
Jam menunjukan pukul 5 pagi, Aurora terbangun dari tidurnya karena gelegar suara petir terus menyambar keras, hujan deras disertai angin membuat pagi itu semakin dingin
Aurora melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk cuci muka dan menggosok giginya, kemudian mengganti bajunya dengan Jumper dan jaket tebal berwarna hitam, serta memakai syal dilehernya
Ia keluar dari kamarnya kemudian masuk ke Dorm perempuan untuk menemui Hannah dan teman-temannya
"Hannah, ayo bangun !", kata Aurora mengguncang tubuh hannah yang masih berbalut selimut
"Eghh, 5 menit lagi mom", jawab Hannah membuat Aurora terkekeh
"Aku bukan ibumu---ayo bangun, pertandingan Quidditch antara Hufflepuff dan Gryffindor akan segera dimulai pagi ini", kata Aurora menarik selimut hannah
"Iya iya, aku bangun", kata hannah lemas mengusap matanya dan kemudian menguap
"Kalau begitu aku tunggu di Common Room", kata Aurora
"Hannah!!!", teriak Aurora ketika melihat hannah menutup matanya kembali
"IYA!!", tegas Hannah lalu turun dari kasurnya
Common room mulai ramai dengan tim Quidditch hufflepuff yang sudah rapih memakai seragam Quidditch mereka yang berwarna emas
"Ced, hujan badai masih belum berhenti, kalian berhati-hatilah di atas sana", kata Aurora
"Iya Aurora----aku cukup diuntungkan karena sebagai seeker tubuhku lebih besar dari seeker pada umumnya, karena setidaknya angin tidak menghempas ku nanti", kata Cedric dan membuat Aurora tertawa mendengarnya
"Ayo ced, ada pertandingan yang harus kita menangi hari ini!", kata Malcolm Preece, Chaser Hufflepuff
"Jangan lupa sarapan terlebih dahulu!", kata Aurora
"Tentu saja Princess hufflepuff, kita bisa mati kelaparan dan kedinginan nanti jika tidak sarapan", kata Anthony Rickett yang seorang Beater
"Bagus, ayo cepat----jangan terlambat!", kata Aurora mendorong Anthony keluar dari Common Room
Mereka kini berada di Great hall untuk mulai Sarapan, hujan badai masih turun, tapi pertandingan tidak dapat dibatalkan, Aurora cukup khawatir terjadi sesuatu hal yang buruk menimpa teman-temannya
"Aku tidak mengerti kenapa profesor tidak menghentikan sementara pertandingan Quidditch, apalagi cuaca sedang tidak bersahabat seperti ini", kata Aurora yang duduk didepan Justin
"Pertandingan Quidditch adalah pertandingan paling ditunggu-tunggu semua orang, tentu hal apapun tidak akan dapat menghentikan kegiatan Ini", jawab Ernie
"Permainan Gryffindor sangat bagus, apalagi ada Harry, dia belum pernah gagal dalam mendapat Snitch", kata Aurora
"Benar, sebelumnya saja kita kalah dari mereka padahal baru 5 menit bermain, itu sungguh memalukan kalau boleh jujur", kata Hannah
"Tenang saja, Cedric juga seeker yang bagus, dan juga captain yang pintar", kata Justin, diangguki oleh Mereka bertiga
Setelahnya seluruh Murid Hogwarts pergi menuju lapangan Quidditch dan duduk di tribun, hujan badai disertai petir tidak menjadi halangan untuk pertandingan Quidditch, Aurora memakai Payung besar bersama Hannah disampingnya
Satu persatu pemain Quidditch gryffindor dan hufflepuff keluar menuju tengah lapangan, madam hooch membunyikan peluit dan pertandingan dimulai, pemain Quidditch kedua tim mulai terbang dengan Sapu terbang mereka
Aurora melihat cedric mengejar harry yang tepat berada didepan, harry menghindar dan kemudian mengikuti cedric mengejar Snitch, petir terus menyambar, udara sedingin es dan angin bertiup kencang, Aurora sudah basah kuyup dan tidak lagi melihat kedua seeker itu
__ADS_1
"Dimana mereka berdua ?", gumam Aurora dengan memandang langit yang sudah sangat gelap seakan akan hari telah malam
"Mereka tidak terlihat sama sekali", kata Hannah
"Gryffindor unggul 20 poin, jika cedric tidak mendapat snitch itu, asrama kita akan kalah", kata Ernie
"Aku tidak perduli mau kalah atau tidak----", kata Aurora terpotong
"Astaga lihat !!", kata Hannah menunjuk keatas
"(Gasp), Harry!!!", teriak Aurora ketika melihat tubuh Harry terjun bebas ketengah lapangan
'Arresto momentum!', Dumbledore
Tubuh harry melambat hingga kemudian menyentuh permukaan tanah yang lembek karena hujan
Pertandingan selesai setelahnya ketika Dumbledore marah-marah karena ulah Dementor, dia membopong Harry keatas tandu dan berjalan menuju kastil diikuti tandu itu yang melayang dibelakangnya, seluruh anak gryffindor dan yang lainnya mulai meninggalkan lapangan dan kembali ke kastil
"Apa dia akan baik-baik saja", tanya Justin
"Aku akan menjenguk harry", Kata Aurora kemudian berlari menuju hospital wing
Sesampainya disana Aurora berpapasan dengan tim Quidditch gryffindor yang baru dari dalam hospital wing
"Bagaimana dengan Harry ?", tanya Aurora dengan raut muka khawatir
"Dia masih syok, tentu saja", jawab Angelina Johnson
"Masuk saja dan temui dia, ada Hermione dan Ron di sana", kata Fred yang diangguki oleh Aurora
"Kukira kau tewas harry, bagaimana keadaanmu ?", tanya Aurora dengan muka yang sudah sangat cemas
"Aku sudah lebih baik Aurora", jawab Harry
"Dumbledore sangat marah tadi", kata Aurora
"Yeah, aku tidak pernah melihatnya semarah itu", kata Ron
"Ketika kau jatuh dari ketinggian, Dumbledore merapalkan mantra---entah mantra apa itu tapi setelahnya tubuhmu melambat Harry", kata Hermione
"Itu mantra Arresto momentum Hermione, mantra untuk memperlambat benda atau sesuatu yang jatuh", jelas Aurora
"Apa ada yang tau dimana Sapu terbang ku ?", tanya Harry setelah beberapa saat
"Eh---itu, sapu mu terbang dan jatuh menabrak dedalu perkasa dan", kata Ron kemudian mengeluarkan serpihan kayu bekas sapu terbang milik harry
"Kau tau kan Dedalu perkasa tidak suka ditabrak", sambung Ron
Bisa Aurora lihat, raut muka Harry sangat sedih ketika sapu terbang nimbus 2000 miliknya sudah hancur
"Kalau seperti ini, tidak mungkin dapat diperbaiki lagi", gumam Harry memandang Sapu terbang miliknya
__ADS_1
"Jika kau mau, aku bisa membelikan yang baru Harry", kata Aurora,
Harry memandang Aurora kemudian tersenyum tipis
"Tidak, terimakasih Aurora", jawab Harry
"Sungguh ?, aku bisa membelikan mu firebolt jika kau mau", kata Aurora lagi dengan tersenyum lebar
"Anggap saja sebagai hadiah natal tahun ini dariku", sambung Aurora
"Apa yang kau pikirkan Harry, Firebolt harry Firebolt!!", kata Ron dengan bersemangat
"Ah, kau ini!", kata Hermione kemudian menginjak kaki Ron
Membuat Ron meringis kesakitan, Aurora dan Harry tertawa melihatnya kemudian Aurora menatap Harry
"Jadi, bagaimana ?", tanya Aurora
"Tidak Aurora, terimakasih, aku tidak mau merepotkan mu---apalagi harga satu firebolt itu sangatlah mahal", jawab Harry tersenyum pada Aurora
"Yang benar saja Harry----Aurora bahkan setiap membeli barang tidak pernah melihat harganya", kata Ron
"Jangan dengarkan dia Harry", kata Hermione dengan menyilang kan kedua tangannya di dadanya
Beberapa hari kemudian, Aurora dan teman-teman hufflepuff nya kini berjalan menuju kelas PTIH
"Aku tidak mau ikut Pembelajaran kalau kelas kali ini masih diajar oleh Profesor Snape", kata Justin
"Kenapa ?", tanya Hannah
"Kenapa ?, kau masih bertanya kenapa?--- Apa kau sudah menyelesaikan PR darinya minggu lalu Hannah ?", tanya Justin
"Astaga kau benar, aku belum menyelesaikannya"
"Ernie, coba kau lihat kedalam siapa gurunya!", sambung Hannah
Ernie membuka pintunya sedikit dan mengintip didalam yang berdiri adalah Profesor lupin
"Aman", kata Ernie. Aurora terkekeh ketika mendengar Justin dan Hannah menghela nafas lega secara bersamaan
Mereka masuk kedalam kelas yang sudah digabung dengan Asrama Ravenclaw, Aurora duduk bersama Hannah dan bisa Aurora lihat tubuh kurus Profesor lupin yang memang terlihat baru sembuh dari sakitnya
"Dia memberi kami Pr tentang Manusia serigala, profesor!", kata Susan
"Apa kalian sudah memberi tahu dia kalau kita belum akan membahas itu ?", tanya Profesor lupin
"Sudah"
"2 gulung perkamen!" kata murid lainnya
"Baiklah, kalian tidak perlu mengerjakan itu lagi", kata Profesor lupin
__ADS_1
"Apa, oh no!!--- aku sudah menyelesaikannya", kata Aurora kecewa dan mendapat gelak tawa dari seluruh siswa di sana
Hanya Aurora yang menyelesaikan Pr itu membuatnya menyadari suatu hal tentang Profesor Lupin yang Aurora duga adalah Werewolf.