
Bunda nya Irva kaget saat melihat Irva merapihkan barang barangnya, padahal suaminya tidak jadi usir Irva dari rumah, kenapa Irva masih saja mau keluar dari rumah
" Ada apa nak, kenapa tetep mau pergi dari rumah? Apa yang disampaikan ayah kamu sampai kamu tetep mau pergi seperti ini Irva? Bunda mohon sayang jangan pergi dari rumah, bunda tidak mau kehilangan Irva" Ucap Bunda nya Irva dengan sedih, kenapa anaknya tetep kerass kepala tetep pergi dari rumah
" Irva malas terlalu lama di rumah bunda, lebih baik Irva langsung pergi saja dari rumah ini" Ucap Irva merapihkan barang barangnya kedalam kopernya, Irva semakin kesal dengan ayah nya, yang mulai curiga dengan pekerjaan yang dikerjakan Irva dengan baik
" Apa Irva berantem lagi dengan ayah? Bunda mohon nak, bunda mohon jangan pergi dari rumah, masalah perjodohan dan ancaman kan sudah dibatalkan oleh ayah, kenapa masih marah ke ayah?" Tanya bunda nya Irva merasa aneh dan heran dengan anaknya, kenapa masih mempertahankan keinginannya untuk tetep pergi
" Biarin dia pergi, jika Irva merasa bisa hidup sendiri tanpa kita yah sudah biarin saja lah, Irva sudah dewasa jadi dia bisa menentukan apa yang harus dia lakukan selama hidup sendirian diluar tanpa orang tua sama sekali" Tegas Ayah nya Irva dengan tegas, karena sudah minta bantuan Hendra untuk mengawasi apapun yang dilakukan Irva selama tinggal sendirian, dan berharap Hendra tahu dimana Irva tinggal dan kerjakan
" Astaga ayah, kenapa jadi seperti ini lagi sih mengijinkan anak satu satunya pergi dan Irva itu perempuan masa harus tinggal sendirian tanpa kita sih" Lanjut Bunda nya Irva tidak menyangka jika suaminya kembali seperti sebelumnya yang menginginkan Irva untuk keluar dari rumahnya
" Bagus tidak ada penolakan dari ayah, karena Irva tidak mau terlalu banyak drama lagi" Tegas Irva, yang langsung tutup kopernya dan berdiri siap siap untuk keluar dari rumah, Irva bawa dokumen penting dirinya, yang sudah di foto copy dan laminating sebelumnya
" Silahkan, pintu keluar belum ayah kunci" Lanjut Ayah nya Irva, yang sengaja menantang Irva yang ingin hidup mandiri
Irva langsung jalan keluar dari kamarnya, tidak salim ke ibu nya sama sekali, bahkan ke ayah nya saja cuman dilewati begitu saja menuju pintu rumah, Irva sudah cukup sabar menghadapi keegoisan orang tuanya, dan mendengar ancaman orang tuanya. Saat tiba didepan rumah Irva kaget melihat Hendra ada didepan rumahnya.
" Mau pergi kemana? apa mau saya antar?" Tanya Hendra sengaja datang ke rumahnya Irva karena diminta ayah nya Irva, yang sudah merencanakan sesuatu untuk Irva
__ADS_1
" Kenapa sih jadi cowok selalu kepo dengan urusan orang lain terus, lama kelamaan saya ilfil dengan kamu Hendra" Protes Irva semakin kesel karena tiba tiba Hendra ada didepan rumahnya
Irva langsung jalan menuju mobilnya dan siap siap pergi ke rukonya, Irva merasa bersyukur sekali karena, saat Irva harus pergi beneran sudah ada tempat tinggal sendiri, Hendra tidak berusaha mengejar Irva atau masuk kedalam rumah, karena Hendra sudah tahu apa yang akan terjadi ke Irva dan apa yang harus Hendra lakukan
Dilain sisi, Aryo ajak Bunda nya untuk ziarah ke makam ayah nya, Aryo selalu membersihkan makam ayah nya setiap kali ke makam dan ganti dengan bunga yang masih baru dan segar sebelum membaca doa untuk ayah nya
" Ayah, maaf kan Aryo yang masih gagal untuk bujuk Irva, untuk menikah bagaimana mau menikah jika Irva saja masih menjahui Aryo, bahkan ajak bikin proyek bareng pun ditolak Irva, dan sekarang Aryo semakin bingung untuk bujuk Irva supaya hatinya luluh dan mau memaafkan sikap dan ucapan Aryo yang kasar dimasa lalu" Ucap Aryo kesel, menyesal, pusing, dan bingung bagaimana bisa membujuk Irva untuk bisa menikah dan menjalin hubungan yang serius dengan Irva
" Sabar yah Aryo, Aryo harus berjuang lagi demi meluluhkan hatinya Irva supaya mau bersatu kembali dengan Aryo dan semuanya demi Ayah yah sayang" Ucap Bunda nya Aryo kembali sedih setiap kali ingat akibat suaminya cepat meninggalkan dunia ini
" Baik bunda, besok Aryo akan ke kantornya Irva dan semoga bisa berteman dengan Irva dulu setidaknya akur dulu yah sebelum kejenjang serius yah" Lanjut Aryo, yang merasa dikekang soal pasangan hidupnya, kalo bukan karena ayah nya tentunya Aryo malas harus manis manis didepan perempuan yang anggap Aryo dan asistennya pengemis.
" Bunda pulang yuk, besok kan bunda kembali kerja kan, supaya tidak sakit bunda nya yah" Lanjut Aryo langsung merangkul bahu ibu nya dan ajak ibu nya pulang, dari pada kelamaan di makam karena akan semakin lama sedih dan semakin lama tidak tega melihatnya
Bunda nya Aryo setuju diajak pulang oleh Aryo dan meninggalkan makam setelah ziarah kubur dan langsung mendoakan suaminya langsung
Dilain sisi, Irva merasa kesal sekali karena mobilnya tidak bisa dijalankan sama sekali, padahal dari tadi sudah berusaha memutar kunci mobilnya dan bensinnya masih banyak padahal.
" Apa ban nya kempes yah?" Tanya Irva kesel dan pusing karena mobilnya tidak bisa jalan jalan juga dari tadi
__ADS_1
Irva akhirnya keluar dari mobil untuk periksa kondisi ban mobilnya, Hendra yang melihat Irva mulai periksa kondisi mobilnya pura pura menghampiri Irva padahal Hendra belum masuk kedalam rumah sama sekali.
" Ngapain kamu disini? kamu tidak masuk kedalam rumah?" Tanya Irva curiga melihat Hendra berdiri dihadapannya
" Saya mau pulang dan sudah memberikan dokumen yang ayah kamu ingin kan, kamu sendiri kenapa tidak pergi pergi juga?" Tanya Hendra berusaha santai dan peduli dengan Irva
" Ban nya kempes, bagaimana saya bisa pergi sekarang coba menyebalakan sekali, " Protes Irva kesal, karena Irva tidak punya peralatan mobil sama sekali
" Memangnya mau pergi kemana? apa mau saya antar? pergi sendiri sangat bahaya loh apa lagi barang bawaan kamu juga banyak seperti itu kan?,saya janji akan menjaga rahasia setelah saya antar kamu pergi, demi keamanan kamu?" Tanya Hendra berusaha pasang wajah serius, supaya Irva percaya dengan niat baiknya
" Tidak usah, saya bisa pesan taxi online" Tolak Irva langsung pegang hanphone nya, melihat hanphone nya mati dan baru ingat dari tadi Irva tidak pegang hanphone sama sekali, membuat Irva semakin bingung dengan kadaaannya sekarang
" Sepertinya hanphone kamu lobet? yakin mau menolak keinginan saya? atau mau masuk kembali ke dalam rumah?" Tanya Hendra sengaja melihat rumahnya Irva
" Astaga, orang yang selama ini dijahui, kenapa harus tahu tempat tinggal saya karena lupa chager hanphone seperti ini sih" Batin Irva kesel, kenapa harus apes seperti ini, disaat ada Hendra dan Hendra yang akan anterin ke tokonya malam ini
" Baik lah" Lanjut Irva pasrah, Irva tidak ada pilihan lain, selain menerima tawaran Hendra sama sekali.
" Oke saya bantu Irva" Lanjut Hendra dengan senang hati, akhirnya Hendra ada peluang untuk bersikap baik didepan Irva dan bisa meluluhkan hatinya Irva, yang akhirnya akan memparsatukan Irva dan Aryo sesuai keinginan ayah nya Irva.
__ADS_1
Hendra membiarkan Irva buka kontak mobilnya, sedangkan Hendra mulai keluarin barang barangnya Irva dari bagasi mobilnya, menuju mobilnya untuk dibawa Irva menuju rukonya malam ini juga, akhirnya Hendra bisa anterin Irva langsung tanpa ada penolakan sama sekali