Ataar'S Wound

Ataar'S Wound
Part 23 ~Jadian~


__ADS_3

Hari ini, detik ini. Ataar dan Ara resmi berpacaran. Ara tak menyangka bisa mendapatkan Ataar dengan effrotnya yang tak main-main.


Ketiga teman Ataar pun heboh di saat mengetahuinya. Akhirnya keduanya bersatu.


"Yey akhirnya mempunyai bu ketua," teriak Gibran dan Niel saling berpelukan satu sama lain.


Ataar hanya tersenyum, dia masih mengenggam tangan Ara membawanya pergi dari kerumunan.


"Ataar, aku gak mau bolos," cegah Ara berhenti.


"Udah ikut aja, bolos sehari gak ngaruh," ucap Ataar. Dia menyuruh Ara naik punggungnya, Ara pun hanya menurut.


"Mommy," teriak Ara menutup matanya di saat Ataar lompat dari dinding sekolah. "Ataar hampir copot jantung aku," ketusnya turun dari gendongan lelaki itu.


Ataar menarik tangan Ara menaiki motornya. Ara mengerutkan keningnya bukannya motor Ataar ada di parkiraan sekolah?


"Kok motor kamu ada di sini?" tanya Ara.

__ADS_1


"Motor gue bisa terbang," jawab Ataar, sehingga Ara memukul lengannya sedikit.


"Mana ada motor bisa terbang, ada-ada aja kamu," ketus Ara, menutup wajahnya di saat Ataar mengangkatnya naik ke atas motor.


"Beaok makan lebih banyak, lo ringan banget gampang di banting," ucap Ataar memperbaki rambut berantakam Ara, lalu memakaikannya helm.


Ara yang di perlakukan seperti terdiam. Jantungnya jedang-jedung.


"Ataar, stop. Aku bisa serangan jantung karenamu," ucap Ara. Membuat Ataar terkekeh. Dia ikut menaiki motor dan melajukannya pergi.


Ara menaroh dagunya di bahu Ataar, dengan tangan yang memeluk pinggang lelaki itu.


"Gak bisa ngasih tahu, pokoknya bahagia banget. Aku berharap ini bukan mimpi Ataar, aku ingin terus sepertinya ini, kalau ini mimpi Aku berharap aku gak bakal bangun," jawab Ara.


Ataar hanya tersenyum tipis, kini dia akan mencoba mencari kebahagiannya bersama dengan gadis yang dia cintai. Mungkin selain Fisha dan uminya, ada obat lainnya yang akan membuatnya semangat.


"Makasih kamu sudah menerimaku apa adanya, gue kurang sempurna sepertimu Ara. Orang akan pertanyakan kenapa lo mau dengan lelaki sepertiku? Lo gadis prestasi, pintar di siplin, sedangkan gue? Gue anaknya suka bolo-"

__ADS_1


"Stop Ataar, kamu jangan merendahkan dirimu sendiri. Mencintai seseorang itu tidak memandang siapa seseorang tersebut. Aku mencintaimu, karena aku memang mencintaimu. Aku tak peduli kamu orangnya seperti apa, yang jelas aku mencintaimu bukan menganggumimu. Aku ada di sini bersamamu, jangan berpikir kamu hanya sendiri aku ada sebagai tempat bersandarmu kapan pun kamu mau, kamu bisa melakukannya, aku akan selalu ada," jelas Ara.


Ataar terdiam, air matanya lolos jatuh di balik helm full face yang di gunakan.


"Terima kasih," ucap Ataar.


"Terima kasih buat apa?' tanya Ara.


"Terima kasih telah mencintaiku, gue bangga di cintai orang sepertimu. Maaf atas sikapku dulu yang kasar kepada lo," jawab Ataar.


Ara semakin mengeratkan pelukannya. Gadis itu menghela napas.


"Terima kasih juga buat kamu telah hidup di dunia ini dengan orang yang aku cintai. Lupakan dulu yang pernah terjadi, anggap hanya angin," ucap Ara.


Ataar hanya berdehem, kali ini dia akan membawa kekasihnya itu ke taman. Pacar baru dengan teman masa kecil.


Sesampainya di taman, mereka duduk di sebuah kursi kosong di taman. Ataar melihat penjual eskrim, dia pun membeli dua eskrim, tetapi mereka makan satu eskirim bersama.

__ADS_1


"Enak?" tanya Ara mengarahkan eskrim itu ke arah mulut Ataar, sang empuh pun hanya mengangguk.


__ADS_2