
Sore harinya Aurora memutuskan untuk kembali ke Asrama, awalnya Draco tidak mengizinkan---- tapi akhirnya dengan berat hati dia mengiyakan kemauan Aurora dengan Syarat dia mau Menyuapinya lagi saat makan malam
"Ku dengar Malfoy diserang Hippogriff saat di kelas Hagrid---- bagaimana dengannya ?", kata Wayne Hopkins
"Yeah itu karena kebodohannya sendiri dengan menghina Hippogriff itu", jawab Ernie
"Aku tidak yakin Hagrid bisa bertahan lama disini, setidaknya---- paling juga kembali menjadi pelayan seperti dulu", Cemooh Zacharias Smith
Aurora yang baru masuk ke Common room mendengar ucapan Zachariah itupun langsung menghampirinya
"Jaga ucapan mu Smith!--- lagipula itu bukan kesalahannya, ku yakin Prof Dumbledore akan mengambil keputusan dengan bijak", jawab Aurora
"Tentu saja, Princess Hufllepuff", kata Zachariah Smith dengan nada mengejek kemudian berjalan keluar Asrama
"Anak itu benar-benar tidak cocok di Hufflepuff", kata Susan yang baru datang menghampiri Aurora
"Kita masih ada kelas Aurora, ayo", kata Ernie mengulurkan tangan
4 hari telah berlalu dan Draco belum juga mengikuti pembelajaran, dia akhirnya ikut pembelajaran di hari kamis tepat di siang hari saat pelajaran Ramuan dengan Prof Snape
"Draco---" Panggil Aurora berlari kecil kearah Draco
"Oh hi Aurora"
"Bagaimana dengan lenganmu ?", tanya Aurora dengan tangan menenteng tas yang full buku
"Jauh lebih baik, tapi rasa nyerinya terkadang muncul", jawab Draco
"Syukurlah kalau begitu, kau harus banyak istirahat Draco -- jangan terlalu banyak menggerakkan lengan kananmu", kata Aurora
Kelas kali ini Hufflepuff digabung dengan Asrama Ravenclaw, Aurora dan teman-teman Hufflepuff nya kini berjalan menuju ruang kelas untuk mengikuti pembelajaran PTIH dengan Profesor Lupin
"Aku sudah mendengar kalau dia itu manis dan tampan", kata Susan yang sedang membicarakan Profesor Lupin
"Astaga kau ini Susan, umurmu dan dia terpaut jauh---apa kau ingin mengincarnya sebagai kekasihmu", kata Aurora disusul tawanya dan Hannah dibelakang
"Tentu saja tidak, lagipula aku hanya memujinya", jawab Susan dengan raut masam
Mereka masuk kedalam ruang kelas yang sudah banyak anak Ravenclaw disana, Aurora duduk bersama Hannah, dan Ernie dengan Justin
"Baiklah anak-anak simpan buku dan pena kalian kembali, kali ini kita akan praktik ---- dan yang kalian butuhkan hanya Tongkat sihir", kata Profesor Lupin
"Ayo sekarang ikuti aku", sambung prof lupin
Prof lupin membawa kami menuju ruang guru dan mengarah kesebuah ruangan yang terdapat satu buah lemari kayu didepan kami, lemari itu tiba-tiba berguncang hebat membuat anak-anak disana terkejut dan melompat kebelakang
"Jangan khawatir", kata Prof lupin tenang
"Ada boggart didalam sana", sambungnya
"Boggart menyukai tempat gelap, baik itu di lemari, kolong tempat tidur, lemari jam yang berdiri dan lain sebagainya---- yang ini pindah ke lemari ini kemarin sore, aku meminta Prof Dumbledore untuk mengizinkan ku menggunakan boggart ini sebagai pembelajaran anak tahun ketiga",
__ADS_1
"Jadi pertanyaan pertama adalah, apa itu Boggart?", tanya Prof lupin
Dengan cepat Aurora mengangkat tangan tinggi-tinggi, beberapa anak Ravenclaw juga mengangkat tangannya
"Mmm yeah Mss Rotsfield ?", kata Prof Lupin
"Boggart adalah pengubah-bentuk," kata Aurora
"Dia bisa berubah menjadi bentuk apa saja yang dia pikir paling menakutkan bagi kita." sambung Aurora
"Aku tak bisa memberikan definisi yang lebih baik dari itu," kata Profesor Lupin membuat Aurora tersenyum
"Jadi Boggart yang ada di dalam lemari ini belum
berbentuk----Dia belum tahu apa yang membuat takut orang di balik pintu lemari. Tak ada
yang tahu, seperti apa bentuk Boggart kalau dia sedang sendirian, tapi kalau ku keluarkan, dia akan langsung menjadi apa pun yang kita masing-masing takutkan", jelas Prof Lupin
"Ini berarti, keadaan kita
sekarang ini menguntungkan sekali. Tahukah kau kenapa, Mr Corner ?"
"Mmm-karena ada banyak orang di sini, dia tidak akan tahu sebaiknya memilih bentuk
apa?", jawab Michael Corner anak Asrama Ravenclaw
"Persis," kata Prof lupin
"Ada satu mantra yang cukup berguna untuk melawan Boggart--- kita akan berlatih mantra ini tanpa tongkat, semuanya tiru ucapan ku, Riddikulus!"
"Bagus----bagus sekali, tapi mantra itu tidaklah cukup, maka dengan ini aku perlu salah satu dari kalian maju, bagaimana denganmu Mss Rotsfield ?",
"A-aku--- Sir ?"
"Baiklah Sir", jawab Aurora ragu
"Baiklah Mss--"
"Anda bisa memanggil saya Aurora sir", kata Aurora dengan tersenyum kearahnya
"Baiklah Aurora kau sekarang bayangkan ketakutan terbesarmu apa, dan kemudian kau pikirkan suatu hal yang bisa mengubah ketakutan mu menjadi yang lain", kata Prof lupin dan diangguki oleh Aurora
Lemari itu semakin berguncang dan membuat Aurora semakin takut, profesor lupin membuka lemari itu dan sebuah sosok hitam keluar dengan cepat didepan Aurora yang tengah ketakutan dengan mengangkat tongkatnya gemetar
Sosok hitam itu berubah menjadi apa yang Aurora takutkan, boggart itu berubah menjadi sebuah Toples kaca besar
"Toples kaca Aurora ?, kau takut dengan toples kaca ?", kata Zacharia Smith disusul gelak tawa anak lainnya
"Diam kau Smith!", kata Ernie
Tidak berhenti disitu Toples kaca itu tiba-tiba terbuka menampakan ulat-ulat dan serangga hitam yang berterbangan ke seluruh ruangan, gelak tawa yang tadi memenuhi ruangan kini berubah menjadi suara teriakan ketakutan
__ADS_1
"Ayo Aurora, rapalkan mantra, kau pasti bisa", kata Prof Lupin
"Ri-riddikulus!, Riddikulus!!", teriak Aurora merapalkan mantra
Ulat dan Serangga itu kini berterbangan kembali ke arah toples kaca dan membentuk gumpalan dan berubah menjadi perempuan cantik yang semua orang tau itu adalah Aurora sendiri
Profesor Lupin menatap Aurora dan tersenyum kearahnya dan Aurora hanya menatap sekilas kemudian berjalan mundur kebelakang
"Next --- Anthony Goldstein maju lah", kata Profesor lupin, memanggil satu persatu anak untuk mencoba Boggartnya
"Kau baik-baik saja Aurora ?, kau terlihat pucat", tanya Ernie dengan kedua tangan memegang bahu Aurora
"Aku baik-baik saja", jawab Aurora dengan tersenyum tipis
"Kau yakin, kau terlihat---" kata Hannah terpotong
"Aku tidak apa hannah"
"Kau yakin?" tanya Ernie dan hanya dijawab anggukan oleh Aurora
"Ernie Macmilan, majulah!", panggil Prof Lupin
"Sebenarnya apa Boggartmu Aurora-- dan kenapa kau mengubahnya menjadi Dirimu sendiri ?", tanya Hannah
"Tidak ada., hanya takut serangga, yah serangga", kata Aurora dengan menghela nafas pelan dan wajah yang masih syok menunduk kebawah
"Hai Aurora---" sapa Terry Boot
Aurora mendongakkan wajahnya melihat ke samping kanan menatap Terry boot, anak dari Asrama Ravenclaw
"Hai--" sapa Aurora
"Terry, Terry Boot, salam kenal", Kata Terry mengulurkan tangannya kepada Aurora
"Aurora, Aurora Rotsfield, salam kenal juga Terry", jawab Aurora kemudian ia tersenyum dan menjabat tangan Terry
"Baiklah semuanya, kelas sudah selesai, dan Pr !!, ringkas dalam satu perkamen tentang Boggart, kumpulkan hari Senin datang", kata Prof Lupin kemudian kelas ditutup
"Ayo Aurora kita kembali ke Asrama", kata Ernie meraih tangan kanan Aurora dan menariknya pergi, Aurora menoleh kearah Terry
"Sampai jumpa Terry", kata Aurora kemudian tersenyum tipis
"Itu tidak sopan Erns, aku baru saja mendapat teman dari Ravenclaw", kata Aurora dengan tangan kanan masih dipegang erat oleh Ernie serta langkah menuruni tangga
"Boleh saja kalau dia perempuan", kata Ernie
"Eh---- maksudmu ?"
"Ma-maksudku dia laki-laki Aurora, belum tentu dia baik kan", kata Ernie gugup
"Kau tidak bisa menilai seseorang hanya berdasarkan gender seseorang Erns", kata Aurora
__ADS_1
"Ternyata kau tidak peka jika masalah seperti ini Aurora", sindir Justin yang berjalan di belakang Ernie dan Aurora
"Hah ?", Aurora menatap Justin bingung kemudian memandang hannah yang hanya menaikan bahu tidak tahu.