Aurora : And the Endless of Love {DM}

Aurora : And the Endless of Love {DM}
BAB 3 - Buckbeak


__ADS_3

Pelajaran Arithmancy menurut Aurora lebih cocok untuknya daripada kelas Ramalan yang hanya menduga-duga dari secangkir teh


Ia juga terkejut ternyata Draco mengambil kelas Arithmancy daripada Rune kuno


"Kau mengambil kelas tambahan Arithmancy juga Draco", kata Aurora yang berjalan bersama dengan Draco menuju great hall untuk makan siang


"Yeah, tapi aku menyesal mengambilnya", jawab Draco


"Kenapa ?"


"Yeah pelajaran ini terlalu mengada-ada", jawab Draco


"Percayalah, masih lebih baik Arithmancy daripada kelas Ramalan", jawab Aurora


"Aurora, kau ingat kan apa tugasmu", tanya Draco


"Tugas apa?"


"Kau akan mengajari ku dibeberapa mata pelajaran bodoh", kata Draco dengan menoyor kepala Aurora pelan


"Oh halo, begitu kau memanggil guru barumu ini", jawab Aurora


"Pelajaran apa yang kau mau aku ajarkan ?", tanya Aurora


"Mmmm, bagaimana dengan Arithmancy dan Astronomy ?", jawab Draco


"Baiklah, kapan kau mau ku ajari?"


"Setelah pelajaran pemeliharaan satwa gaib dengan si raksasa itu", kata Draco


"Dia punya nama Draco jaga bicaramu", kata Aurora


"Ok,ok terserah apapun itu"


Sesampainya di Great hall mereka duduk di meja asrama masing-masing dan mulai Makan siang


"Sudah kukatakan untuk tidak dekat dengan Malfoy, tapi masih saja dekat-dekat dengannya", kata Ernie


"Kau ini kenapa Erns, aku dan dia satu kelas di Arithmancy, lagian tidak ada dari kalian yang satu kelas denganku di Arithmancy kan"


"Sudahlah, cepat habiskan makananmu----


Aku tidak mau telat ke kelas selanjutnya", sambung Ernie


"Kenapa dengannya ?", tanya Aurora ke Hannah


"Entahlah, semenjak kemarin di kereta dia seperti itu", kata Hannah


Aurora dan Ernie berjalan menuju kelas pemeliharaan satwa gaib, justin dan Hannah mereka tidak sekelas dengannya kali ini karena mereka mengambil kelas yang berbeda


"Jangan coba-coba mendekat ke arah Mereka!", kata Ernie


"Ta-tapi----" kata Aurora terpotong ketika Ernie menarik menjauh dari anak-anak Gryffindor


"Sssttt sudah diam" kata Ernie


Kelas Kali ini cukup bervariasi karena dicampur dengan anak dari berbagai Asrama, hagrid datang dengan wajah berseri-seri karena dia akhirnya bisa menjadi seorang Profesor pemeliharaan satwa gaib


"Baiklah, semuanya kemari menuju dekat pagar ini!" kata hagrid


"Bagus-bagus, kemari lah jangan sampai tidak melihat----yang pertama-tama adalah kalian buka buku kalian!" sambung hagrid


"Bagaimana caranya?" tanya Draco dingin


"Eh ?" hagrid


"Bagaimana cara membuka buku ini?", sambung draco


"Kalian tidak tahu cara membuka bukunya ?", tanya Hagrid


Aurora mengacung tangannya keatas tinggi-tinggi dengan senyum mengembang diwajahnya


"Ya Aurora"


"Caranya mudah, yaitu kita hanya perlu mengusap punggung bukunya saja", jawab Aurora


"Nah lihat yang Aurora lakukan, kalian hanya perlu mengusapnya saja, lihat" kata hagrid


Draco mengernyit ketika buku itu diusap dan berbunyi aneh


"Oh bodoh benar kita semua!!---kita hanya perlu mengusapnya, kenapa tak terpikir ya!", cemooh Draco


"Kupikir buku ini lucu", kata Hagrid ragu kepada Aurora


"Oh yeah, lucu sekali--- buku yang hampir menggigit jari-jari kita ini", cemooh draco lagi


"Ehh draco, sudah diamlah!", kata Aurora pelan


"B-baiklah jika kalian sudah membukanya sekarang yang diperlukan adalah Satwa gaib", kata Hagrid


"Kalian tunggu disini !", sambungnya kemudian dia menghilang disebalik rimbunan pohon


"Sungguh tempat yang menyedihkan, si tolol itu mengajar --- tunggu sampai ayahku mendengar ini", Cemooh Draco lagi


"Diam malfoy !" kata Harry


"Hu hu huuuuu" Draco berjalan kedepan dan tiba-tiba berlagak ketakutan


"D-d-ddmentor Dementor!" kata Draco


membuat semua orang melihat ke arah atas ketakutan tapi tidak dengan Aurora yang sudah tau betul seorang Draco Malfoy, ia hanya memutar bola matanya dan memilih membaca buku


Hagrid datang dengan membawa hewan seperti burung dan juga seperti kuda


"Tadaaaaa!!" kata Hagrid


"Dia cantik bukan---ada yang tau ini apa ?" tanya Hagrid

__ADS_1


Aurora kembali mengacungkan tangannya cepat


"Ya Aurora ?"


"Itu adalah Hippogriff, dia makhluk yang angkuh dan cukup sensitif", kata Aurora


"Bagus sekali Aurora, 20 poin untuk Hufflepuff!" kata hagrid


"Nah, hipoggriff ini sangat mudah tersinggung sehingga kalian tidak boleh menghinanya atau kalian akan diserang olehnya!"


"Hal pertama yang dilakukan adalah cukup mendekat perlahan kearahnya dan kemudian membungkuk didepannya", sambung Hagrid


Dilain sisi Draco dan Teman-temannya tidak mendengarkan penjelasan Hagrid dan malah memilih makan apel dengan menganggu anak lain,


"Mau?" tanya draco menyodorkan apel bekas gigitannya kepada Aurora


"Ti-tidak terimakasih", jawab Aurora


"Ada yang mau mencobanya?", tanya Hagrid


Sontak saja semua anak mundur kecuali Harry dan tangan kiri Aurora ditarik mundur oleh Ernie


"Erns!, padahal aku ingin mencoba", kata Aurora


"Tidak!, nanti kau kenapa-napa", jawab Ernie membuat Aurora menghela nafas pasrah


------


"Bagus Harry, mari mari mendekat perlahan dan mulai membungkuk didepannya!", kata hagrid


Harry maju ke depan dan membungkuk di kedepan hippogriff bernama Buckbeak itu


Krekkkkk~


Harry menginjak ranting membuat Buckbeak masih agresif, hal itu membuat Hermione reflek memegang tangan Ron yang disadari oleh Ron dan Aurora


Di lain sisi Draco yang melihat Aurora menatap tangan Hermione dan ron, membuatnya menyeringai, dia lantas memegang tangan kanan Aurora membuat Aurora menatap nya, beberapa detik mereka saling bertatapan hingga tiba-tiba Ernie menarik tangan kiri Aurora mendekat kearahnya


"Menjauh lah kau Malfoy!", kata Ernie


"Dia bukan milikmu Macmilan!", kata Draco dengan menarik tangan Aurora


Hingga buku yang Aurora pegang terjatuh


"Begitu juga denganmu Ular!", kata Ernie lagi dengan menarik lengan Aurora


"Stop kalian berdua !!", teriak Aurora kemudian mengambil bukunya dan menghampiri Hermione dan Ron


Dilain sisi Harry berhasil mendekat ke Hippogriff itu


"Bagus harry, sekarang kau bisa menyentuhnya", kata Hagrid


Harry maju dan menyentuh kepala Buckbeak kemudian Hagrid mengangkat tubuh Harry


"W-wait!", kata Hary


"Berpegangan padanya tapi jangan mencabut bulunya!"


Beberapa lama kemudian Buckbeak mendarat dan kemudian Hagrid menurunkan Harry


"Nah bagaimana, ada yang mau mencoba juga ?", tanya Hagrid


Beberapa anak mulai memberanikan diri untuk maju ke rerumputan, Aurora dan Ernie mulai berlatih dengan seekor Hippogriff berwarna Coklat, sedangkan Draco, Crabbe dan Goyle mengambil alih Buckbeak


"Hah, ini sangatlah gampang!" kata Draco dengan suara Keras membuat Aurora dapat mendengarnya


"Aku tau ini akan mudah ---- jika potty itu bisa --Taruhan!, kau tidak berbahaya sama sekali kan?",


"Iya kan makhluk jelek kasar !?", cemooh Draco


Dengan secepat kilat cakar milik Buckbeak muncul dari kakinya itu dan mulai menendang Draco hingga tersungkur ke tanah


"Draco!!", Teriak Aurora berlari kearah Draco yang terbaring di tanah dan memegang kepala serta lengan kiri Draco


Semua siswa disana langsung berhamburan untuk berlindung di sebalik pagar


"Ah it's kill me !, it's kill me !", teriak Draco dengan memegang lengannya


Hagrid sekuat tenaga menarik Buckbeak untuk menyingkir yang masih mengamuk ingin menginjak Draco


"Dia membunuhku !, aku akan mati!!", kata Draco


"Hagrid !, segera bawa Draco ke Hospital wing!!", teriak Aurora dengan terisak ketika darah mulai menetes dari lengan Draco


"Kau tidak akan mati!!---- seseorang tolong buka pagar!", kata Hagrid


Hermione membukakan pagar, Kemudian hagrid Membopong Draco menuju Hospital wing yang diikuti oleh Aurora, Pansy dan anak-anak Slytherin lainnya


"Dia harus langsung dipecat !!", kata Pansy juga dengan terisak


"Salah malfoy sendiri kan!", kata Dean Thomas


Crabbe dan Goyle dengan wajah sok mengangkat lengan tangannya dan memperlihatkan ototnya sebagai tanda ancaman


Hagrid sampai di Hospital wing dan Draco langsung ditangani oleh Madam Pomfrey, Aurora dengan gusar menunggu diluar Hospital wing dia sedari tadi menangis sedangkan Pansy berada di sampingnya hanya menggerutu dan sesekali terisak


Pintu terbuka memperlihat Madam Pomfrey dan Hagrid


"Bagaimana kondisinya madam ?, apa dia baik-baik saja ?, dia tidak luka serius kan ?", tanya Aurora yang masih terisak


"Tenang Mss Rotsfield, aku sudah memberinya Ditanny, tulangnya patah tapi aku sudah mengobatinya sehingga dia bisa akan pulih lebih cepat", jawab Madam Pomfrey


"Ini semua salahmu !", kata Pansy kepada Hagrid kemudian dia masuk ke dalam Hospital Wing


"Terimakasih Madam--" kata Aurora


"Iya sama-sama, dan sebaiknya bawa anak perempuan itu keluar, Mr malfoy butuh istirahat penuh", kata Madam Pomfrey

__ADS_1


"Baik madam--", jawab Aurora


"Hagrid, aku turut menyesal karena ada kejadian ini di hari pertamamu mengajar--", kata Aurora


"Ku harap tidak terjadi hal buruk kepadamu atau Buckbeak", sambung Aurora


"Aku tidak yakin itu Aurora, Lucius Malfoy pasti tidak akan tinggal diam dengan kejadian ini", jawab Hagrid


"Maaf aku tidak bisa berbuat banyak Hagrid"


"Kau tidak perlu meminta maaf", kata Hagrid dengan mengelus rambut Aurora


Setelahnya hagrid meninggalkan tempat itu dan Aurora menarik gagang pintu Hospital wing, ia Masuk dan memperlihatkan Draco yang terbaring di ranjang dengan lengan kanan yang sudah dibalut perban dan Arm Sling


Aurora berjalan menghampiri Draco dan berdiri disebelah sisi kiri ranjang sedangkan pansy di sebelah kanan ranjang


"Bagaimana keadaanmu Draco?", tanya Aurora


"Lebih baik tapi rasa sakitnya terkadang muncul lagi dan lagi, sepertinya obatnya tidak bertahan lama", jawab Draco


"Akan ku ambilkan obat lagi--" kata Aurora


yang ingin melangkah mengambilkan obat tetapi langkahnya terhenti ketika Draco meraih tangan kanan Aurora dengan tangan Kiri Draco


"Tidak, tidak perlu---- cukup kau disini menemaniku, itu sudah membuatku lebih baik", kata Draco membuat Aurora dan Draco saling pandang untuk sesaat


"Ehem---"


"Kurasa ayahmu ingin mendengar semua ini Draco, kita tidak bisa membiarkan hal ini selesai dengan damai", Kata Pansy


"Yeah, tunggu sampai ayahku mendengar ini---ku pastikan dia mendapat balasannya!", kata Draco


"Draco, tapi ini semua bukan salahnya--" Kata Aurora membela Hagrid


"Kau ini terus membelanya Aurora, lihat Draco dia terluka gara-gara guru bodoh dan hewan liarnya itu!", teriak Pansy


"Kupikir aku tidak perlu menjawab lagi karena faktanya dia tidaklah bersalah, Pansy!", Tegas Aurora


"Yeah kini aku paham kenapa kau tidak di slytherin, kau sama saja seperti Weasley, Blood Traitor!" cemooh pansy


"Jaga ucapan mu parkinson!, aku bisa saja membuatmu menyesal telah dilahirkan!!", teriak Aurora menatap tajam ke Pansy


"Oh yeah, seperti apa ?!, mengadu kepada keluarga blood traitor mu hah", cemooh pansy lagi


"Tarik ucapan mu itu!!", kata Aurora dengan tangan kanannya telah mengeras memegang tongkatnya


"Hey sudah, sudah!!, kenapa malah kalian yang bertengkar hah!!", kata Draco


"Pansy kau pergilah!", sambung Draco


"Tapi Draco--"


"Aku bilang pergilah!"


Pansy kemudian mendengus kesal dengan menatap tajam ke arah Aurora untuk sesaat, kemudian dia keluar dari Hospital wing


Draco memandang Aurora yang masih kesal


"Kau ingin mengutuknya huh?", tanya Draco dengan menyeringai


Aurora menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam, kemudian melepasnya perlahan


"Aku bisa menerima perbedaan pendapat dan argumen----"


"tapi jika dia sudah membawa bawa nama keluarga dan menghinanya, maaf tapi aku tidak bisa tinggal diam, Draco", jawab Aurora


"Aku tahu itu, itu sebabnya aku menyukaimu----- you're different, unique and special", jawab Draco


Aurora yang mendengar pernyataan Draco tersenyum tipis kemudian tangan terulur ke lengan kiri Draco


"Ouch!!"


"Kenapa kau mencubitnya huh!?", kata Draco


"Kau sangat bodoh dengan menghina Buckbeak seperti itu, ini hari pertama Hagrid mengajar tapi mendapat masalah karena kebodohanmu!", jawab Aurora


"Hey kenapa jadi menyalahkan aku, raksasa itu saja yang bodoh dengan ayam sialannya itu!", kata Draco


"Kau sedang sakit tapi masih saja bisa menghi---"


"Aaahhhh sssstttt", teriak Draco


"Kenapa ?!, ada yang sakit ?, ku ambilkan obat untukmu", kata Aurora panik, tapi tangannya kembali digenggam Draco


"Aku hanya butuh kau disini, bukan ceramahmu itu Aurora", kata Draco dengan menyeringai


"Ugh, Kau benar-benar menyebalkan!"


Jam makan siang pun datang, Aurora mengambilkan makanan untuk Draco berupa sup dan beberapa roti, buah dan susu


"Makanlah, setelah itu minum obat ini!, madam pomfrey sangat sulit dibujuk saat aku membawa roti-roti ini", Kata Aurora


Aurora meletakan mangkok diatas meja kecil yang diletakan di paha Draco agar dia bisa makan


"Kau lihat kan, tanganku terluka---- apakah aku harus makan dengan kaki ?"


"Kau masih punya tangan kiri Draco", kata Aurora


"Ouch!!, sakit!!!, sepertinya cubitanmu terlalu keras tadi"


'Astaga anak ini benar-benar berlebihan', batin Aurora yang sudah ingin menimpuk kepala anak pirang ini


"Baiklah, ini --- makanlah", kata Aurora menghela nafas kemudian menyuapi Draco


"Kau tau Aurora ?, rasa makanan akan terasa lebih nikmat ketika kau disuapi oleh orang yang kau suka", kata Draco


"A-apa---maksudmu ?", kata Aurora dengan matanya tertuju ke mangkok sup yang ia pegang

__ADS_1


"Kau cukup pintar untuk tahu apa maksudku", kata Draco


Sementara pipi Aurora sudah memerah semerah tomat, hingga kemudian Madam Pomfrey kembali untuk mengecek keadaan Draco.


__ADS_2