
Hendra melihat Aryo dan bunda nya belanja di tokonya Irva, merasa kesal sekali melihatnya, tapi Hendra tidak punya hak untuk melarang Aryo ajak bunda nya belanja ditempatnya rva.
" Kamu sengaja kesini?" Tanya Hendra melihat Aryo dan bunda nya
" Tidak kok,saya ingin ajak bunda saya belanja ke mall, dan saat jalan tadi, bunda saya melihat butik ini akhirnya ajak saya untuk belanja disini" Ucap Aryo pura pura, tidak mungkin bilang jika Aryo memang sengaja untuk ke tokonya Irva dan ketemu dengan Irva
" Oh seperti itu yah,yah sudah saya masuk kedalam ruangannya Irva dulu permisi dulu kalo begitu" Lanjut Hendra, merasa bangga dan bahagia, karena Hendra dengan mudah masuk kedalam ruangannya Irva, tidak seperti Aryo yang bingung untuk ketemu dengan Irva
" Dia asistennya Irva di kantor orang tuanya kan? kok dia bisa disini dan dengan mudah masuk kedalam ruangannya Irva? kamu jangan kalah saing dong Aryo harus perjuangkan hubungan kalian supaya bisa kembali, dan perjodohan kalian bisa berhasil?" Tanya Bunda nya Aryo dengan tegas,dan tidak suka melihat Hendra masuk kedalam ruangannya Irva
" Bunda tenang saja yah, Aryo akan berjuang dan kita sekarang masuk kedalam ruangannya Irva, kita ngobrl santai bersama Irva yah: Lanjut Aryo dengan nekat, demi tidak membuat bunda nya sedih, melihat Hendra bisa deket dengan Irva
" Bunda setuju" Lanjut Bunda nya Aryo, akan perjuangankan keinginan suaminya sebelum meninggal dunia, untuk melihat Aryo dan Irva bersatu kembali
__ADS_1
Aryo setelah belanja langsung ajak bunda nya untuk masuk kedalam ruangannya Irva, walaupun ada Hendra tidak membuat Aryo membatalkan niatnya demi bunda nya tidak sedih
Dilain sisi, Ayah nya Irva pulang dari kantor langsung beli kue untuk istrinya supaya bisa makan berdua sambil menikmati senja berdua sambil minum jus buah.
" Kangen juga, waktu pacaran sering seperti ini dan alhamdulillah sekarang kesampean juga, makan berdua didepan rumah sambil melihat hamparan bunga bunga" Ucap Ayah nya Irva masuk kedalam mobil, sambil bawa kue kesukaan bundanya Irva
Ayah nya Irva melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, walaupun tidak sabar ingin ketemu istri tercinta dan makan berdua.
Dilain sisi, Irva dan Hendra menatap Aryo dan Bunda nya yang seenaknya masuk kedalam ruangannya Irva, membuat Irva merasa kesal melihatnya, sedangkan Hendra membuang muka karena merasa tidak senang dengan kehadiran Aryo.
" Saya mau melamar kamu Irva dan ingin sekali kita bisa kembali seperti dulu" Ucap Aryo, yang merasa beruntung karena tadi sempet beli bunga
" Melamar? maaf saya tidak bisa menerima kamu lagi, saya bukan perempuan bodoh yang mau kembali dengan mantan, apa lagi mantan seperti kamu? tidak sudi sama sekali" Tanya Irva menatap Aryo yang tidak ada rasa malu sama sekali,padahal sudah ditolak berkali kali oleh Irva
__ADS_1
" Tante mohon Irva, kalian kembali yah karena tante ingin sekali melihat kalian bersatu kembali dan menjadi satu keluarga yang bahagia dan harmonis" Bujuk Bunda nya Aryo,yang bener bener berharap Irva mau jadi menantunya
" Tante jangan paksa Irva seperti ini, Irva tahu kalo perjodohan ini yang menginginkan suami tante, karena perjodohan ini suami tante meninggal dunia karena serangan jantung karena mendengar suara Aryo yang keras,dan tante mau memperjuangakan keinginan terakhir suami tante, walaupun mengorbankan perasaan dan kebahagian Irva sama sekali? tante sama sekali tidak menghargai perasaan Irva sama sekali? dan jujur sekarang Irva mulai menyukai seseorang dan membuat saya merasa nyaman didekatnya?" Tanya Irva kesal melihat Bunda nya Aryo, yang sama sama paksa Irva untuk terima perjodohan yang tidak pernah Irva inginkan selamanya, dan dengan terpaksa Irva kasih tahu jika sekarang Irva sedang jatuh cinta dengan seseorang
" Bukan begitu maksud tante, memangnya siapa yang kamu cintai?" Tanya Bunda nya Aryo yang tidak menyangka, jika Aryo kalah cepat untuk mendapatkan hatinya Irva lagi
" Kamu lagi dekat dengan seseorang? kok saya tidak pernah lihat sama sekali Irva?" Tanya Hendra heran mendengar ucapan Irva, yang bilang lagi jatuh cinta dengan seseorang, ada rasa sakit yang Hendra rasakan saat mendengar Irva lagi jatuh cinta dengan seseorang
" Orang itu kamu Hendra, walaupun selama ini saya sering bentak kamu, marah marah ke kamu karena selalu kepo dengan urusan pribadi saya dan sekarang bisa membuat saya nyaman didekat kamu, karena kamu tidak lagi campurin urusan saya, tidak membahas pekerjaan sama sekali, dan selalu mau saya repotkan oleh karena itu membuat saya mulai nyaman didekat kamu Aryo" Lanjut Irva terus terang, walaupun malu harus jujur seperti ini, tapi terpaksa Irva lakukan supaya Aryo stop gangguin Irva lagi apa lagi paksa Irva untuk jadi istrinya
" Apa? ini tidak mungkin Irva? apa tidak bisa memberikan kesempatan kedua untuk anak bunda?" Tanya Bunda nya Aryo yang tidak percaya jika Irva bisa suka dengan asistennya
" Kalian tolong hargai apa yang dirasakan oleh Irva, jika memang Irva dan Aryo tidak jodoh, maka ikhlaskan lah tante demi kebahagiaan Irva,dulu disaat Irva bersama Aryo selalu disakitin sesuka hati, bahkan saat ayah nya masih ada dan menginginkan mereka bersatu kembali, justru disia siakan oleh Aryo bukannya sadar dan bersikap manis ke Irva yang hatinya sudah terluka, dan sekarang disaat ayah nya sudah meninggal dunia, berusaha keras untuk mendapatkan hati Irva setelah hatinya semakin disakiti, itu tidak mudah untuk diluluhkan kembali tante, jadi saya harap tolong kalian pergi dan selamanya jangan pernah ketemu dengan Irva lagi apa lagi berharap Irva dan Aryo jadian,itu tidak akan pernah terjadi, karena saya juga mulai menyukai Irva dan saya bahagia melihat Irva kembali seperti dulu yang ramah, periang, dan pekerja keras kembali. jadi saya tegaskan jangan pernah ganggu Irva lagi apapun alasannya" Tegas Hendra menatap sinis kearah Aryo dan bunda nya, Hendra pegang tangannya Irva dan mencium tangannya Irva didepan Aryo dan bunda nya.
__ADS_1
" Kalian tega, membuat keinginan almarhum suami saya jadi sia sia" Teriak Bunda nya Aryo dengan histeris, setelah mendengar pengakuan Irva dan Hendra yang ternyata selama ini diam diam suka, dan belum berani menyatakan cinta nya
Aryo yang terpukul mendengar kenyataan pahit, jika Hendra dan Irva diam diam saling mencintai, berusaha menerima kenyataan pahit yang ada, Aryo yang melihat bunda nya nangis dengan histeris,berusaha ajak Bunda nya untuk keluar dari tokonya Irva, dengan menahan rasa malu, sakit hati karena rencananya gagal total dan tidak bisa mewujudkan keinginan terakhir ayah nya,melihat Aryo dan Irva bersatu kembali