
Hendra sengaja datang lebih pagi ke rukonya Irva, untuk bantuin Irva dan karyawannya takut ada yang dibawa selama belanja di Korea nanti.
" Apa kalian sudah sarapan? awas paspor kalian jangan ada yang ketinggalan? Tanya Hendra melihat Irva dan kedua karyawannya
" Belum sih, kamu saja datangnya terlalu pagi, yah sudah kita makan diluar saja kalo begitu" Ucap Irva yang periksa isi tasnya
" Iyah takutnya kesiangan, bisa bisa tertinggal pesawat dan tiketnya bisa hangus nantinya, yuk jalan semuanya" Lanjut Hendra yang pegangin kopernya Irva untuk dibawain kemobilnya Hendra supaya Irva tidak bawa apapun.
Irva yang mendapatkan perhatian dari Hendra, merasa bahagia sekali, karena ada orang yang perhatian ke Irva yang berlebihan seperti Hendra lakukan ke Irva.
Dilain sisi, Ayah nya Irva merasa lega karena anaknya ke Korea ditemani oleh Hendra dan asistennya berhasil meluluhkan hatinya Irva sudah tidak menolak kehadiran Hendra lagi.
" Kerja bagus Hendra, kamu bisa membuat Irva percaya dengan kamu seperti itu, tidak curiga sama sekali. Saya bangga dengan kamu Hendra" Ucap Ayah nya Irva setelah membaca chatnya Hendra dan foto yang dikirim oleh Hendra, yang diam diam Hendra ambil tanpa sepengetahuannya Irva sama sekali.
Walaupun kerja tanpa ditemani asistennya sama sekali, tidak mengurangi semangat kerja ayah nya Irva untuk menjalankan perusahaan dan tidak mengalami kesulitan sama sekali.
__ADS_1
Dilain sisi, Aryo yang setelah rapat di mall Bogor tidak sengaja melihat butik namanya seperti nama Irva dan membuat Aryo curiga jika butik yang dilihatnya milik Irva.
" Sepertinya kosong, apa mereka sedang pergi yah. Padahal mau tahu siapa pemilik toko itu yah. Difoto saja deh dan dikasih tahu om apa itu butiknya Irva" Ucap Aryo langsung foto butik yang dilihatnya dan dikirim ke ayah nya Irva.
" Maaf anda siapa? Kenapa foto toko ini yah?' Tanya Bodyguard nya Hendra yang tidak sengaja melihat Aryo foto rukonya Irva
" Maaf saya bukan siapa siapa, permisi" Ucap Aryo langsung jalan menuju mobilnya, dan langsung meninggalkan rukonya Irva sebelum ditanya tanya, takutnya jadi salah faham
" Untung lah dia lupa dengan saya, sepertinya dia sudah curiga jika ruko ini punya nona Irva, lebih baik biarin dia berusaha sendiri, untuk bisa Deket kembali dengan nona Irva" Batin Bodyguard nya Hendra yang pernah ketemu dengan Aryo dikantornya Irva, beberapa hari yang lalu.
Bodyguard nya Hendra langsung jalan ke rumahnya sambil bersantai, sambil melihat ruko kosong dalam beberapa hari, karena penghuninya lagi belanja diluar negeri.
" List barang jualan kamu banyak juga yah Irva, memangnya kalian bisa bawa bertiga?" Tanya Hendra melihat barang belanjaannya Irva yang tidak akan sanggup perempuan bawa sendiri
" Saya akan minta mereka kirim kesini, walaupun sedikit mahal tidak masalah deh, karena sadar diri tidak akan bisa bawa sendirian juga kan dari sana ke Indonesia juga." Ucap Irva yang tidak ingin ribet juga bawa bawa barang belanjaan yang tidak sedikit, dengan perjalanan jauh.
__ADS_1
" Oh pantas saja dia santai perginya, sudah memikirkan biaya bawanya juga, bener bener mandiri Irva setelah keluar dari rumah." Batin Hendra yang kagum, melihat Irva begitu tenang dan tidak terlihat kesulitan untuk belanja jauh seperti ini.
" Alhamdulillah sudah difikirkan jauh jauh hari yah Irva, jadi tidak ribet nantinya." Lanjut Hendra yang senyum melihat Irva yang bener bener bisa mandiri tanpa bantuan orang tua sama sekali.
" Yah begitu lah" Lanjut Irva, Entah kenapa Irva merasa bahagia mendekatkan pujian dari Hendra terdengar sangat tulus dan membuat Irva tidak merasa risih dideket Hendra sama sekali.
Hendra walaupun selama ini selalu dijauhi oleh Irva, tapi tidak menghindari Irva sama sekali, bahkan sekarang Hendra mau ambil cuti untuk temani Irva belanja jauh.
Dilain sisi, Ayah nya Irva tidak menyangka jika Aryo menemukan rukonya Irva, tanpa dikasih tahu sama sekali.
" Iyah betul, itu rukonya Irva dan sekarang Irva lagi di Korea bersama karyawannya untuk belanja barang dagangan dan ditemani oleh Hendra selama belanja di Korea, karena saya tidak ingin Irva sendirian di Korea, akhirnya saya minta Hendra untuk temani Irva belanja dan tidak membuat Irva risih sama sekali." Ucap Ayah nya Irva dengan santai, Ayah nya Irva jadi pasrah siapapun yang akan menjadi suaminya Irva, karena sekarang Irva sudah luluh dengan sikap manisnya Hendra ke Irva, tidak membahas pekerjaan dan tidak membahas perjodohan sama sekali.
" Om, jika Irva akhirnya jatuh cinta ke om Hendra bagaimana? Usianya om Hendra dan Irva cuman beda sepuluh tahun saja, dan saya kalo semakin lama Deket dengan Irva takut gagal perjodohan ini om?" Tanya Aryo yang mulai pasrah jika perjodohannya gagal, karena terlalu lama mendekati Irva
" Kamu bener juga Aryo, saya juga tidak mungkin minta Hendra untuk bahas perjodohan kalian ke Irva, saya takut Hendra dilarang untuk ketemu dengan Irva lagi dan Irva tidak ada lagi yang mengawasi. Yah sudah lah, kamu bisa cari cara dan alasan untuk ketemu dengan Irva lagi, ingat Aryo bikin Irva nyaman didekat kamu, jangan bikin Irva tidak nyaman dengan kamu, karena Irva sekarang sudah mandiri dan lebih keras kepala tidak seperti dulu lagi, jadi jangan sembarangan bicara kamu, kalo kamu memang mau melanjutkan perjodohan kalian, berjuang lah untuk mendapatkan hati dan kepercayaan Irva jika kamu bisa membuat Irva bahagia dan nyaman didekat kamu " Tegas Ayah Irva, kali ini tidak akan paksa Irva untuk terima perjodohan, bagi ayah nya Irva sekarang adalah kebahagian dan kenyamanan Irva lebih utama.
__ADS_1
" Baik om, saya akan berjuang untuk meluluhkan hatinya Irva om, demi mewujudkan keinginan almarhum ayah saya, ingin saya menikahi Irva om" Lanjut Aryo yang akan berjuang meluluhkan hatinya Irva dan tidak akan sakiti perasaan Irva lagi demmi membuat orang tuanya bahagia dan bisa lega melihat Aryo akhirnya bersatu dengan Irva
Ayah nya Irva sudah pasrah, siapapun yang dicintai Irva akan direstui menjadi suaminya Irva, dan asal Irva bahagia bersama pilihannya, tidak akan paksa Irva lagi soal perjodohan dan pilihan orang tua sama sekali.