
Hendra selama proses koneksi cctv berusaha ajak ngobrol Irva dan hati hati dalam bicara, takutnya Irva jadi marah dan curiga dengan pertanyaan Hendra.
" Kamu tidak jual baju baju cewek?" Tanya Hendra sambil melihat layar monitor
" Memang mau jual kok, karena mobil rusak yah nunggu mobil selesai dulu, ambil paspor dan baru ke Korea deh belanja banyak disana." Ucap Irva tidak sabar untuk belanja ke Korea bersama kedua karyawannya.
" Mau saya temani selama di Korea? Saya tahu tempat agen agen baju yang bagus di Korea, dan bisa kamu datangin, selain itu saya bisa bantuin bawain barang barang berat, tenang saja saya akan sewa kamar hotel, kedua karyawan kamu disini saja untuk buka toko selama kamu belanja?" Tanya Hendra berharap Irva mau ditemani selama belanja di Korea
" Mereka sudah saya buatkan passor, jadi otomatis mereka bisa ikut saya, kamu kan kerja masa mau temani saya sih? nanti ayah saya curiga bagaimana karena kamu tidak masuk kerja kan walaupun beberapa hari?" Tanya Irva menatap Hendra yang bisa bisanya menawarkan diri untuk ditemani selama belanja di Korea
" Tenang saja, saya bisa ajukan cuti selama tiga hari, biarin saja ayah kamu kerja sendirian, saya juga kan butuh liburan sambil bantuin kamu kan seru sepertinya, liburan sambil kerja" Lanjut Hendra sengaja, Hendra sengaja seolah seenaknya padahal mana tega Hendra seenaknya keatasannya yang sudah semakin tua
" Kamu bener, yah baik lah kalo kamu mau ikut sih boleh boleh saja" Lanjut Irva seneng karena Hendra bisa seenaknya ke ayah nya
" Terimakasih yah sudah deh, saya ke kantor yah soalnya sudah ada ayah kamu di kantor, jangan sampai beliau curiga dan nanti saya kesini lagi yah" Lanjut Hendra yang sudah selesai pasang cctv dan koneksikan monitornya ke hanphone nya, jadi tahu apa saja yang dilakukan Iirva selama di tokonya
Hendra senyum bahagia karena rencananya berhasil, dan membuat Irva luluh tidak serese dulu lagi, Hendra lngsung keluar dari rukonya Irva menuju mobilnya dengan perasaan bahagia
Dilain sisi, Ayah nya Irva melihat Aryo yang ada didepan kantornya, langsung jalan menuju Aryo yang datang ke kantornya
__ADS_1
" Kok om disini? Irva kemana om, kenapa tidak masuk kerja?" Tanya Aryo penasaran karena tidak melihat mobilnya Irva
" Irva kemarin keluar dari rumah, dan dia curiga dengan kita Aryo dengan tidak tiba membatalkan perjodohan kalain dalam waktu yang sama, akhirnya Irva mempercepat keluar dari rumah, padahal om sudah membatalkan ancaman om tapi Irva tidak percaya sama sekali, dengan ucapan om, akhirnya Irva tetep memilih keluar dari rumah kemarin" Ucap Ayah nya Irva terus terang dan tidak menyangka, jika Irva bisa curiga dan bisa siapkan apa yang harus dilakukan setelah keluar dari rumah
" Apa om? pantasan saja Irva tetep menolak kehadiran Aryo, dan apapun yang Aryo ucapkan di tolak terus, baru tahu Aryo" Tanya Aryo tidak menyangka, jika Irva bisa curiga dengan cepat, padahal cuman ucapan yang diucapkan dalam waktu yang sama
" Iyah betul dan sekarang om membiarkan Irva hidup mandiri diluar" Lanjut Ayah nya Irva, tidak cemas dengan keadaan anaknya sekarang, karena Irva dalam pengawasan Hendra
" Apa om tahu Irva tinggal dimana sekarang? dan apa boleh Aryo ketemu Irva sekarang?" Tanya Aryo yang ingin melanjutkan perjuangannya, untuk meluluhkan hatinya Irva
" Kata orang suruhan om, jangan sekarang om ketemu dengan Irva, karena takutnya Irva curiga dan semakin jauh Irva pergi, tidak ada yang bisa mengawasi jika Irva terlalu jauh perginya, sekarang yang bisa kita lakukan apapun yang diminta orang suruhan om saja, biarkan Irva tenang dulu" Lanjut Ayah nya Irva, yang setuju dengan rencananya Hendra, biarkan Irva tenang dulu, dan biarkan Irva melakukan apapun yang diinginkannya sekarang
Dilain sisi, Hendra akhirnya ke kantor, setelah membantu Irva, Hendra merasa lelah dengan pekerjaan tambahan seperti ini, karena waktu tidurnya berkurang demi menjalankan tugas dari atasannya
" Akhirnya bisa melihat Irva seperti dulu lagi, anak itu memang manis dan dasarnya anak baik jika tidak dibuat marah dan kecewa, sama waspada yang berlebihan yang membuat orang orang anggap Irva orang yang sombong dan kasar,walaupun jadi perempuan tidak ada lembutnya sama sekali" Ucap Hendra sambil menyalakan monitor cctv dari hanphone nya, yang disengaja dikoneksi supaya Hendra bisa pantau kondisi Irva selama dua puluh empat jam
Dilain sisi, Irva dan kedua karyawannya mulai sibuk melayani pembeli yang datang ke rukonya, untuk belanja aksesoris, yang Irva jual, Irva yang sudah belajar cara melayani pembeli dengan baik dan benar.
" Gelang ini langsung kita import dari luar ka, jadi ini original ka" Ucap Irva ramah saat melayani pembeli yang tanya barang yang dijual oleh Irva
__ADS_1
" Mau deh ka, aku beli dua yah ka, aku suka sekali dengan modelnya ka" Ucap Konsumen yang datang ke tokonya Irva
" Baik akan kita bungkus" Ucap Karyawannya Irva, langsung bungkus gelang yang dibelinya
Irva melihat tokonya banyak pembeli merasa bahagia sekali melihatnya, tidak sia sia jika pilihan Irva mandiri seperti sekarang, bisa merasakan dari nol untuk mencari uang dan tanpa bantuan ayah nya sama sekali
Dilain sisi, Hendra setelah mengerjakan pekerjaan kantor, langsung keruangan atasannya,untuk kasih lihat hanphone yang sengaja dibeli untuk dijadikan layar monitor di tokonya Irva.
" Barang dagangannya Irva barang original semua, saya takut ada yang maling Hendra, tolong pilih bodyguard untuk awasin rukonya Irva, Bodyguard nya tolong disewakan ruko saja, untuk dijadikan tempat tinggal tepat didepan rukonya Irva, saya takut ada yang jahat ke Irva" Ucap Ayah nya Irva, yang melihat barang jualan anaknya
" Anda benar pak, saya memang cemas akan hal itu pak, baik lah besok saya akan sewa rumah yang disebalh rukonya Irva mau dijual pak" Ucap Hendra kasih tahu atasannya
" Jangan disewa, tapi dibeli saja, karena kan kita tidak tahu Irva tinggal disana sampai kapan, biarin saja saya punya rumah disana juga, yah sudah tolong di proses yah besok pembelian rumah dan bodyguard untuk tinggal disana, jika ditanya pekerjaan mereka bilang saja ojek pangkalan yah, kalo begitu siapkan tiga bodyguard saja supaya lebih aman dan malam ada yang masih melek, untuk awasin rukonya Irva" Lanjut Ayah nya Irva yang ingin melindungi anaknya, walaupun Irva mau pergi selamanya, tapi sebagai orang tua tentunya tidak tenang, jika sepenuhnya tidak peduli dengan keamanan dan keselamatan Irva selama ada di Bogro
" Baik pak, besok saya akan ke sana pak, syukur lah ide anda sebelum Irva tiga hari belanja ke luar negeri untuk barang belanjaannya pak, dan saya ijin tiga hari untuk membantu dan mengawasi Irva pak, jadi ide anda pas sekali ruko akan ditinggal selama tiga hari pak" Lanjut Hendra terus terang kasih tahu apa yang akan dilakukan Irva dan karyawannya
" Alhamdulillah, jika apa yang saya lakukan untuk Irvas pas, yah sudah baik Hendra boleh kok, kamu ikut belanja sekalian jagain Irva selama disana yah" Lanjut Ayah nya Irva lega, karena punya rencana yang kebetulan dibutuhkan oleh Irva
Hendra merasa bahagia sekali, karena diberikan ijin untuk temani Irva selama belanja di Korea dan Hendra besok akan proses beli rumah disebelah rukonya Irva, dan pemantauan yang memang dikhususkan untuk melindungi Irva secara diam diam
__ADS_1