Aurora : And the Endless of Love {DM}

Aurora : And the Endless of Love {DM}
BAB 19 - Buckbeak & Scabers


__ADS_3

Usai kemenangan Gryffindor dalam Final Quidditch, suasana meriah terus berlangsung selama Seminggu, dirayakan bukan hanya oleh Gryffindor tapi juga oleh Hufflepuff dan Ravenclaw yang turut bahagia atas kekalahan Slytherin


Kemudian beberapa minggu kemudian musim panas telah tiba, langit biru bersih tanpa awan, terik matahari sangat menggoda, cumi-cumi raksasa bahkan berendam di pinggir danau hitam untuk ikut menikmati sinar matahari


Seluruh murid hogwarts sudah disibukkan untuk ujian akhir tahun mereka, Cedric mulai belajar ujian OWL, Aurora menggelar 23 buku pelajaran di meja ruang rekreasi yang sudah banyak anak hufflepuff yang juga sama halnya sedang belajar untuk ujian akhir tahun mereka


Keesokan harinya Aurora mendapat kabar dari Harry, Ron dan Hermione kalau usaha mereka untuk kasus banding hagrid sia-sia


"Mereka akan datang dengan seorang algojo", ucap Hermione kepada Aurora di pinggir danau memandang cumi-cumi raksasa


"Apa ?, itu artinya mereka sudah mengambil keputusan", ucap Aurora terkejut yang diangguki oleh Hermione


"Ya", Ucap Harry lirih


"Aku sudah membaca buku sebanyak itu dan mereka sudah memutuskan sepihak!", ucap Ron kesal


"Bagaimana dengan mu Aurora ?", tanya Harry


"Aku gagal membujuk Draco, dia malah bersikap bodoh amat. Dan kalau ayahku dia bilang dia sudah bicara dengan Cornelius Fudge tapi hasilnya tetap sama, keputusan final ada di Comite itu", jawab Aurora


"Dasar anak brengsek sialan!", umpat Hermione


"Jaga emosimu Hermione", ucap Ron disebelah Hermione


Sejujurnya Harry dan Aurora juga ingin sekali memukul Draco tapi niatnya ia urungkan, terlebih sekarang mereka dipusingkan dengan ujian yang akan dilaksanakan hari senin besok


Keesokan harinya, Aurora dan seluruh murid tahun ketiga keluar dari kelas ujian Transfigurasi dengan lesu, mereka harus mengubah cangkir berubah menjadi seekor kura-kura


"Kura-kura ku terlihat mirip seperti bulus", ucap Aurora dengan sedikit cemas dengan hasil nilainya nanti


"Yang benar saja, itu sudah lebih baik, punyaku ekornya masih berbentuk gagang cangkir", ucap Justin


"Punyaku masih terlihat ada gambar bunga dandelion di tempurungnya", ucap Ernie


"Diamlah kalian aku jadi semakin pusing mendengar ujian tadi", keluh hannah memijak pelipis matanya


Mereka masuk ke kelas Profesor Flitwick, mereka diminta untuk merapalkan mantra jenaka kepada rekan masing-masing


"Kau siap Erns?", tanya Aurora pada Ernie sebagai pasangannya dalam ujian kelas mantra


"Ya" ucap Ernie pasrah, Aurora memberinya mantra jenaka dan Ernie mulai tertawa terbahak-bahak memegangi perutnya


Setelahnya mereka kembali ke Asrama masing-masing, bukan untuk istirahat melainkan untuk belajar kembali untuk ujian Astronomi pada tengah malam di menara tertinggi di Hogwarts


Keesokan harinya mereka kembali ujian Ramuan, Aurora sibuk meracik ramuannya dan mengaduknya agar mengental, profesor snape melihatnya tanpa ekspresi lalu menulis di buku yang ia genggam, setelahnya Mereka berjalan menuju rumah kaca untuk ujian herbologi, di rumah kaca itu terasa jauh lebih panas dan pengap, mereka keluar dengan wajah merah seperti habis di rebus


Dihari terakhir ujian kini Aurora dan yang lain berada di kelas ujian PTIH bersama Profesor Lupin, melewati Grindylow dan Hinkypunk, kemudian dilanjut dengan Boggart


"Bagus sekali Aurora", ucap Profesor lupin ketika Aurora berhasil melewati Hinkypunk


"Aurora!!", ucap Profesor lupin ketika melihat Aurora belum merubah boggartnya yang membuat murid disana ketakutan

__ADS_1


Setelah ujian PTIH, kini mereka ujian terakhir adalah ujian Pemeliharaan satwa gaib bersama hagrid, bagi mereka ini adalah ujian paling mudah karena mereka hanya disuruh mengurus cacing flobber agar tidak mati dalam sejam


Hal itu membuat banyak waktu untuk Aurora, Harry, Ron dan Hermione untuk bicara bersama Hagrid perihal kasus bandingnya itu


Ujian Pemeliharaan satwa gaib menutup ujian akhir tahun dan kini telah resmi berakhir bagi mereka, sungguh terasa sangat lega ketika beban mereka telah berkurang dan terlewati


Harry, ron dan Hermione berjalan melewati undakan tangga menuju dalam kastil diikuti oleh siswa lain termasuk Aurora dan Ernie disebelahnya. tapi ditengah jalan mereka berpapasan dengan Cornelius Fudge selaku menteri sihir, berdiri didepan pintu besar di undakan tangga


"Oh halo harry", sapa Cornelius pada harry, bisa harry lihat muka Cornelius yang berkeringat ditengah cuaca musim panas ini


"Selamat siang pak menteri", ucap Harry sementara Ron dan Hermione memutuskan menunggu dibelakang dengan mondar-mandir karena mereka merasa tidak sederajat dengannya 'cornelius'


Aurora melihat menteri sihir itu dan ia memutuskan untuk menemuinya sebentar


"Aku ingin menemuinya sebentar, kau bisa ke Great hall duluan Erns", ucap Aurora pada Ernie disebelahnya


"Baiklah, tapi biar aku bawakan tasmu", Ucap Ernie dengan meraih tas Aurora yang penuh buku yang Ernie yakini pasti sangat berat jika Aurora menenteng tas itu kemana-mana


"Terimakasih", ucap Aurora dengan senyum manis di bibirnya


Aurora berjalan menghampiri Cornelius dan Harry didepannya yang sedang mengobrol


"Selamat siang pak menteri", ucap Aurora


"Oh my dear, apa kabarmu ?", ucap Cornelius menatap Aurora


"Saya baik-baik saja Sir",


"Itu artinya banding itu masih dilanjut?", kata harry kemudian Ron dan Hermione maju mendekat


"Ya, nanti sore", ucap Cornelius, kemudian dua orang laki-laki datang, seorang laki-laki tua berkumis memandang pondok hagrid dan satunya lagi mengelus benda tajam mengkilap yang Aurora yakin itu adalah kapak


Aurora, Harry, Ron dan Hermione berjalan masuk ke Aula besar yang sudah riuh dengan suara murid lain, membicarakan bagaimana hasil ujian mereka


"Mereka bahkan sudah menyiapkan kapak!", ucap Aurora, duduk disebelah  Hermione didepannya ada Harry dan Ron


"Keadilan harus di tegakkan!",ucap Hermione


"Ayahmu bekerja di kementerian kan Ron, mungkin bisa membujuk bosnya", sambung Hermione


"Apa?, Ayah aurora saja tidak bisa apalagi ayahku", ucap Ron, kemudian mengambil makanan kedalam piringnya dan menuangkan jus labu ke pialanya


Setelahnya mereka memilih duduk di taman, membahas kasus banding hagrid untuk nanti sore. hingga di sore harinya seekor burung hantu datang membawakan secarik surat,


harry membukanya dan membaca isinya


"Hagrid telah kalah lagi",


"Mereka tetap akan mengeksekusi buckbeak", sambung Harry menatap ketiga temannya itu


Aurora menutup mulutnya tidak percaya dan Hermione mulai menteskan air mata dengan menunduk, Ron dengan sigap berdiri didepan Hermione supaya murid lain tidak melihatnya sedang menangis

__ADS_1


"Kita harus menemui Hagrid, tapi bagaimana ?", ucap Aurora


"Andai ada jubah tembus pandang", ucap Ron, Hermione mengusap air matanya dan langsung berdiri ke sebelah Ron


"Dimana kau menyembunyikan jubah itu harry", tanya Hermione


"Aku menyembunyikan itu di punuk penyihir nenek tua saat aku menyelinap menuju Hogsmeade, aku menyembunyikan itu karena snape memergoki ku, kalau dia melihatku" ucap Harry


"Bagaimana cara membuka punuk nenek tua itu ?", ucap Aurora


"Ketuk saja punuk itu tiga kali dan bilang Disendium" jawab harry "tapi..." sebelum harry menyelesaikan ucapannya lagi, Hermione dan Aurora langsung pergi berlari meninggalkan Ron dan Harry yang kebingungan


"Mereka tidak berniat mengambilnya kan", gumam Ron memandang kedua gadis itu


Seperempat jam kemudian, Hermione dan Aurora datang dengan membawa jubah tembus pandang, mereka tidak menjawab pertanyaan Harry dan Ron kenapa mereka bisa kembali begitu cepat dan mendapat jubah itu dengan mudah


"Kita temui hagrid sekarang!", ucap Hermione yang kini mereka sudah berdiri di lorong sepi karena seluruh siswa banyak berkumpul di great hall


"Tapi kita tidak akan muat, tubuh kita tidak sekecil dua tahun lalu bisa muat empat orang", ucap Harry


"Muat...", ucap Aurora mendapat tatapan ketiga temannya


"Kalian bertiga pergilah!", sambung Aurora


"Dan kau ?, kau tidak ikut?", ucap Ron


"Sudah sana cepat, tidak ada waktu lagi!!", balas Aurora kemudian me-ngerudungi ketiga temannya itu


Setelah harry, ron dan hermione pergi, aurora langsung bergegas berubah menjadi seekor kupu-kupu dan terbang menuju luar kastil yang kini sudah mulai sore dan mulai gelap


Aurora mendengar suara Harry yang mengetuk pintu pondok Hagrid, pintu terbuka menampakan hagrid, ia tidak menangis atau sedih, Aurora masuk sesaat kemudian harry membuka jubahnya, Aurora berubah tepat dibelakang ketiga temannya ketika hagrid sedang mengambilkan teko berisi teh


Suara hembusan angin terdengar ketika Aurora berubah menjadi wujud manusia, Harry dan Hermione terkejut dengan kedatangan Aurora sementara Ron sedikit berteriak ketika melihat Aurora sudah ada dibelakangnya tersenyum lebar


"Bloody hell Aurora, b-bagaimana kau bisa muncul disini secara tiba-tiba", ucap Ron dengan mengusap usap matanya


"Bagaimana bisa Aurora ?", tanya Hermione, aurora hanya menaikan pundaknya tidak tau dengan tersenyum


"Kau gadis cantik yang misterius Aurora", ucap Harry mendapat kekehan dari Aurora


"Terimakasih Mr Potter, ku anggap itu pujian", ucap Aurora kemudian mereka memandang hagrid yang datang membawa teko berisi teh


"Hagrid dimana Buckbeak ?", tanya Hermione


"Aku menambatkan dia di kebun labu, kupikir dia akan senang memandang pepohonan...untuk terakhir kalinya", ucap Hagrid kemudian teko yang ia pegang jatuh kelantai dan pecah


"Biar aku saja hagrid", ucap Aurora kemudian membersihkan pecahan teko itu


"Masih ada satu dilemari", ucap hagrid, kemudian Hermione mengambilkan lagi teko baru di lemari, ketika dia membuka teko itu, ia terkejut dengan isinya yang seekor tikus yang sangat ia kenal 'Scabers'


"Oh astaga, Ron!!", Hermione sedikit berteriak membuat atensi mengarah kepadanya.

__ADS_1


P.S : MENUJU ENDING TAHUN KETIGA !!


__ADS_2