
Perkenalkan, namaku Aurora Chaterina Rotsfield. aku terlahir dari keluarga yang cukup mapan dari keluarga Rotsfield.
Ayahku seorang pebisnis, namanya Alexander Brice Rotsfield. ibuku bernama Laurena Chaterina Rotsfield. aku memiliki dua orang kakak, yang satu bernama Thomas, dan yang satu lagi bernama Estela.
Kami adalah keluarga penyihir Pureblood yang sebenarnya cukup toleran akan perbadaan, apalagi dengan para Muggle. tak heran jika keluarga kami cukup dikenal di dua dunia. baik di dunia Muggle maupun sihir.
Umurku telah menginjak 13 tahun. tahun ini aku akan berada di tahun ke tigaku bersekolah di sekolah sihir Hogwarts.
kalian pasti tidak akan percaya, kalau aku juga berteman baik dengan Harry Potter. ya si anak yang bertahan hidup. tahun pertama dan kedua kami di Hogwarts memang selalu diakhiri dengan tragedi yang mengerikan. dari batu bertuah dan juga basilisk di tahun kedua.
Ini adalah libur musim panas dibulan Juni.
Suasana liburan kali ini begitu Menyenangkan karena kami sekeluarga menghabiskan waktu liburan ke Jerman untuk menemui Pamanku.
Paman Hector namanya, Hector Brice Rotsfield ia adalah kakak dari Ayahku, namun karakter dan sifatnya sangat berlainan dengan ayahku, dia sangat menjunjung tinggi Supremasi darah murni, pama. Paman Hector memiliki seorang anak, namanya Ethan Brice Rotsfield.
"Bagaimana dengan latihan yang Paman ajarkan dulu Aurora ?", tanya Paman Hector
"Masih bisa ku kendalikan Paman, namun terkadang aku tidak tahan dan membiarkannya, sehingga aku bisa membiasakan diri dengan tubuh baruku", jawabku
"Begitu, tapi perlu kau ingat untuk terus rajin berlatih dan tetaplah berhati-hati dengan itu!"
"Baik paman akan kuingat itu", jawabku
Paman Hector sangat pandai dalam Mantra dan Ilmu hitam, dia lulus dari sekolah sihir Durmstrang. jika ku perhatikan sifatnya sedikit mengingatkan ku pada ayah Draco
Ya, aku juga berteman baik dengan anak pirang itu. kami sudah saling mengenal dari dua bulan sebelum tahun pertama kami di Hogwarts. orang tua kami juga saling berteman, walau hanya sekedar melakukan bisnis antar keluarga.
Hubungan pamanku dan Ayahku sebenarnya tidak terlalu akrab karena ayahku begitu dekat dengan Muggle sementara Paman hector membenci kaum non magic
Aku kini berada di taman belakang rumah Paman Hector, musim panas di jerman sangatlah indah dengan Bunga-bunga bermekaran dan kelinci liar yang berlarian di rerumputan
"Ku dengar kau berteman dengan si Potter itu, Aurora ?", tanya Paman Hector
"Oh maksud paman mungkin Harry Potter, iya aku berteman dengannya", jawabku
"Bagaimana dia, apa dia sehebat yang dikatakan orang-orang ?"
"Mmm iya dia hebat dan pemberani, Tapi dia juga sama seperti anak pada umumnya", jawabku lagi
Ngomong-ngomong tentang Harry, aku belum menelfon dia dari awal liburan musim panas ini
Ron menelfon ku 3 minggu lalu dan yang mengangkat telfon adalah Dad
Flashback On
"HALO!, AKU INGIN BICARA DENGAN AURORA!", Teriak Ron membuat Dad menyingkirkan telfon itu dari telinganya
"Dengan siapa saya bicara ?",
"AKU RON WEASLEY!!, AKU TEMAN AURORA DARI SEKOLAH!!", Teriak Ron lagi membuatku tertawa karena aku tau Ron baru pertama kali memakai Telefon Muggle
"Dad, biar aku saja yang bicara",
"Baiklah, dia terlalu bersemangat sepertinya", kata Dad dengan menggaruk telinganya membuatku tertawa
"Halo Ron, ini aku Aurora"
"HAI AURORA AKU INGIN-"
"Tenang Ron, tenang---- bicaralah seperti pada umumnya tidak perlu berteriak. Telfon mu tidak akan meledak", kataku dengan tawa
"Owh ba-baiklah, maaf---"
"Tidak apa, ngomong-ngomong apa kabarmu Ron?", tanyaku
"Aku baik-baik saja Aurora, dan kau ?",
"Aku juga baik-baik saja" jawabku
"Begini, kupikir kau seharusnya tidak usah menelfon Harry, aku barusan menelfon nya tapi aku malah dimarahi oleh si dursley itu-",
__ADS_1
"Sebaiknya kita tidak perlu menelfon nya, Ku takut nanti Harry mendapat masalah lagi"
"Harry Potter yang malang, dari milyaran muggle didunia entah kenapa harry harus diasuh oleh keluarga Dursley----baiklah Ron aku tidak akan menelfonnya", jawabku
Flashback off
Beberapa minggu kemudian kami sekeluarga sudah kembali ke Rumah kami di Buckinghamshire, aku terkejut ketika membaca Daily Prophet dimana disana tertulis kalau Keluarga Weasley memenangkan undian 700 galeon dan mereka akan gunakan untuk berlibur ke Mesir sekeluarga
Selain itu aku juga dikejutkan dengan kabar, kaburnya tahanan Azkaban yang bernama Sirius black, diberitakan kalau dia adalah penjahat yang telah membunuh 13 orang dalam satu mantra di siang bolong
"Mom, dad, aku akan pergi ke Diagon Alley membeli buku dan beberapa keperluanku",
kataku dengan berjalan menghampiri Mom and dad yang berada di kursi ruang keluarga
"Akan dad temani ok"
"Tidak, tidak perlu dad---- aku akan pergi sendiri saja"
"Tidak, kau masih 13 tahun Aurora---tidak baik jika kau berkeliaran sendirian", kata mom
"Oh ayolah mom, aku akan baik-baik saja", jawabku
"Tapi-" kata mom
"Aku janji, aku tidak akan tergores sedikitpun mom, pleaseeee"
"Baiklah, tapi ingat setelah membeli semua ke perluanmu kau harus langsung pulang!!", Kata mom dengan menghela nafasnya pasrah
"Aye-ay Captain!!", kataku dengan tangan kanan memberikan hormat
Leaky Cauldron -London
Aku pergi ke london sendiri dengan modal nekat menaiki bus ksatria, dan turun di Leaky Cauldron kemudian memasuki Diagon Alley
Kembali lagi ke Diagon alley membeli buku di Flourish and Blotts, tahun ketiga ini aku menambah beberapa mata pelajaran yaitu kelas Ramalan, pemeliharaan satwa gaib, Rune kuno dan Arithmancy, untuk telaah muggle aku tidak mengambilnya karena aku masih ada pelajaran muggle dengan Mrs.Peterson
"Aurora...",
"Ah Mrs Malfoy, senang bertemu anda disini", kata ku dan dia tersenyum hangat
"Aku kesini sendiri Mrs malfoy"
"Astaga, kau sungguh mandiri nak---- ah begini saja bagaimana kalau kau pergi dengan Draco membeli barang-barang kalian"
"Mmm iya tentu saja, baiklah", kataku
"Draco!", kata Mrs Malfoy ke arah kirinya yang menampakan Draco dan teman-temannya sedang mengobrol
"Yes mom", jawab Draco
"Aurora kau disini juga", sambung Draco
Draco berjalan mendekat kearah ku, dia bertambah tinggi, rahangnya semakin tegas dan yang membedakan adalah rambutnya sudah tidak disisir kebelakang, kalau boleh jujur dia bertambah------ Tampan
"Baiklah draco, kau pergilah membeli keperluanmu bersama Aurora---mom tinggal sebentar"
"Aurora, aku tinggal sebentar tidak apa ya", sambung Mrs Malfoy
"Tidak apa Mrs Malfoy"
Draco POV
Aku sedang melihat dari luar jendela toko sebuah sapu terbang Firebolt terbaru bersama teman-temanku Blaise zabini, pansy, Crabbe dan Goyle, hingga Mom tiba-tiba memanggilku
"Draco!", panggil mom, aku menoleh ke arah tempat mom berada.
"Yes mom" jawabku berjalan kearah mom.
Kulihat didepan mom ada sosok gadis yang sudah dari 2 bulan lalu menghantui pikiranku, dialah sebab utama kenapa aku mengganti gaya rambutku ini
Dia mengenakan dress lengan panjang berwarna Abu-abu dengan motif bunga, mata birunya bersinar kala dia menatapku, rambut pirang kecoklatan yang dia gerai, rambutnya panjang bergelombang di ujungnya
__ADS_1
"Aurora, kau disini juga" kataku dan dia hanya tersenyum dan mengangguk pelan
"Baiklah draco, kau pergilah membeli keperluanmu bersama Aurora---mom tinggal sebentar"
"Aurora, aku tinggal sebentar tidak apa ya", Sambung Mom
"Tidak apa Mrs Malfoy" jawabnya
Mom pergi meninggalkan kami berdua
"Ehem----Mmmm apa kabar mu Aurora ?", tanyaku
"Yeah baik-baik saja, dan kau ?"
"Tidak pernah sebaik ini", jawabku
"Kau--,kau mengganti tatanan rambutmu Draco"
"Iyah, kau suka ?", kataku menatap matanya
"Mmm lumayan, kau jadi terlihat berbeda", jawabnya
"Lumayan ?, berbeda ?, apa maksudmu berbeda ?"
"Bukankah aku terlihat tampan dengan gaya rambut ini", kataku
"Yeah berbeda, cukup berbeda", jawabnya
"Oh ayolah tinggal katakan saja kalau aku terlihat tampan, itu saja apa susahnya", kataku tidak terima karena dia bilang aku berbeda ?, jawaban macam apa itu
"Hahahaha, jadi dari tadi kau ingin aku memuji mu tampan----baiklah-baiklah kau terlihat Sedikit tampan hari ini", jawabnya
"Sedikit ?, Kenapa tidak sangat tampan !?", protes ku
"Oh ayolah Draco, yang berlebihan itu tidak baik", katanya dengan dibarengi tawanya
"Sudahlah kita harus membeli keperluan untuk tahun ketiga kita kan, ayo", sambungnya menarik tanganku untuk berjalan ke toko buku
"Padahal aku sengaja memotong rambutku hanya untuk mu Aurora", gumamku sambil berjalan disisi kanannya
"Hehehehe, iya-ya maaf. kau terlihat tampan kali ini Draco", jawabnya
"Hanya kali ini?"
"Oh ayolah Draco, kau ini benar-benar"
Kamipun sampai dan membeli buku di Toko Flourish and Blotts, aku terkejut karena dia membeli buku lebih dari 3 mata pelajaran
"Kau mengambil berapa kelas tambahan Aurora ?", tanyaku membawakan 2 kantong tas berisi buku miliknya
"Aku mengambil 4 kelas tambahan Draco, kecuali Telaah muggle", jawabnya
"Bagaimana kau akan ingat untuk makan dengan teratur jika kau mengambil kelas sebanyak itu", kataku terheran
"Itulah bedanya anak Pandai dan tidak!", bukan jawaban Aurora tapi Dad
"Kau harus bisa seperti Aurora, Draco!, percuma aku menyekolahkanmu jika nilaimu saja selalu turun", kata dad
"Tapi Dad. nilaiku tidak seburuk itu, nilai ramuanku juga Exeptional, banyak juga yang Outstanding dan excellent", jawabku
"Tetap tidak sesempurna Aurora, apalagi kalau sampai kalah dengan seorang Mudblood itu Draco, taruh dimana wajah seorang malfoy bisa kalah dari seorang Mudblood", kata Dad memandang Sinis
"Yes Dad"
"Mmm maaf Mr malfoy, tapi Draco sudah sangat bagus dia juga pandai dalam hal Terbang dan Ramuan", kata Aurora
"Tapi tak sesempurna nilai-nilai mu Mss Rotsfield-----ah begini saja aku ingin kau mengajari Draco dalam beberapa mata pelajaran" kata dad.
"Aapa ?, ta-tapi---"
"Yeah kau bisa mengajari ku Aurora", kataku dengan semangat.
__ADS_1
Draco POV end
…