
Irva tidak menyangka ketemu dengan Aryo dan ibu nya di Restoran yang sudah Irva janjian, untuk ketemu dengan calon karyawannya, membuat Irva berusaha menghargai ibu nya Aryo dan mau menghargai Aryo yang sejujurnya Irva sudah malam sekali untuk bermanis manis didepan Aryo.
" Tante apa kabar? Irva ikut sedih yah tante dengan musibah yang menimpa keluarga tante" Ucap Irva basa basi
" Alhamdulillah sudah baikan Irva, iyah terimakasih atas ucapan dukanya, oh ya Irva apa mau makan malam bersama tante, karena tante sudah rindu makan bersama Irva." Ucap Bunda nya Aryo, yang mengambil kesempatan untuk pelan pelan mendekati Irva
" Makan malam bersama, oh tidak bisa,selama ini menjahui Aryo dan sekarang bunda nya dengan santai ajak makan malam bersama tidak bisa"Batin Irva kaget saat mendengar keinginan Bunda nya Aryo untuk diajak makan bersama
" Maaf bunda tidak bisa, Irva mau ketemu orang disini dan permisi" Lanjut Irva langsung pergi, sejujurnya Irva tidak tega menolak keinginan bunda nya Aryo, tapi orang yang dijahuinya ada ditempat yang sama, membuat Irva malas sekali bersikap manis
"Lagi lagi menjauh dan menolak diajak bunda" Batin Aryo sedih karena cara baik baik ditolak oleh Irva
" Sabar Aryo namanya juga perempuan, memang sulit untuk di luluhkan ingat Aryo harus terus berjuang demi ayah kamu yah" Lanjut Bunda nya Aryo yang ingin Aryo menebus kesalahannya dan turutin keinginan suaminya
" Iyah bunda, yah sudah makan yuk, Aryo sudah lapar" Lanjut Aryo yang langsung ajak bunda nya makan malam berdua, Aryo berusaha melukan Irva selama makan malam bersama bunda nya, dan tidak membuat Bunda nya sedih dengan melihat Aryo masih kesel dengan Irva
Dilain sisi,Irva langsung ajak kedua karyawan barunya ke ruko barunya, Irva merasa bersyukur karena Aryo tidak berusaha mengikutinya sama sekali, membuat Irva bisa dengan santai pergi bersama karyawannya.
" Kalian akan tinggal di ruko saya, tiga hari lagi baru saya susul untuk tinggal diruko dan kita akan langsung belanja" Ucap Irva sengaja mempercepat belanjanya karena takut ketahuan, jika terlalu lama belanja
__ADS_1
" Baik bu Irva, dan saya siap jadi model juga bu" Ucap Lilis yang merasa bahagia karena mendapatkan dobel job dari Irva
" Bagus, kita akan sering bikin story untuk promosi barang dagangan saya, kalian tidak usah kwatir selama tiga hari menunggu saya, kalian sudah saya siapkan makanan didalam kulkas, jadi kalian tidak usah bingung soal makan, kalian tinggal masak saja" Ucap Irva langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
Diam diam Hendra asistennya Irva mengikuti kemana pun Irva pergi, karena Hendra penassaran dengan perubahan sikapnya Irva yang tidak biasa.
" Mereka mau kemana dan mereka siapanya Irva? kenapa sepertinya terburu buru sekali" Tanya Hendra penasaran dengan sikapnya Irva yang buru buru masuk mobil dan diikuti dua orang yang baru dilihat oleh Hendra
Hendra berusaha ikutin kemana pun Irva pergi dan berusaha untuk tidak kehilangan Irva sama sekali, Hendra kaget melihat Irva jalan ke kota Bogor
" Mau ngapain mereka? kenapa harus ke Bogor padahal ini kan sudah malam dan mau pulang jam berapa mereka?" Tanya Hendra semakin penasaran, karena Irva berani ke Bogor sampai malam
Hendra berusaha jaga jarak aman supaya tidak ketahuan dengan Irva, jika Hendra ikutin Irva sejauh ini
" Perempuan itu berani sekali bilang kita pengemis, cuman karena diajak kerjasama saja, memangnya dia siapa berani sekali menghina kita" Ucap Aryo yang merasa kesabarannya diuji oleh Irva
" Terus sekarang bagaimana pak, apa kita mundur saja? saya yang mendengarnya saja kesal sekali pak, masa cuman diajak kerjasama dianggapp pengemis oleh Irva
" Entah lah, saya mulai malas membujuk Irva, apa lagi mendapatkan penghina seperti itu, tapi bunda saya masih saja mengharapkan pernikahan tetep berjalan dan parahnya yang ingin saya menikah dengan Irva kan almarhum ayah saya, dan beliau meninggal karena saya bentak Irva didepan ayah saya, orang yang punya penyakit jantung kan tidak bisa dikagetin seperti itu lagi kan, bisa saya bingung sekarang" Lanjut Aryo yang serba salah, mau marah dan menyerah tapi bunda nya juga mengingin kan pernikahan ini terjadi
__ADS_1
" Saya ragu Irva mau luluh dan mau sampai kapan anda seperti ini kan? saya sudah menyerah untuk bujuk Irva pak?" Tanya Asistennya Aryo yang sudah menyrah untuk membujuk Irva, untuk menerima proyek yang ditawarkan, padahal nominal proyeknya juga sangat besar dan sangat menguntungkan untuk perusahaan Irva
Dilain sisi, Irva ajak karyawannya untuk masuk kedalam ruko dan Irva senyum bahagia karena spanduknya sudah dipasangkan dan langsung masuk kedalam ruko bersama karyawannya
" Disini ada banyak kamar, dan kamar kalian ada dilantai dua dan ada kamar mandi didalam kamar kalian,jadi tidak usah risih selama ada didalam kamar, dan ada dapur juga dilantai dua jadi tidak usah bulak balik ke lantai bawah untuk masak saja" Ucap Irva yang kasih tahu lantai duanya
" Alhamdulillah bu" Ucap Karyawannya Irva
" Yah sudah saya antar kalian ke lantai dua dan setelah itu saya pulang, insya allah besok saya kesini lagi yah" Lanjut Irva langsung melanjutkan jalan menuju lantai dua sambil kasih tahu ruangan ruangan yang ada dilantai satu, dan Irva juga kasih tahu jika dibutik nya ada cctv jadi aman di butiknya
Dilain sisi, Hendra kaget melihat apa yang dilihatnya sekarang, sebuah ruko yang disulap oleh Irva menjadi butik dan sepertinya baru didirikan oleh Irva.
' Apa ini penyebabnya Irva sering datang terlambat ke kantor dan Irva sering terlihat buru buru, sepertinya dirahasiakan sekali keberadaan butik ini, tapi kenapa yah dan hebat juga Irva mau hidup mandri sepertinya" Ucap Hendra setelah puas ikutin Irva dan Hendra berencana ikutin Irva pulang sampai rumah, dan Hendra berusaha untuk menjaga rahasia Irva sampai tahu alasan Irva buka butik diam diam seperti ini
Dilain sisi, Orang tuanya Irva cemas karena anaknya jam segini belum pulang pulang juga,sudah beberapa hari ini Irva sering pulang malam
" Sebenarnya apa yang dilakukan Iirva sampai malam seperti ini yah ayah?" Tanya Bunda nya Irva yang cemas akan keselamatan Irva
" Apa sebaiknya kita minta asistenya Irva untuk cari tahu Irva sering kemana setiap hari dan selalu sampai malam setiap pergi" Ucap Ayah nya Irva yang semakin cemas apa yang sebenrnya Irva lakukan selama diluar rumah
__ADS_1
" Iyah bener ayah, supaya kita tidak was was terus menerus, dan bisa tenang jika sudah mendapatkan jawaba" Lanjut Bunda nya Irva setuju, jika Asistennya Irva yang selidiki apapun yang dilakukan Irva
Ayah nya Irva langsung telefon asistennya dan minta cari tahu sebenrnya apa yang dilakukan oleh Irva sampai pulang malam seperti ini