Aurora : And the Endless of Love {DM}

Aurora : And the Endless of Love {DM}
BAB 8 - Tutoring Draco Malfoy


__ADS_3

Ujian Arithmancy berakhir dan hasil ujian langsung muncul begitu cepat ketika kertas jawaban kami baru dikumpulkan dimeja profesor Septima


"Selamat untuk Mss Hermione Granger dan Mss Aurora Rotsfield, kalian berdua mendapat nilai tertinggi pada ujian Arithmancy kali ini", kata Profesor Septima


"Selamat untukmu Mione", ucapan Aurora


"Selamat juga untuk mu Aurora", kata Hermione


"Dan saya sangat menyayangkan kepada Mr malfoy, Vincent Crabbe dan Gregory Goyle, kalian mendapat nilai terendah dikelas, aku ingin kalian belajar lebih keras lagi dalam Arithmancy", kata Profesor Septima


"This class is Ridiculous!", kata Draco lirih dengan memutar bola matanya dan mulai mengemasi buku-bukunya


"Hey jangan berkata seperti itu,--" kata Aurora


"Kau juga, kenapa tidak membantuku tadi", kata Draco


"Aku tidak akan membantu mengerjakan ujian mu Mr.Malfoy", jawab Aurora


"Dengar, temui aku nanti sore di Courtyard, nanti akan ku ajari beberapa cara mudah mengerjakan Arithmancy",sambung Aurora


"Kenapa tidak di kamarmu saja ?", kata Draco dengan menyeringai


"Hah apa ?",


"Yeah, kudengar kau juga punya kamar sendiri kan---kenapa tidak di kamarmu saja yang lebih hangat daripada di Courtyard", ujar Draco


"A-aku tidak bisa membawamu menyelinap masuk ke Asrama ku Draco, bisa-bisa kau dihajar oleh anak-anak Hufflepuff",


"Begini saja bagaimana kalau di perpustakaan", sambung Aurora


"Baiklah di Courtyard saja", jawab Draco pasrah


"Dasar Plin-plan", kata Aurora dengan terkekeh


"Hey, aku tidak begitu kau tau itu!", protes Draco


Pelajaran hari ini berakhir, tapi tidak bagi Aurora yang masih berkutat dengan Pelajaran Muggle bersama Mrs.Peterson, seorang Squib yang memutuskan menjadi Dosen dan berbaur dengan komunitas Muggle di Oxford


Aurora berjalan menuju Courtyard, dan duduk di bangku taman, sore hari ini cuaca sangat berangin dan langit mulai gelap


"Kau terlambat 9 menit 25 detik", kata Aurora menatap jam tangannya


"Owh Sorry love, ada sedikit urusan dengan Mudblood Ravenclaw tadi", kata Draco berjalan kearah Aurora


"Kau memanggilku apa ?", tanya Aurora dengan mengernyitkan dahi


"Nothing", jawab Draco lalu duduk di sebelah kiri Aurora


"Baiklah, kita mulai ok"


"Where should i start ?", sambung Aurora


"Bagaimana dengan cara menganalisis nama?", jawab Draco menunjuk salah satu lembar dibuku yang Aurora pegang


"Ohh ini, baiklah--- nah pertama-tama adalah kita memberi setiap alfabet ini angka numerik dari 1 sampai 9 seperti pada tabel disini", kata Aurora


"Owh ya, lalu", kata Draco mengangguk sambil makan Sandwich

__ADS_1


"Lalu, Huruf a, j, dan s memiliki nilai 1. b, k, dan t memiliki nilai 2, dan sebagainya", jawab Aurora


"Sampai disini kau paham kan?", tanya Aurora


"Yes Madam Rotsfield", kata Draco dengan tersenyum ke Aurora membuatnya terkekeh


"Ok, sekarang kita ke contoh soal", kata Aurora yang masih terkekeh


"Nah kau lihat tabel ini, ini tinggal kau jumlahkan dan hasilnya berapa Draco ?",


"58 tentu saja", jawab Draco


"Good--- Jadi jika totalnya lebih dari 9 yang biasanya---itu harus 'dikurangi' menjadi satu digit dengan menambahkan angka komponen bersama-sama, lebih dari sekali, jika perlu",


"Nah dengan demikian, 58 berkurang menjadi 13 (5 + 8 \= 13), yang dikurangi menjadi 4 (1 + 3 \= 4)", sambung Aurora


"Nah hasil akhirnya adalah ?", tanya Aurora


"4?" jawab Draco dengan menatap buku Aurora


"Betul, hasil akhirnya adalah 4 dan ini bisa disebut nomor karakter, angka ini menunjukan kepribadian umum individu", kata Aurora


"Kau mempercayai itu ?", tanya Draco


"Aku lebih mempercayai pelajaran Arithmancy daripada pelajaran Ramalan", jawab Aurora


"Kau paham kan sampai sini?", Tanya Aurora


"Uh-huh, Jauh lebih tercerahkan jika bersamamu", kata Draco dengan menyeringai


Draco mengambil buku itu dan mencondongkan tubuhnya ke dekat Aurora lalu mencium pipi kiri Aurora


"Apa yang kau lakukan Draco!", kata Aurora terkejut dan mengelap pipi kirinya


"Kau layak mendapatkannya, thankyou", jawab Draco dengan menyeringai membuat Aurora kembali terkekeh dengan tingkah Draco


"Ada sedikit noda saus di bibirmu", kata Aurora


"Mau menghapusnya untuk ku ?", tanya Draco


Kemudian Aurora mengambil sapu tangannya dan menjulurkan sapu tangan itu ke bibir Draco, sebelum sapu tangan itu menyentuh bibir Draco, dia menahannya


"Jangan dengan ini", kata Draco


"Lalu ?"


"Dengan bibirmu jika boleh", kata Draco dengan menyeringai


"Eww, itu menjijikan!", kata Aurora membuat Draco tertawa


"Tentu tidak, itu hal normal", kata Draco


"Owh jadi maksudmu kau sudah sering melakukannya dengan wanita lain", kata Aurora yang pipinya sudah memerah


"No, never--- aku menjaga first kiss ku untukmu Aurora",


"Oh my gosh", kata Aurora kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Draco

__ADS_1


"Dan akulah yang akan mengambil First kiss mu Aurora!!", teriak Draco membuat beberapa anak di Courtyard menoleh ke arah Draco dan Aurora


Aurora melangkahkan kakinya cepat menahan malu dan senyum yang melebar diwajahnya, dengan sesekali terkekeh dengan tingkah konyol Draco


"Kemana saja kau Aurora ?", tanya Hannah


"Aku tadi bersama Draco di Courtyard, mengajarinya Arithmancy", jawab Aurora yang baru masuk ke Common Room


"Good, sekarang kau bantu aku, tugas PTIH kali ini sungguh menyiksa", kata Hannah


"Profesor Snape sungguh membuat kelas PTIH menjadi pembelajaran paling menyebalkan", kata Justin


"Baiklah, kemari kita kerjakan bersama", jawab Aurora


"Ngomong-ngomong, dimana Ernie ?", tanya Aurora


"Dia sedang bersama Cedric dan anggota Quidditch lainnya di lapangan", jawab Justin yang diangguki oleh Aurora


"Aurora, sebaiknya kau menjauh lah dari Malfoy itu", kata Hannah


"Eh--- kenapa ?", tanya Aurora heran


"Huh kau ini--" hannah menghela nafas


"Cobalah untuk melihat sekitarmu Aurora", sambung hannah


"Maksudmu ?", tanya Aurora


"Bukan hak ku untuk mengatakannya, tapi cepat atau lambat kau akan tau", jawab Hannah membuat Aurora semakin kebingungan


Mereka bertiga mulai mengerjakan tugas PTIH dari Profesor Snape yaitu untuk mengisi 2 perkamen tentang gejala manusia serigala


Hujan badai mulai turun diluar, gelegar petir terdengar sangat keras, Common room hufflepuff terasa semakin nyaman saat ini, Aurora masih berkutat mengerjakan PR nya sementara Hannah dan Justin memutuskan tidak menyelesaikannya


Pintu Asrama terbuka menampakan Zachariah Smith, Wayne Hopkins dan Ernie Macmilan yang sudah basah kuyup, Zachariah dan Wayne memutuskan langsung pergi ke kamar sementara Ernie duduk di depan perapian di Common Room


"Erns bajumu basah, sebaiknya cepat ganti bajumu terlebih dahulu!, nanti kau bisa sakit", kata Aurora tapi Ernie tidak bergeming dari posisinya


Aurora menatap Hannah dan Justin yang juga sedang menatapnya, Hannah memberi isyarat untuk Aurora agar dia mendekat ke Ernie, yang diangguki oleh Aurora dan berjalan mendekat ke perapian


Aurora melepas jubahnya dan memakai kan nya ke tubuh Ernie dan duduk di sebelahnya


"Kenapa kau mengacuhkan ku Erns?",


"Jika aku ada salah, tolong maafkan aku", sambung Aurora menatap Ernie yang tengah menggosokkan kedua telapak tangannya


"Apa ada hubungannya dengan Draco ?", tanya Aurora lagi


Ernie menghela nafas pelan, tetesan air menetes dari rambut pirangnya


"Tidak, kau tidak bersalah--- aku hanya sedang. Lelah", jawab Ernie kemudian menatap Aurora dan tersenyum kearahnya


"Baiklah, jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja--- aku tidak ingin ada rahasia diantara kita berempat", kata Aurora menatap Ernie kemudian menatap justin dan hannah


Ernie tersenyum tipis kemudian mengangguk pelan.


__ADS_1


__ADS_2