Ataar'S Wound

Ataar'S Wound
Ataar'S Wound ~Part 26~


__ADS_3

Ataar menyandarkan kepalanya di pundak Ara. Angin menerpa wajah mereka, ombak pantai membasahi kaki kedua pasangan tersebut.


"Lo gak bakal tahu bahwa cintaku lebih besar darimu, Ra. Kita bakal tetap bersamakan? Gue takut," ucap Ataar.


Ara tersenyum mengusap lembut surai Ataar yang berantakan karena angin.


"Hubungan kita akan bertahan jika kamu bisa mempertahankannya," jawab Ara.


Lelaki itu nampak terdiam. Selama ini hidupnya terasa tidak berguna dan berdo'a agar di ambil saja, tapi sekarang dia malah takut meninggalkan gadisnya sendiri. Dia takut pergi, dia tak ingin Ara merasakan kesedihan lagi karenanya.


"Gue gak janji bakal terus bersama, tapi gue usahain buat kita tetap satu, Ra. Gue mencintai lo," ucap Ataar.


Ara mengubah posisinya menghadap ke arah Ataar. "Jika kamu mencintaiku, kenapa kamu tidak datang dari dulu, Tar?" tanya Ara.


"Karena gue takut kedatangan gue dalam hidup lo bakal buat lo jadi sial, Ra. Seperti apa yang dikatakan papa." Setelah menjawab pertanyaan gadisnya, Ataar menunduk menjatuhkan air matanya. Entah mengapa akhir-akhir ini dia suka sekali menangis.

__ADS_1


Dengan siagap Ara menarik tubuh itu masuk ke dalam pelukannya. "Ayo menangis gak usah ditahan. Aku gak bakal tertawa. Cowok juga bisa nangis kok, kan cowok juga manusia," jelas Ara mengusap pundak Ataar.


Seketika saat itu juga, tangisan Ataar pecah dalam pelukan Ara. Ara yang mendengarnya ikutan sesak napas, dadanya jad nyerih mendengar orang tersayangnya seperti ini.


Beberapa saat, tangisan itu tak didengar lagi. Ara benar-benar membiarkan Ataar menangus semaunya, sampai puas.


"Udah tenang?" tanya Ara memegang kedua pipi Ataar, wajah lelaki itu jadi sebam karena menangis.


Ataar mengangguk dengan perlahan, menaroh wajahnya di tengkuk leher Ara.


Karena rakut kebablasan, Ataar berhenti menatap gadis itu.


"Masa ketua geng motor cengeng," ejek Ara mengelap wajah Ataar menggunakan tisu basah yang dia bawa.


Seakan Ara tuh mempunyai bayi sebelum menikah. Jika orang melihat Ataar saat ini mungkin mereka tidak akan percaya jika dia adalah brandalan sekolah, dan tukang pembuat onar andal.

__ADS_1


"Mau pulang?" tanya Ataar. Ara mengangguk menurutnya sudah cukup date mereka. Mereka sudah berjam-jam.


Ezar bahkan diberi batasan waktu oleh daddynya Ara, membawa putrinya pulang dibawa jam sepuluh malam.


"Yaudah ayo."


Mereka beranjak dari sana, menuju parkiran motor. Saat sudah siap Ataar pub melajukan motornya pergi dari pantai.


Setelah memulangkan anak orang, dia menuju markasnya. Saat ini dia tak ingin pulang ke rumah, hatinya bakal sakit jika melihat papanya. Apalagi saat ini di rumah sedang mengadakan acara para sahabat papanya, dia tak ingin ikut berkumpul, dadanya sesak jika cuma yang dipamerkan dan dibanggakan hanya Fisha bukan dirinya.


Dia memarkir motornya di dekat motor anggota Trizgel lainnya. Kedatangannya membuat anggota Trizgel heboh pasalnya akhir-akhir ini ketua mereka jarang berkunjung, dikarenakan lagi bucin-bucinnya. Bahkan, menghandel semua geng motor yang mengajaknya balapan. Dan menanggung jawabkan gengnya kepada Gentara sahabatnya.


"Kami kira bos udah gak ingat kami disaat sudah ada bu ketua," sindir mereka.


Bukannya marah, Ataar malah terkekeh. Emang dipikir-dipikir dia memang sedang bucin akutnya dengan Ara.

__ADS_1


"Bisa ae kalian, gue traktir deh."


__ADS_2