ASISTEN KU SUAMI KU

ASISTEN KU SUAMI KU
Kamu kenapa


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju Bogor Irva melihat Hendra diam saja tanpa ada ucapan apapun, membuat Irva penasaran karena Hendra tidak seperti biasanya.


" Kamu kenapa tidak kepo lagi dengan urusan saya? Apa lagi sekarang anterin saya ke tempat tinggal saya yang baru?" Tanya Irva menatap heran Hendra


" Males lah, bukan urusan saya juga, saya malas kepo kepo dengan urusan orang lain, jika butuh bantuan tinggal bilang saja ke saya, insya Allah akan saya bantu sebisa mungkin, sesuai keinginan kamu Irva, saya akan menjaga rahasia dimana kamu tinggal dari orang tua kamu. Rahasia kamu aman" Ucap Hendra santai, Hendra tidak akan membuat Irva tidak nyaman, apa lagi Irva sudah jauh dari orang tua, otomatis akan sulit Hendra awasi jika membuat Irva tidak nyaman sama sekali.


" Yakin? Tidak ada alasan lain?" Tanya Irva tidak percaya dengan perubahan sikapnya Hendra, yang Irva menilai sangat mendadak sekali, karena perubahan Hendra ini seperti direkayasa.


" Yakin dong, ngapain juga bohong lagian juga saya tidak ada untungnya juga bohongin kamu kan, jadi yah terus terang saja saya." Lanjut Hendra, Hendra berharap jika Irva tidak  merasa kagum dengan perubahan sikapnya yang mulai baik ke Irva, padahal perubahan sikap Hendra demi menjalankan perintah ayah nya Irva sajaa


" Bagus deh, jangan bikin saya, semakin jauh pergi dari orang tua" Tegas Irva menatap sinis ke Hendara


" Beres" Lanjut Hendra


Dilain sisi, Ayah nya Irva merasa lega karena akhirnya rencananya berhasil, tidak keluar rumah sama sekali, karena tadi mendengar ucapannya Hendran dan Irva yang belum pergi sama sekali, saat keadaan sudah sunyi ayah nya Irva keluar dari rumah.


" Oh akhirnya rencananya berhasil juga, bagus bagus ban mobilnya bocor semua" Batin Ayah nya Irva senyum puas, karena Irva akhirnya dianterin oleh Hendra itu artinya Irva dalam pengawasan Hendra membuat Ayah nya Irva merasa lega, anaknya tidak sepenuhnya sendirian diluar rumah

__ADS_1


Dilain sisi, Hendra pura pura kaget dengan tempat tinggal barunya Irva, dan bener saja Irva percaya dengan ucapannya Hendra


" Saya sudah mendirikan toko ini, sudah tiga minggu, setelah ayah saya dan Aryo sepertinya merencanakan untuk menjebak saya,dengan pura pura tidak melanjutkan perjodohan dan ayah membatalkan ancamannya, mungkin jika Aryo tidak bilang dari awal mungkin saya sudah terjebak dengan kebohongan orang tua saya" Ucap Irva terus terang, Irva langsung masukin semua barang barangnya kedalam butik


"Masih mau lihat lihat  toko kamu padahal, cuman karena sudah malam saya pamit pulang Irva, oh yah apa boleh besok saya kesini lagi, mungkin ada yang bisa saya bantu?" Tanya Hendra bener bener kagum, karena dalam waktu singkat, sudah jadi tokonya


" Boleh saja sih, besok saya akan ke Jakarta untuk ambil mobil saya, besok saya ke Jakarta sekalian bawa orang bengkel yang bantu masalah ban dan mobil langsung saya bawa kesini, Hendra saya mohon, jangan kasih tahu dimana saya tinggal dan apa yang saya kerjakan yah, saya mohon" Lanjut Irva berharap Hendra bisa jaga rahasinya


" Sip tenang saja, kamu hati hati disini yah, bagus disini ada cctv, kalo saya boleh bantu, saya akan bantu pindahkan monitor cctv ke hanphone saya, jika ada apa apa membuat saya dengan mudah membantu kamu, apa boleh?" Tanya Hendra sengaja, padahal monitor cctv akan diserahkan ke orang tuanya Irva, supaya tahu apa saja yang dikerjakan Irva


" Yah boleh deh Hendra, yah sudah kamu hati hati dijalan yah dan sampai jumpa besok" Lanjut Irva berharap jika Hendra tidak mengecewakannya dan tidak membocorkan rahasianya


Hendra melihar rukonya Irva tidak memiliki pager sama sekali, akan rawan kehilangan mobil seperti ini, Hendra langsung mencari toko yang menjual pagar dan rela malam malam memantau langsung pemasangan pagar baru.


" Bakal tidur didalam mobil ini, biarin deh, supaya bisa langsung pasang cctv untuk halaman depan dan didepan ruang kontrol monitornya juga, akan bahaya jika ada yang seenaknya masuk dengan tujuan tidak baik, dan besok akan ada satpam yang akan kerja disini,semoga Irva setuju dengan ide dadakan ini, lagian demi dia juga" Ucap Hendra langsung masuk mobil dan langsung mencari toko yang masih buka dan mau kerja malam malam seperti sekarang, karena ini bener bener mendadak.


............................................................................................................................................................

__ADS_1


Aryo dan asistennya mengadakan rapat didepan kantornya Irva, membuat Aryo setelah rapat memiliki ide untuk ke kantornya Irva untuk ketemu dengan Irva berharap Irva mau ketemu dengannya lagi.


" Anda masih mau berjuang?" Tanya Asistennya Aryo menatap Aryo yang melihat perusahaannya Irva, setelah  client nya pergi


" Entahlah, tapi bunda saya masih mau melanjutkan perjodohan ini sih, membuat saya jadi pusing jadinya" Ucap Aryo terus terang, sudah mulai pusing setiap memikirkan perjodohan terus


" Serba salah juga yah pak, perjodohan yang dipaksakan tapi anda dan Irva tidak bahagia untuk bersatu juga untuk apa, tapi kalo tidak bersatu pasti anda disalahkan atas kepergian ayah anda untuk selamanya" Lanjut Asistennya Aryo jadi kasihan melihat atasannya, yang seolah terjebak dengan perjodohan yang dipaksakan, dan tiddak bisa menghindar sama sekali


" Yah begitulah" Lanjut Aryo bingung dengan nasipnya harus bagaimana


Aryo langsung masuk kedalam mobil dengan perasaan bingung, membuat Aryo memilih kembali ke kantor dari pada malu berantem dan diusir lagi oleh Irva


Dilain sisi, Irva melihat halaman depan rukonya sudah terpasang pagar dan ada mobilnya Hendra yang terparkir didepan pintu rukonya, membuat Irva ketuk pintu mobilnya Hendra.


" Maaf yah Irva, saya tidak pulang, saat melihat depan ruko kamu tidak ada pagar, saya kwatir jika mobil kamu hilang apa lagi diparkir setiap hari kan lebih bahaya akan mengundang maling dengan mudah ambil mobil kamu, selain pagar juga saya belikan cctv, untuk dikoneksikan bersama cctv lainnya apa boleh dan maaf saya pasang pagar tanpa ijin kamu dulu sebelum saya pulang" Ucap Hendra merasa bersalah karena seenaknya seperti ini, tapi jika tidak nekat, Hendra takut akan ada kehilangan karena tidak ada pagar sama sekali, apa lagi ayah nya Irva minta Hendra untuk menjaga Irva


" Mau marah juga percuma, sudah terpasang juga kan pagarnya, tapi terimakasih sudah memberikan perhatiannya ke saya dan peduli dengan saya, baik lah kita akan pasang cctv nya sekarang yah" Ucap Irva terpaksa setuju, karena pagarnya sudah dipasang dengan sempurna

__ADS_1


Irva langsung ajak Hendra masuk kedalam ruko, untuk menuju ruangan monitor cctv, supaya bisa koneksi cctv dihalaman depan ruko


__ADS_2