ASISTEN KU SUAMI KU

ASISTEN KU SUAMI KU
Harus bagaimana


__ADS_3

Hendra yang mendengar keluhan ayah nya Irva, atas perubahan sikap Irva setelah diancam disita semua fasilitasnya jika menolak untuk menikah dengan Aryo, dan disaat ayah nya membatalkan ancamannya, tidak membuat Irva seperti dulu lagi dan seperti menghindar.


" Saya jadi tahu, kenapa Irva selalu menghindar setiap saya tanya kegiatan Irva akhir akhir ini, sepertinya Irva takut rencananya akan gagal, untuk buka butik ditempat kemarin" Batin Hendra yang mengerti akan perusahan sikap dan ucapannya Irva, yang lebih waspada, walaupun tidak kasih tahu alasannya, tapi Hendra bisa menebak apa yang terjadi


" Saya harap kamu mata matain, apa yang dilakukan Irva selama ini dan laporkan ke saya,saya heran kenapa Irva selalu menjauh dari orang tuanya, padahal perjodohan sudah dibatalkan supaya tidak menyiksa perasaannya Irva terus menerus, dan saya membiarkan Irva tetep menjalankan perusahaan tapi anak itu, tidak terlihat bahagia sama sekali dan selalu menghindar, saya harap kamu tahu apa yang membuat Irva berubah menjadi tertutup seperti ini" Ucap Ayah nya Irva, bener bener bingung dengan anaknya, tidak pernah ngobrol, makan, dan jalan jalan. Irva bener bener tertutup sekali


" Harus bagaimana ini, jika kasih tahu maka Irva semakin jauh dari orang tuanya dan jika dibiarkan kasihan juga mereka, akan selalu penasaran dengan perubahan sikap anak satu satunya, yah tuhan apa yang harus saya lakukan sekarang" Batin Hendra bingung, jika jujur sudah pasti Irva akan semakin benci dengan orang tuanya dan jika dibiarkan tidak tega melihat atasannya seperti ini


" Kapan waktu Irva meninggalkan rumah ini? kalo anda mau sabar dan membiarkan saya bujuk Irva untuk tidak pergi dan tidak berubah seperti ini, insya allah  Irva akan kembali seperti dulu pak, jika saya ikutin dan Irva tahu pasti Irva marah ke saya karena sudah ganggu privasinya" Ucap Hendra terus terang, karena Hendra tidak ingin membuat Irva semakin tidak nyaman, bahkan akan pergi semakin jauh


" Menurut kamu itu yang terbaik untuk Irva? yah sudah baik lah saya akan biarin kamu bujuk Irva, tanpa saya ganggu sama sekali, Irva batas akhir pergi dari rumah akhir bulan" Lanjut Ayah nya Iirva yang berharap jika Hendra berhasil membujuk Irva, tetep ada dirumah dan tidak menutup diri lagi, karena ayah dan bunda sangat rindu dengan Irva yang ceria dan selalu terus terang, apapun yang dilakukan oleh Irva


Hendra merasa lega, karena atasannya memberikan kepercayaan untuk membujuk Irva dan tidak membuat Irva merasa risih sama sekali


Dilain sisi, Aryo dan asistennya ada kunjungan kerja di kota Bogor membuat Aryo akan ke Bogor bersama bunda nya, karena Aryo tidak ingin membuat bunda nya bosan di kantor terus.


" Pak Aryo, pergi bersama anda saja bu, kalo saya ada kerjaan soalnya bu" Ucap Asistennya Aryo bohong, karena jika jujur tentunya bunda nya Aryo tidak akan mau ikut, karena tidak ingin ganggu anaknya lagi kerja

__ADS_1


" Kamu tidak bohong kan? bohong ke orang tua itu tidak baik loh" Ucap Bunda nya Aryo yang tidak sepenuhnya yakin jika asistennya ada jadwal lain


" Sudah bunda, jangan dikfikirin bunda, sekarang kita berangkat untuk meeting bersama client di Bogor" Ucap Aryo langsung siapin dokumen yang dibutuhkan, untuk rapat nanti


Bunda nya Aryo nurut saja anaknya ngajak ke Bogor untuk rapat bersama client nya, walaupun tidak percaya tapi berusaha menghargai anaknya  mau ajak jalan jalan sambil kerja


Dilain sisi, Irva menatap Hendra hari ini tidak banyak bicara, yang tidak penting membuat Irva berusaha santai kerja bersama Hendra hari ini, karena asistennya hari ini bisa bersikap normal


" Alhamdulillah Irva, proyek dua bulan yang lalu berhasil, saya tidak pernah ragu dengan kemampuan kamu dalam. Kerja, bos cantik yang selalu sukses mendapatkan job." Ucap Hendra berusaha tidak kepo dengan urusannya Irva, supaya Irva nyaman dan akhirnya akan cerita sendiri penyebab Irva menjadi ketutup seperti ini dan selalu marah jika ditanya urusan pribadinya


" Alhamdulillah pak Hendra, saya berusaha bekerja dengan baik, masa saya asal asalan membuat desain perumahan yang diminta oleh client sih, buat apa kuliah jika saya tidak mampu bekerja dengan baik" Ucap Irva yang mulai nyaman kembali ngobrol bersama Hendra, karena yang dibahas tentang pekerjaan


" Saya kekantor cuman sampai siang saja yah, tidak ada jadwal rapat juga kan, jadi saya bisa pulang cepat" Lanjut Irva berharap Hendra tidak melarangnya


" Silahkan saja Irva, saya bisa handel pekerjaan kamu ko, santai saja yah" Lanjut Hendra sejujurnya penasaran, sebenarnya Irva mau kemana dan kenapa harus kerja sampai siang saja.


" Tumben tidak kepo dengan urusan saya?" Tanya Irva mulai curiga, karena Hendra tidak seperti biasanya.

__ADS_1


" Untuk apa saya kepo dengan urusan kamu kan, ke kantor yuk karena masih jam kerja." Lanjut Hendra yang berusaha tidak kepo, jika kepo Irva akan menjauh dari Hendra


Irva mendengar ucapan Hendra tidak sepenuh nya percaya dan berusaha untuk tidak peduli sama sekali, walaupun Irva menatap Hendra dengan tatapan curiga walaupun tanpa bukti sama sekali.


Dilain sisi, Bunda nya Irva setuju jika Hendra yang pelan pelan, mendekati Irva dan tidak membuat Irva marah dan risih


" Semoga Hendra berhasil, karena bunda bener bener rindu dengan Irva yang ceria" Ucap Bunda nya Irva. Berharap anaknya mau kembali seperti dulu lagi.


" Kata Hendra jika diikuti, dan pas ketahuan pasti Irva semakin marah ke kita dan menutup diri dengan kita, apa lagi Irva beneran jadi pergi meninggalkan rumah ini." Ucap Ayah nya Irva, yang berharap jika Hendra berhasil dengan misinya meluluh kan hatinya Irva


Dilain sisi, Aryo setelah rapat, ajak bunda nya untuk belanja kebutuhan dapur, karena sudah habis bahan masakan, selain itu Aryo ajak bunda nya belanja baju kerja untuk bunda nya dan makeup untuk bunda nya, bunda nya Aryo semenjak suaminya meninggal dunia, tidak pernah makeup sama sekali.


" Bleze pilihan bunda tadi cakep cakep bunda, membuat bunda awet muda jadinya." Ucap Aryo setelah ajak bunda nya belanja banyak


" Bisa saja gombalan bunda yah, tapi terimakasih yah sudah ajak bunda belanja untuk kebutuhan kerja bunda, dan tidak pakai lagi blezer lama yang sudah mulai kusam." Ucap Bunda nya Aryo bahagia, karena anaknya tahu apa yang dibutuhkan oleh bunda nya.


" Saama sama Bunda, Aryo akan berusaha membahagiakan bunda, dan memberikan apapun yang bunda butuhkan, supaya tidak sedih lagi. Sekarang bunda mau belanja apa lagi? Mumpung masih siang bunda" Lanjut Aryo berusaha ingin turutin apapun, yang bunda butuhkan

__ADS_1


" Tidak ada Aryo, yah sudah pulang saja kalo begitu, bunda sudah lelah dan ngantuk nak" Lanjut Aryo yang bawa sendiri belanjaan bunda nya sekarang, menuju mobil yang ada ditempat parkiran mobil.


__ADS_2