
Keesokan harinya aku berada di The Basilweather’s house kediaman keluarga Viscount Tewksbury
Acara pernikahan berlangsung dihalaman belakang Rumah keluarga Louis dengan diselimuti salju putih dan pahatan patung es, tamu dari berbagai kalangan Muggle dan Penyihir mulai berdatangan, bahkan keluarga Malfoy juga turut serta hadir, dan setelahnya acara dilanjutkan didalam Great Hall.
"Selamat untuk kalian berdua--" kataku memeluk Louis dan Estela bergantian
"Maaf aku gagal membujuk Paman Hector", sambung ku melepaskan pelukanku dari Estela
"Tidak apa, itu hanya pohon keluarga, dia tidak dapat menjauhkan diriku dari keluarga ku selama darah Rotsfield mengalir dalam diriku", Ucap Estela, dan aku hanya mengangguk mengerti
"Jaga kakak ku ini, Jangan sampai tergores atau lecet sedikitpun!", kataku pada Louis
"Tentu saja adik kecil", jawab Louis
"Ugh, bisakah orang-orang berhenti memanggilku adik kecil",
"Sudah sana pergi, Malfoy terus menatapmu sedari tadi", ucap Estela
Ku arahkan pandangan ke seluruh meja dan kulihat ada keluarga Malfoy bersama Paman Hector dan Ethan yang duduk bersama di satu meja bundar
"Lihat, yang sedang kita bicarakan datang juga", kata Mr Malfoy
"Apa kabarmu sayang ?", tanya Mrs Malfoy
"Aku baik Mrs Malfoy, kuharap kehadiranku tidak mengganggu perbincangan kalian", ucapku
"Tentu saja tidak sayang, duduklah", ucap Mrs Malfoy
Aku duduk tepat ditengah-tengah antara Draco dan Ethan dan di depan kami ada Mr dan Mrs Malfoy serta paman Hector
"Draco terus saja membicarakan mu selama liburan natal ini Aurora", kata Mr Malfoy
"Dad!", ucap Draco dengan wajah yang sudah memerah
"Draco bercerita kalau dia suka menatap wajahmu, ketika kau sedang mengajari Draco", kata Mrs Malfoy dengan terkekeh
"Oh diam lah Mom", kata Draco
"Kenapa Draco?, kau menyukai keponakanku ?, maka selamat kau sudah lolos satu persyaratan dariku", ucap Paman Hector
"Ah--, apa yang paman bicarakan", kataku malu
Kemudian suasana hening ketika Estela dan Louis membuka Sambutan dan menceritakan bagaimana hubungan mereka bisa terjalin kepada seluruh tamu yang hadir
"Kau lihat lucius, orang-orang itu---" kata paman Hector menunjuk ke arah keluarga Tewksbury
"Leluhur merekalah yang dulu memburu para kaum kita. Bakar!, atau di gantung ditengah alun-alun", sambung Paman Hector
"Paman--", kataku
"Father, That's enough!", kata Ethan
"Jika aku jadi ayahmu Aurora, aku sudah memberinya kutukan tak termaafkan untuk kakakmu itu", sambung Mr Malfoy dengan menuangkan Wine ke gelas Paman Hector
'Maka aku beruntung, kau bukanlah ayahku', kataku dalam hati
Draco menggenggam tanganku dan ibu jarinya mengusap punggung tanganku, usapan tangannya menyalurkan kehangatan kepadaku, aku menatap dan tersenyum kepadanya yang dibalas oleh tatapan mata silver kebiruan miliknya
Acara dilanjut dengan dansa dengan di iringi musik waltz yang menggema di seluruh ruangan, hingga seseorang memegang pundak ku
"Aurora",
"Erns!", sapa ku kemudian berdiri dan memeluk Ernie yang memakai setelan jas hitam
"May I have the pleasure of a dance?", ucap Ernie mengulurkan tangan
"Yes", kataku menatap Ernie dan meraih tangan kirinya dan kami menuju ke lantai dansa
Tangan Ernie meraih pinggangku dan tangan satunya menggenggam tanganku kami mulai menari ditengah kerumunan Muggle, hingga musik berhenti
Aurora POV end
__ADS_1
"Not bad", kata Aurora berjalan disebelah Ernie
"Tidak sia-sia aku berlatih dengan Mom natal kemarin", ucap Ernie
"Oh ya dimana Mr dan Mrs Macmillan ?", tanya Aurora
"Ayo--", Ernie membawa Aurora ke meja tempat duduk Mr dan Mrs Macmillan
Setelah bertemu kedua orangtua Ernie--- Aurora memperkenalkan Ernie dengan keluarganya serta beberapa teman bisnis Ayahnya
"Itu ibuku yang memakai Dress berwarna Ungu", kata Aurora
"Dan yang disana itu ayahku. sedangkan lelaki yang sedang bicara dengan ayahku itu Mr Derek, pebisnis dari New York investor besar di perusahaan ayahku",
"Dan yang itu adalah Mr Ackerman---seorang Muggle kaya raya dari Jerman, dan sebelahnya ada selingkuhannya yang seorang Penyihir dari Moldova",
"Rumornya adalah dia itu sedang mengandung anak Mr Ackerman, tapi kau tidak akan bisa melihat kehamilannya karena dia selalu meminum ramuan, itulah rumornya", sambung Aurora
"Sejak kapan kau suka bergosip?", ucap Ernie dengan terkekeh
"Semenjak aku berteman denganmu Mr Macmillan", jawab Aurora memukul lengan Ernie pelan
"Oh lihat itu Madam Margaret, sang berlian dari barat---Keluarganya mendadak kaya raya setelah menemukan tambang mineral di Texas, dia terlihat cantik bukan", kata Aurora memandang Madam Margaret
"Hmmm, yeah itu terlihat cantik", kata Ernie tapi pandangannya tertuju pada Aurora
Beberapa lama kemudian Draco datang menarik lengan tangan kiri Aurora
Draco POV
Aku mengusap punggung tangan Aurora yang hangat dan halus, ia menatapku dan memberiku senyum manisnya, mata birunya yang indah dan bulu mata lentik yang sangat cantik membuat siapapun akan terpana melihatnya
Hingga beberapa saat kemudian seseorang memanggil nama Aurora,
siapa lagi kalau bukan si Macmillan sialan itu, dan astaga Aurora memeluk Laki-laki sialan itu di depanku.
Hingga dia mengajak Aurora berdansa, sungguh aku benar-benar muak melihat Macmillan itu
"Ernie Macmillan", jawabku
"Macmillan ?", ucap Mr Rotsfield lagi
"Salah satu anggota dari 28 keluarga Suci", jawab Dad
"Jika kau benar-benar menginginkan Keponakanku Draco, kejarlah!", kata Mr Rotsfield
Aku menatap Aurora yang kini tengah berjalan bersama Macmillan itu di ujung meja, kemudian aku berdiri dan menghampiri mereka dan menarik lengan Aurora
Draco POV end
"Apa-apaan kau Malfoy, lepaskan dia!!", kata Ernie maju kearah Draco
Draco maju mendekat dan meraih lengan Ernie dan membisikan sesuatu di telinganya
"Aku tau kau memiliki rasa kepada Aurora, dan sebaiknya kau menjauh lah darinya karena dia milikku!", bisik Draco
"Aku menghormati keluargamu hanya karena hubungan ibuku dan keluargamu di dalam keluarga Black", sambung Draco kemudian mendorong Ernie membuat beberapa pasang mata memandang kearah kami
Draco membawa Aurora keluar Great hall menuju koridor rumah yang sepi dan cukup gelap hanya dengan cahaya lampu berwarna kuning
"Kau ini kenapa, tolong jangan membuat masalah dihari pernikahan kakakku Draco!",
"Membuat masalah ?!, aku tidak akan berulah jika kau tidak berdansa dengan Macmillan!!", bentak Draco memegang kedua bahu Aurora membuatnya terkejut
"Jangan berteriak padaku", kata Aurora
Draco menatap mata Aurora yang terlihat ketakutan, kemudian dia melepas tangannya dari bahu Aurora, menghela nafas dan mengusap wajahnya kasar
"Dengar, aku mau kau jangan dekat-dekat dengannya", ucap Draco lembut dan meraih tangan Aurora
Aurora mengernyitkan dahinya bingung dan memandang Draco, kemudian dia tersenyum tipis, dengan Ragu-ragu dia berkata
__ADS_1
"Kau cemburu ?", ucap Aurora
"A-apa ?, No, tentu saja tidak", jawab Draco
"Big Liar", kata Aurora tersenyum lebar
"No, I'm Not--", ucap Draco
"Dasar pembohong (menyeringai)" ucap Aurora kemudian berjalan kembali ke Great hall
"Mau kemana ?",
"Ernie menungguku", jawab Aurora
"Apa?!", draco berjalan dan meraih tangan Aurora untuk berhenti
"Kan sudah kubilang jangan dekat-dekat dengannya!" , kata Draco meninggikan suaranya
"Astaga dia temanku Draco, memang apa masalahnya, kami hanya berdansa--- lalu apa peduli mu!", ucap Aurora sedikit berteriak
"Tentu aku peduli Aurora !, karena aku....", kata Draco terhenti
"Aku ?"
Draco menutup matanya kemudian menarik nafas pelan, hingga kemudian pandangan mata mereka bertemu
"Karena aku menyukai mu Aurora", hening sejenak Aurora menatap Draco
"Draco--", ucap Aurora terhenti ketika Draco menutup mulut Aurora dengan tangan kanannya
"Shut up!....Ketika pertama kali melihatmu, 3 tahun lalu di rumahmu-" kata Draco maju mendekat membuat Aurora melangkah mundur
"Ketika kau memelukku saat terbang dengan Broomsticks-"
"Ketika kau merawat ku saat sakit",
"Ketika bibirmu tergerak mengucapkan namaku, hanya namaku", Draco semakin maju hingga tubuh Aurora menempel di dinding membuat posisi Draco dan Aurora sangat dekat tanpa jarak sedikitpun, bahkan bisa Aurora rasakan hembusan nafas hangat dari Draco
"Rasa suka ini terus tumbuh setiap detiknya,, dan aku takut itu berubah menjadi rasa Cinta", kata Draco menyelipkan rambut Aurora kebelakang telinga
"Kenapa?", tanya Aurora dengan melepas tangan Draco yang sedari tadi menempel pada bibir Aurora
"Aku takut, kalau kau tidak memiliki rasa yang sama seperti apa yang kurasakan",
"Maka kau harus membuktikannya, not just words", jawab Aurora
"I will, and you'll be mine", ucap Draco menatap bibir Aurora kemudian memiringkan kepalanya dan menutup matanya
Aurora yang melihatnya langsung mengulurkan tangan kirinya dan membekap mulut Draco
Draco membuka matanya dan menatap Aurora, tangan Draco melepas tangan Aurora dari mulutnya. Bibir lembut Draco menempel pada telapak tangan Aurora menciumnya dengan lembut, mencium setiap jari-jarinya, dan menyesap punggung tangan Aurora
"Sweat", ucap Draco
"M-maaf Draco", kata Aurora dengan kepala menunduk
"Ssstt, kau tidak perlu menjawabnya sekarang, kita masih punya waktu--- dan aku akan memastikan agar kau memiliki rasa yang sama seperti apa yang kurasakan", ucap Draco, tangannya terulur ke pipi Aurora dan mengusapnya lembut
"My dearest love Aurora", Sambung Draco dengan ibu jarinya mengusap pipi Aurora dan menatap setiap sudut wajahnya yang cantik
Aurora menutup matanya menikmati sentuhan ibu jari Draco yang lembut menyentuh kulit pipinya yang halus
"Beri aku kesempatan Aurora", kata Draco dengan tangan yang masih setia mengusap pipi Aurora
"Why you so quiet", ucap Draco
Aurora membuka matanya dan menatap wajah Draco
"I- i just, don't know what to say", jawab Aurora dengan senyum tipis dan wajah yang sudah sangat memerah membuat draco terkekeh karenanya
Kedua tangan Draco memegang kepala Aurora dan mencium Kening Aurora lama Kemudian berpindah mencium pipinya dua kali dan berpindah ke telinga Aurora
__ADS_1
"You're mine Aurora---- You're mine".