Ataar'S Wound

Ataar'S Wound
27 ~Ataar'S Wound


__ADS_3

Hari-hari terus bergelir, hubungan Ara dan Ataar mulai terikat, tapi tiga hari ini entah perasaan Ara atau memang benar Ataar menghindarinya.


Ataar yang biasa datang ke sekolah selalu ke kelas Ara dulu. Kini entah kemana laki-laki itu berada, Ara tak tahu. Bahkan, dia sudah menanyakannya pada teman-teman Ataar, tetapi mereka juga tak tahu.


"Araar kamu kemana sih? Apa aku ada salah sama dia?Sampai dia menjauhiku?" tanya Ara pada dirinya sendiri. "Tidak biasanya dia seperti ini," gumamnya saat jam pulang motor Ataar sudah tak ada. Hubungannya seperti berhenti tanpa kata putus. Dia


Saat di perjalanan, Ara melihat Ataar membonceng seorang wanita. Pikiran gadis itu mulai kemana-mana, tapi Ara tetap berusah tenang. Menyuruh sopirnya membuntuki Ataar.


Dadak Ara seketika sesak, melihat Ataar turun dari motor, dan bermesraan dengan wanita yang dia bawa.


"Gak mungkin kan kalau Ataar selingkuh?" tanya Ara menggeleng keras, tangannya bergetar membuka kenop pintu mobil.


"Ataar," teriak Ara membuat laki-laki serta wanita yang sedang dia genggam tangannya menoleh.


"Ara," gumam Ataar.

__ADS_1


Ara mendekati keduanya, menatap Ataar dengan tatapan yang sulit diartikan dengan siapa-pun.


"Sia-pa wanita ini?" tanya Ara menunjuk tangan Ataar yang mengenggap tangannya.


Ataar tidak membalas ucapan Ara, dia aemakim bereretkan genggamnya dengan wanita itu tepat di depan Ara. Sedangkan Ara hanya mampu menahan air matanya agar tak jatuh.


"ATAAR JAWAB PERTANYAANKU, SIAPA CEWEK INI!" teriak Ara dengan napas yang memburu, dia yang mencoba menahan air mata akhirnya tidak bisa.


"Mon maaf, saya pacarnya Ataar anda siapa?" tanya gadis itu kepada Ara.


Mendengar itu, Ara bahkan sempat tak bisa mengseimbangkan badannya, menatap nanar ke arah Ataar yang ditatap hanya menunduk.


"Kamu bohongkan, Tar? Pranknya gak lucu Ataar. Ini bukan hari ulang tahunku, please jangan prank aku," mohon Ara menangkup kedua tangannya.


"Ini gak bohong, Ra. Selama ini gue terima lo hanya karena kasihan bukan rasa cinta, sorry dengan semuanya. Mari kita melupakan itu semua dan memulai hal baru dengan jalan masing-masing."

__ADS_1


Mendengar ucapan Ataar, ketawa gadis itu pecah. Ketawa yang begitu menyakitkan. Dia memukul dada Ataar berulang kali.


"Kamu jahat, kamu jahat Ataar. Kenapa aku bisa mencintai orang sepertimu, sialan," teriak Ara di depan laki-laki itu.


Tubuh gadis itu ambruk ke aspal, dengan pandangan kosong air terus mengalir di sudut matanya.


"Gue minta maaf," ucap Ataar membuat Ara mendongak ke atas.


"Gue gak bakal nerima maaf dengan orang sepertimu, Ataar," teriaj Ara. "Gue berikan semuanya kepadamu, dan ini balasanmu?" tanya Ara. "Gue menyesal telah bangga kepadamu, gue menyesal telah menyia-nyiakan kata-kata 'Gue beruntung dapat pacar seperti Ataar' Gue menyesal telah mengatakan itu semua, gue menyesal."


Ataar hanya diam, tidak berani mentap gadis itu yang menangis tak henti-hentinya.


"Sekali lagi gue minta maaf, kalau begitu gue pamit gue gak punya banyak waktu." Setelah mengatakan itu, Ataar membawa wanita tadi ke dalam taman.


Sedangkan Ara diam membisu dengan posisi masih sama, duduk di aspal dengan air mata yang terus mengalir.

__ADS_1


"Aku benci kamu, tapi aku juga mencintaimu, Taar. Jika ujungnya seperti ini kenapa kamu memberiku harapan palsu?"


__ADS_2