
Irva yang melihat Aryo dan bunda nya keluar dari ruangannya merasa lega sekali, akhirnya bisa terus terang dan berharap Aryo tidak lagi gangguin Irva sama sekali.
" Hendra, apa kamu beneran mulai mencintai saya?" Tanya Irva tidak menyangka saat mendengar ucapan Hendra tadi
" Iyah bener, saya mulai mencintai kamu dan mulai nyaman dideket kamu, apa kamu mau memberikan saya kesempatan untuk membahagiakan kamu selamanya?" Tanya Hendra sambil pegang kedua tangannya Irva
" Terimakasih yah Hendra sudah mencintai saya, iyah saya mau memberikan kamu kesempatan untuk bisa membahagiakan saya dan tolong jangan sampai ada air mata yang turun diwajah saya cuman karena sikap dan ucapan kamu, buat saya nyaman selalu ada disamping kamu" Lanjut Irva yang berharap Hendra bisa membahagiakannya dan tidak pernah sakitin Irva apapun alasannya
" Aku janji sayang, akan selalu membahagiakan kamu, terimakasih sudah mau terima aku untuk menjadi teman kamu, walaupun tidak satu kerjaan lagi,dan terimaaksih sekarang terima cinta aku sayang, aku janji tidak akan sakitin perasaan kamu apapun alasannya karena aku mencintai kamu, bearti kita jadian ka" Lanjut Hendra yang merasa bahagia, karena menerima permintaan orang tuanya Irva untuk menjaga Irva dan sekarang Hendra bisa memiliki hatinya Irva dan membuat Irva bahagia didekat Hendra
" Iyah jadian" Lanjut Irva langsung peluk Hedra dan berharap Hendra akan seperti ini terus sikap dan ucapannya selalu bisa membuat Irva nyaman didekat Hendra
Hendra bahagia sekali, akhirnya bisa jadian dengan Irva, perempuan yang beberapa hari ini dijagain dan rela membuat Hendra bulak balik Jakarta ke Bogor cuman untuk tahu keadaan Irva secara langsung
Dilain sisi, Aryo tidak tega melihat bunda nya nangis setelah mendengar pengakuan Irva dan Hendra yang ternyata sama sama jatuh cinta dan sudah tidak ada kesempatan Aryo untuk mendapatkan hatinya Irva.
" Kamu yang terlalu kelamaan Aryo sampai keduluan asistennya, sekarang bagaimana kamu bisa nembus kesalahan kamu ke ayah kamu Aryo?" Tanya Bunda nya Aryo sambil nangis
" Tenang bunda, walaupun Aryo tidak bisa mendapatkan hatinya Irva, tapi masih banyak perempuan yang bisa jadi istri Aryo, ikhlas dan sabar yah bunda. maafin Aryo" Ucap Aryo sedih, kesel, dan menyesal karena emosi Membuat orang tuanya seperti ini , Aryo peluk Bunda nya yang nangis.
__ADS_1
Bunda nya Aryo kesal sekali, anaknya sudah menggagalkan perjodohan dan membuat ayah nya meninggal dunia
Dilain sisi, Hendra ajak vidio call ke orang tuanya Irva, kalo Hendra sudah jadian dengan Irva.
" Mau sampai kapan sayang, musuhin orang tua terus sayang?" Tanya Hendra pelan pelan, supaya Irva tidak tersinggung dengan ucapannya Hendra
" Entahlah sayang, aku juga tidak tahu mau sampai kapan aku marah dengan orang tua aku" Ucap Irva yang masih kesal dengan orang tuanya
" Yah sudah aku tidak akan paksa kamu untuk baikan dengan orang tua kamu, sekarang makan malam diluar yuk sayang, sekalian rayain hari jadian kita" Lanjut Hendra yang berusaha menghargai keinginan Irva, dan tidak paksa Irva lagi
" Terimakasih yah, iyah hayo kita makan malam berdua sayang" Lanjut Irva bahagia karena Hendra tidak paksa Irva lagi untuk ketemu orang tuanya
Dilain sisi, Orang tua siap siap untuk makan malam berdua, karena bunda nya Irva masak malam ini
" Sayang, ada kabar gembira" Ucap Ayah nya Irva kasih lihat hanphone nya ke istrinya
" Kabar gembira mereka jadian ayah?" Tanya Bunda nya Irva setalah baca chat yang dikirimkan oleh Hendra
" Iyah sayang, siapa sangka jika mereka ternyata diam diam saling suka dan tadi menyatakan cinta didepan Aryo dan bunda nya yang lagi belanja, dan paksa masuk kedalam ruangannya Irva katanya" Lanjut Ayah nya Irva ikut bahagia, akhirnya anaknya jatuh cinta lagi dan orang yang mencintai Irva orang yang berhasil membuat Irva kembali seperti dulu lagi
__ADS_1
" Apa itu artinya perjodohan Aryo dan Irva batal?" Tanya Bunda nya Irva penasaran,karena anaknya jadian dengan Hendra bukan Aryo
" Iyah batal sayang, aku sudah ikhlas siapapun yang jadi suaminya Irva dan aku tidak mau paksa Irva lagi sayang, karena kebahagiaan anak nomor satu dari pada menghargai orang lain justru anak sendiri tidak merasa bahagia sama sekali kan" Lanjut Ayah nya Irva, yang sudah tidak ingin menghargai keinginan ayah nya Aryo yang tidak membuat Irva bahagia, biarkan Irva bahagia sesuai pilihannya
Bunda nya Irva merasa bahagia sekali, karena suaminya sudah tidak paksa Irva lagi untuk menikah dengan Aryo laki laki yang paling Irva benci selama ini
Dilain sisi, Hendra sengaja ajak Irva untuk kesalon, karena Hendra ingin sekali beliin Irva cincin dan Hendra ingin sekali langsung melamar Irva karena usia yang sudah tidak muda lagi, membuat Hendra ingin ajak taaruf ke Irva
" Semoga Irva mau langsung menikah, supaya pacaran setelah menikah" Ucap Hendra sambil pegang cincin yang sudah dibelinya dan Hendra langsung jemput Irva yang ada disalon.
Dilain sisi, Aryo melihat bunda nya lari saat keluar dari mobil dan tidak sengaja kepeleset dan jatuh pingsan, membuat Aryo panik melihat bunda nya tidak sadarkan diri.
" Bunda bangun bunda, jangan membuat Aryo takut bunda" Ucap Aryo panik melihat bunda nya tidak sadarkan diri
Aryo pelan pelan gendong bunda nya dan dibawa masuk kedalam rumah dan dibawa kekamarnya.
" Astaga denyut nadinya semakin melemah, bunda bangun bunda" Ucap Aryo semakin panik karena bunda nya semakin melemah kondisinya
Aryo langsung gendong badan bunda nya dan dibawa kerumah sakit, untuk mendapatkan perawatan, Aryo tidak sanggup jika bunda nya pergi secara mendadak seperti ini
__ADS_1