ASISTEN KU SUAMI KU

ASISTEN KU SUAMI KU
Terimakasih


__ADS_3

Hendra bantuin Irva untuk bawain koper berisi dagangannya Irva, yang tidak mungkin dikirim melalui paket, yang sudah Irva kirim sebelumnya, Irva melihat perubahan Hendra beberapa hari ini merasa senang sekali.


" Terimakasih yah Hendra, kamu bener bener mau saya repotkan selama ada di Korea" Ucap Irva merasa bahagia, karena Hendra bener bener baik ke Irva


" Sama sama Irva, walaupun kita sudah tidak temen kerja tapi kita masih bisa bertemen biasa kan, jadi saya mau bantuin kamu seperti ini, jadi santai saja" Ucap Hendra, Hendra merasa bersyukur menerima pekerjaan seperti ini dari atasannya, membuat Hendra bisa deket dengan Irva dan sama sekali tidak membahas pekerjaan membuat Hendra merasa senang didekat Irva


" Sebentar lagi pesawatnya akan lepas landas yah?" Tanya Erika tiba tiba


' Iyah sebentar lagi, dan semua barang kalian tidak ada yang ketinggalan kan?" Tanya Hendra,Hendra merasa kesal karena lagi ngobrol bersama Irva justru diganggu dengan pertanyaan yang menurut Hendra tidak penting sama sekali


" Sudah dibawa semua dan barusan dicek kembali barang barang bawaan kita" Lanjut Erika merasa yakin, jika semuanya sudah dibawa dan tidak ada yang ketinggalan sama sekali, jadi bisa pulang dengan tenang


" Alhamdulillah jika semuanya dibawa, dan bisa tenang kembali ke tanah air" Lanjut Hendra merasa lega, karena Irva, Erika, dan Ririn tdak lupa bawa barang barangnya


Dilain sisi, Aryo yang mendapatkan kabar jika Irva dan kedua karyawannya akan pulang, membuat Aryo merasa lega dan bahagia karena akhirnya akan ketemu dengan Irva lagi, Bunda nya Aryo berharap kali ini anaknya tidak gagal untuk balikan lagi bersama Irva.


" Kamu harus cari cara untuk ketemu Irva di tokonya dan tidak membuat Irva curiga dan marah,jika perlu kamu minta bantuan Hendra asistennya Irva, untuk deketin kalian kembali, ini semua demi ayah kamu supaya tenang jika melihat kalian bisa bersatu kembali" Ucap Bunda nya Aryo, yang masih berharap anaknya bisa jadian kembali dengan Irva dan bisa menikahi Irva sesuai harapan suaminya dimasa lalu

__ADS_1


" Iyah bunda, Aryo akan berusaha semaksimal mungkin untuk bujuk Irva, semoga kita bisa jadian sesuai keinginan almarhum ayah dan keinginan bunda ya" Lanjut Aryo yang berharap tidak mengecewakan bunda nya lagi, dan akan berjuang sampai hatinya Irva bisa luluh kembali


Bunda nya Aryo berharap anaknya tidak gagal lagi, karena bunda nya Aryo semakin tidak sabar melihat Aryo dan Irva jadi suami istri, Aryo melihat senyum bunda nya jadi tidak tega jika gagal bujuk Irva dan tidak tega membuat bunda nya kembali sedih jika tahu Aryo gagal bujuk Irva


Dilain sisi, Hendra bantuin dorong kopernya Irva untuk masuk kedalam ruko, Hendra bener bener membuat Irva tidak merasa lelah sama sekali dengan perjalanan jauh yang harus bawa barang dagangan yang sengaja dimasukin kedalam koper.


" Alhamdulillah kita sampai disini dengan selamat, yah sudah Irva dan yang lain, kalo begitu saya pamit pulang yah, kalian bertiga hati hati disini yah" Ucap Hendra bahagia, karena menghabiskan waktu tiga hari bersama Irva dan temani Irva belanja kemana pun Irva belanja selama di Korea


" Terimakasih banyak Hendra sudah mau direpotkan untuk temani kita belanja, justru kamu tidak bisa menikmati jalan jalan kamu dengan leluasa selama disana, maaf yah jika saya merepotkan kamu kemarin" Ucap Irva merasa tidak enak hati karena terlalu merepotkan Hendra


" Sama sama dan santai saja Irva, saya tidak merasa direpotkan saama sekali kok, yah sudah permisi yah semuanya" Lanjut Hendra yang terpaksa harus pulang, sejujurnya masih betah ada didekat Irva tapi Hendra harus pulang karena besok Hendra akan kembali kerja diperusahaannya Irva.


Hendra langsung masuk kedalam mobil dengan terpaksa, karena Hendra harus kembali ke rumah dan memberikan laporan apa saja yang dilakukan Irva selama di Korea ke orang tuanya Irva supaya tenang tahu apa saja yang dilakukan Irva selama tiga hari diluar negeri.


Dilain sisi, Bunda nya Irva ingin sekali ketemu dengan Irva, sudah lama sekali tidak ketemu dengan anaknya, membuat ayah nya Irva bingung harus bagaimana turutin keinginan istrinya


" Sabar lah sayang, Irva saja baru dideketin oleh Hendra, baru luluh dan tidak curiga sama sekali sayang" Ucaap Ayah nya Irva, yang minta istrinya tidak minta ketemu dengan Irva deket deket ini, takutnya Irva jadi menjauh lagi

__ADS_1


" Tapi sayang, aku rindu sekali dengan Irva, harus menunggu berapa lama lagi sayang?" Tanya Bunda nya Irva yang tidak sabar ingin ketemu anaknya lagi, walaupun cuman beberapa hari saja


" Entah lah sayang, besok aku bahas bersama Hendra yah, bagaimana enaknya ketemu dengan Irva karena sekarang anak kita sudah tenang dan tidak emosian lagi sayang" Bujuk Ayah nya Irva yang berharap istrinya mau mengerti dan lebih sabar lagi menunggu waktu yang tepat untuk ketemu dengan Irva lagi


" Baik lah sayang, aku tidak ingin membuat anak kita seperti dulu lagi, dan aku akan berusaha lebih sabar menanti sayang" Lanjut Bunda nya Irva yang mau pasrah menunggu, waktu yang tepat.


Dilain sisi, Irva didalam kamar,senyum senyum sendiri, saat mengingat apa saja yang dilakukan bersama Hendra, selama di Korea.


" Ternyata Hendra baik sekali menjadi orang dan tidak protes sama sekali saat bawain barang belanjaan yang banyaknya luar biasa dan bener benerĀ  tidak ngeluh sama sekali, disaat diajak keliling untuk pilih barang yang cocok untuk dijual kembali" Ucap Irva merasa bahagia dideket Hendra, dan tidak menyesal mengijinkan Hendra untuk ikut belanja kemarin.


Dilain sisi, Hendra menceritakan apa saja yang dilakukan Irva dan kedua karyawannya selama di Korea, dan apa saja yang dibeli Irva untuk dijual lagi di tokonya


" Astaga, saya kok jadi kepengen beli barang dagangannya Irva, dan tidak menyangka jika Irva jual barang barang original yang pastinya modalnya juga tidak sedikit" Ucap Bunda nya Irva yang tidak menyangka jika anaknya mampu jual barang original, jadi tidak sabar ingin melihat barang jualannya Irva dan ingin sekali beli langsung barang dagangannya Irva


" Jika anda mau lihat langsung apa saja yang dijual Irva, lebih baik menunggu lima bulan lagi saja bu, supaya Irva tidak curiga dengan kehadiran anda tiba tiba ke rukonya Irva" Ucap Hendra yang sudah memperkirakan waktu yang tepat untuk ketemu dengan Irva


" Lima bulan lagi? Baik lah saya akan menunggu waktu yang sudah ditentukan, dari pada saya paksa ketemu Irva sekarang, membuat Irva tidak nyaman dengan kehadiran saya kan?" Tanya Bunda nya Irva yang pasrah ditentukan untuk ketemu anak sendiri, dan tidak membuat Irva sedih lagi saat melihat orang tuanya datang ke tokonya

__ADS_1


" Betul bu, maaf ya bu, jika saya menentukan kapan anda dan suami anda untuk ketemu Irva, ini semua demi kenyamanan bersama yah bu" Lanjut Hendra yang tidak ingin melihat Irva sedih, marah marah, dan jaga jarak, setelah Hendra mulai nyaman dideket Irva, Hendra tidak akan membiarkan Irva menjauh seperti dulu lagi.


__ADS_2