ASISTEN KU SUAMI KU

ASISTEN KU SUAMI KU
Akhirnya ketemu


__ADS_3

Aryo tidak putus asa, dan tidak akan kembali ke kantor, karena niat hari ini untuk ketemu dengan Irva membuat Aryo rela menunggu Irva kembali setelah makan siang.


" Demi menebus rasa bersalah ke almarhum ayah dan demi membuat bunda tidak sedih lagi, rela deh nungguin perempuan itu, bener bener menyebalkan sekali rasanya, berjuang seperti ini" Ucap Aryo mulai kesel, karena mau ketemu saja begitu sulit sekali.


Aryo yang melihat Irva turun dari mobilnya, langsung jalan menghampiri Irva, dan harus berjuang mendapatkan perhatian dari Irva lagi.


" Akhirnya ketemu juga, Irva apa kabar?" Tanya Aryo berusaha santai dan senyum semanis mungkin didepan Irva


" Tidak usah basa basi deh, mau apa kesini? sepertinya resepsionis saya sudah bilang kan jika saya tidak ingin ketemu dengan kamu dan kenapa masih ada disini?" Tanya Irva penuh amarah melihat Aryo, seperti orang yang amnesia dengan ucapannya sendiri


" Saya cuman minta maaf ke kamu, atas sikap kasar saya ke kamu dan ucapan saya ke kamu, saya mau berteman baik dengan kamu, apa kamu  mau berteman dengan saya? saya janji akan membatalkan perjodohan kita, demi kita bisa berteman kembali dari pada musuhan cuman karena menolak perjodohan kan?" Tanya Aryo berusaha meyakini Irva, jika Aryo akan membatalkan perjodohan demi bisa berteman dengan Irva


" Dia tidak akan melanjutkan perjodohan ini? Ah mustahil ini pasti akal akalan dia, lagian semuanya sudah siap untuk meninggalkan rumah ayah dan supaya ayah tidak seenaknya pakai ancam anak sendiri demi orang lain?" Batin Irva tidak percaya dengan perubahan sikapnya Aryo


" Maaf yah, saya tidak sudi bertemen dengan laki laki kasar seperti kamu, jadi lupakan segala niat kamu yah, saya tidak butuh temen seperti kamu apa lagi tidak butuh suami kasar seperti kamu, tidak akan pernah bahagia saya bersama kamu mengerti, ingat Aryo tidak semua orang bisa menerima kata maaf begitu saja, dan melupakan perlakuan kasar yang sudah diterimanya." Tegas Irva tidak ingin direndahkan dan diremehkan oleh Aryo jika langsung memberikan maaf dan mau bertemen dengan Aryo

__ADS_1


" Maafkan saya jika selama ini kasar dengan kamu, dan saya bener bener ingin merubah sikap saya, karena musuhan terlalu lama juga tidak enak rasanya, walaupun kamu mantan saya, tapi saya ingin menebus kesalahan saya selama ini ke kamu sebagai temen biasa untuk kamu" Bujuk Aryo berusaha untuk santai dan tidak emosi, karena Irva tidak mudah bujuk  sama sekali


" Saya tegas kan sekali lagi saya tidak butuh temen seperti kamu dan tidak butuh suami seperti kamu, lebih baik sekarang pergi dari sini dan jangan pernah kesini lagi, jangan sampai saya perintahkan satpam disini untuk menghajar kamu dan usir kamu dari sini!" Ancam Irva penuh emosi, Irva tidak akan sudi percaya dengan ucapan manis yang diucapkan oleh Aryo


Irva langsung pergi, karena meladenin Aryo terus, sama saja membuang waktu bagi Irva, karena Irva tidak akan sebodoh itu percaya dengan janji manis yang diucapkan oleh Aryo begitu saja, rasa sakit yang Irva rasakan bertahun tahun, tidak akan mudah hilang dengan kata maaf saja


Aryo melihat Irva pergi dan menolak ajakan untuk bertemennya, membuat Aryo  mengepalkan tangannya, menahan emosi karena sudah jauh jauh ke kantornya Irva dan menunggu lama tapi ditolak begitu saja, apa lagi sampai membujuk tetep saja ditolak niat baiknya, membuat Aryo masuk kedalam mobilnya dengan perasaan kesal sekaligus malu karena harus mohon mohon ke Irva tapi ditolak


Dilain sisi, Bunda nya Aryo ziarah ke makam suaminya, tidak menyangka jika suaminya akan meninggal dunia secepat ini apa lagi penyebab kematiannya karena kaget mendengar Aryo teriak dan menolak perjodohannya dengan Irva.


Bunda nya Aryo melanjutkan ngaji didepan makam suaminya, sebelum pulang ke rumahnya setelah selesai curhat membahas perjodohan Irva dan Aryo


Dilain sisi, Irva tidak percaya dengan Aryo yang melupakan perjodohan begitu saja dan ajak bertemen biasa, Irva tidak akan terjebak dengan ucapan manis Aryo tadi.


"Enak saja minta maaf, mau bertemen baik, dan melupakan perjodohan begitu saja, dia fikir saya sebodoh itu percaya dengan mulut manisnya, seandainya ayah tidak sampai tega ancam ancam segala mungkin masih mau bertemen biasa, tapi ayah mana mau terima jika saya dan Aryo tidak jadi menikah, anak dipaksa nikah cuman karena menghargai keinginan ayah nya Aryo yang sakit jantung, yang akhirnya meninggal dunia karena kaget mendengar ucapan Aryo, dan melanjutkan perjodohan demi menghargai almarhum tanpa memikirkan saya bisa bahagia atau tidak, sungguh menyebalkan sekali" Batin Irva yang selamanya tidak akan mau menikah dengan Aryo cowok kasar dan seenaknya

__ADS_1


Irva yang kesal, berusaha jalan ke ruangannya, dan berharap hari ini bisa fokus bekerja walaupun diganggu dengan kehadiran Aryo tadi dikantor


Dilain sisi, Aryo meminta asistennya untuk ke ruangannya, tanya rencana untuk membujuk Irva, karena dengan ucapan manis ditolak.


" Kenapa anda tidak ajak kerjasama bareng? anda bisa minta perusahaannya Irva untuk membangun ruko untuk anda jual iyah kan? lumayan untuk perusahaan kita juga pak, anda bisa minta Irva untuk membuat desain yang  anda ingin kan, atau pembangunan rumah, yang lumayan kan pengerjaannya beberapa bulan kan, itu artinya anda bisa ketemu dengan Irva bisa beberapa kali" Ucap Asistennya Aryo yang heran melihat Aryo yang gagal membujuk Irva


" Bagaimana jika ditolak? saya malas jika sudah bermanis manis tapi ditolak, bener bener menguji kesabaran saya jadinya bikin kesel saya?" Tanya Aryo pesimis dan mulai kehilangan kesabaran


" Anda coba dulu lah pak, jangan menyerah begitu saja, anda ingin menebus rasa bersalah anda ke almarhum kan, yah harus berjuang lah pak untuk meluluhkan hatinya Irva pak, atau saya yang mengajukan pembangunan rumah ke Irva?" Tanya Asistennya Aryo yang akhirnya mau membantu Aryo, supaya cepet selesai masalah perjodohannya Aryo dan Irva, supaya tidak terlalu lama dan malas mendengar Aryo pusing membahas perjodohan yang diingin kan oleh almarhum ayah nya


" Yah boleh lah, besok kamu urus semuanya, berapapun harga yang diberikan Irva terima saja, saya yakin Irva akan melakukannya ke kamu, demi membujuk perempuan itu, saya sudah lelah berjuang seperti ini" Lanjut Aryo yang sudah cape bujuk bujuk Irva terus


" Yah baik pak, akan saya urus semuanya" Lanjut Asistennya Aryo yang akan secepatnya masukin proposal kerjasama dengan perusahannnya Irva, demi membantu Aryo membujuk Irva


Aryo merasa bahagia dan lega, karena lagi lagi asistennya mau membantu masalah pribadinya, karena Aryo sudah kehabisan ide untuk bujuk Irva

__ADS_1


__ADS_2