, walaupun cari kerja itu sulit, tapi pengalaman akan menjadi pertimbangan dan walaupun tidak langsung jadi CEO setidaknya Irva bisa hidup mandiri, tanpa harus hidup dengan menjalankan pemberian ayah dan jika marah dengan mudah ancam anak sendiri, Irva bukan orang bodoh yang tidak berfikir untuk masa depan hidup Irva" Tegas Irva langsung pergi meninggalkan ayah nya, yang masih tidak menyangka jika Irva tidak bisa dibujuk sama sekali.
Ayah nya Irva merasa bangga karena anaknya, sepertinya sudah merencanakan sesuatu setelah keluar dari rumahnya, jika tidak merencakan sesuatu pasti Irva akan minta ayah nya mencabut ancamannya dan bersedia minta perjodohan tetep dilanjutkan
Dilain sisi, Bunda nya Aryo bahagia mendengar rencana anaknya, karena Aryo mau berjuang demi meluluhkan hatinya Irva, Aryo yang melihat bunda nya senyum bahagia ikut bahagia, karena rencana nya berhasil membuat bunda nya tidak sedih lagi.
" Iyah sayang, Bunda yakin jika Aryo bisa meluluhkan hatinya Irva, karena ayah kamu melihat Irva mantan kamu yang baik dan tidak pernah sembarangan bicara ke kamu setelah putus dan ingin membuat kalian balikan lagi, walaupun Irva boros dan matre tapi dia tahu terimaaksih" Ucap Bunda nya Aryo yang pernah ketemu Irva setelah Aryo dan Irva putus, tapi Irva masih bisa ramah dan sopan, setelah diledek cewek matre dan tidak tahu diri, tapi masih mau ramah dengan orang tuanya Aryo, membuat ayah nya Aryo ingin anaknya kembali dengan Irva
__ADS_1
" Sekarang bunda jangan sedih lagi yah, dan jika ketemu Irva dijalan jangan bahas perjodohan sama sekali, biarin Irva nyaman saat ketemu bunda yah, biar rencana Aryo berjalan dengan lancar" Lanjut Aryo yang berharap bunda nya tidak salah bicara saat ketemu Irva dijalan
Dilain sisi, Irva melihat email, merasa bahagia sekali, karena lowongan pekerjaannya berhasil, ada beberapa perempuan muda yang mau kerja dibutik barunya dan mau tinggal dibutik juga.
" Bagus, tinggal beli perabotan kamar untuk beberapa karyawan yang mau tinggal dan perabotan dapur juga, untungnya dilantai dua ada tiga kamar, bisa dijadikan dapur, kamar saya dan kamar karyawan, dibawah untuk gudang dan ruangan saya supaya tidak mengganggu ruangan dilantai dua, tinggal dipasang cctv untuk jaga jaga untuk butik nanti. Memangnya ayah fikir saya bodoh dengan memtalkan perjodohan saya langsung luluh begitu saja, sepertinya ucapan Aryo dan ucapan ayah memang sudah mereka rencanakan, sampai kan pun tidak akan sudi punya suami kasar seperti Aryo" Ucap Irva,yang rela tinggal sendiri dari pada tinggal bersama orang tua, yang kapan saja bisa mengancam anak lagi dan jika sudah ada rencana baru tiba tiba baik dengan sendirinya
" Irva sayang, bunda apa boleh masuk?" Tanya Bunda nya Irva yang tiba tiba buka pintu kamarnya Irva
" Tentu saja bunda" Ucap Irva langsung mematikan laptopnya
" Kata ayah, Irva masih mau meninggalkan rumah ini, kenapa sayang? ayah kan sudah mencabut ancamananya ke Irva? memangnya Irva mau tinggal dimana dan kerja apa?" Tanya Bunda nya Irva yang kwatir jika anaknya tinggal sendirian diluar
__ADS_1
" Irva tetep akan pergi bunda, soal tempat tinggal akan Irva fikirkan nanti, Irva tidak mau direndahkan oleh ayah lagi, ayah dengan mudahnya ancam Irva dan dengan mudahnya menarik ucapannya sendiri, sudah cukup sekali Irva merasakan direndahkan ayah, oleh karena itu, lebih baik Irva hidup mandiri diluar sana tanpa ada ayah dan bunda, jika Irva kangen dan kondisi Irva siap untuk ketemu bunda lagi, pasti akan kesini kok, tapi untuk tinggal tidak akan pernah mau lagi, Irva tidak mau direndahkan lagi bunda" Tegas Irva tidak akan kasih tahu rencananya, sebelum semuanya siap dan butiknya berjalan, bisa bisa ayah nya dengan mudah menggalkan apa yang sudah Irva rencanakan
" Baik lah jika memang itu pilihan Irva, bunda setuju saja, yang penting Iirva bahagia dan tidak sedih sedih lagi, karena kebahagian Irva itu yang terpenting" Lanjut Bunda nya Irva setuju dengan keinginan Irva, dari pada tinggal dirumah tetep harus ketemu dengan Aryo dan anaknya dibohongin demi misi menjalankan perjodohan dengan cara yang baik baik