
Libur Natal telah berakhir, besok Aurora dan yang lainnya sudah harus kembali ke sekolah seperti biasa, setelah kejadian di pernikahan Louis dan Estela seminggu yang lalu Draco hampir setiap hari mengirimi Aurora surat yang isinya hanya tentang betapa dia sangat mencintai Aurora
"Sialan, anak itu terus meneror ku seminggu ini!", gerutu Aurora di kamarnya dengan menggenggam secarik surat dari Draco yang baru ia baca
"Apa yang harus ku lakukan jika bertemu dengannya nanti-"
"Haruskah aku menghindar?"
"Haruskah aku menjawab ?, Aaghhh!! Aku mau menjawab apa !!!",
"Aurora?, kau baik-baik saja sayang ?", kata Laurena dari luar kamar
"Yes mom, i'm fine", jawab Aurora
"Terkutuk lah kau Draco Malfoy!", kata Aurora
Aurora kini sudah berada didalam kompartemen bersama Ernie, Hannah dan Justin, kereta sudah berangkat 2 jam yang lalu, Aurora menatap keluar jendela menampakan tanah lapang luas yang diselimuti salju.
Awal semester kedua di bulan Januari dibarengi dengan musim dingin di Scotland akan cukup menyiksa, apalagi bagi mereka anggota Quidditch yang harus bermain di suhu yang sangat dingin
Justin dan Hannah sedari tadi terus mencoba meminta maaf kepada Aurora karena mereka tidak menghadiri pernikahan kakaknya, padahal mereka diundang secara resmi oleh keluarganya
"Ayolah Aurora, maafkan kami", kata Hannah membujuk Aurora
"Aku sungguh minta maaf Aurora", ucap Justin yang duduk di sebelah Ernie
Aurora menghela nafas pelan dengan pandangan masih tertuju keluar jendela menampakan hutan lebat yang diselimuti salju
"Baiklah, aku maafkan kalian", ucap Aurora kemudian tersenyum pada Justin dan Hannah
"Fyuhhh, akhirnya!", kata hannah lega dan langsung memeluk Aurora erat
"Hannah aku tidak bisa bernafas !", kata Aurora dengan mendorong Hannah pelan
"Kau mau membunuhnya di awal semester hannah", ucap Ernie disusul gelak tawa dari Justin
"Oh Sorry..."
Sedari tadi Aurora merasa gugup karena sebelum menaiki kereta, dia melihat Draco yang sedang berbicara dengan ibunya
Itu membuat Aurora semakin gugup, entah bagaimana dia nanti akan menghabiskan waktu satu semester dengan mengetahui Draco menaruh rasa kepadanya
"Ok, Aurora tenang, bersikaplah seperti pada umumnya", Gumam Aurora dengan menutup matanya
"Kau bicara dengan siapa Aurora?", tanya Ernie
"Eh, tidak. Bukan apa-apa", jawab Aurora
Kereta kini telah sampai di Stasiun Hogsmeade, seluruh siswa turun dan menaiki Carriage hitam untuk menuju kastil Hogwarts yang sudah tertutup salju
"Aurora!", panggil Draco ketika turun dari kereta dan melihat Aurora yang kini berada di Carriage bersama Teman-temannya
Aurora menoleh kebelakang dan melihat Draco dengan jaket hitam berdiri bersama Blaise dan Pansy
Draco melambaikan tangannya dengan senyum terukir diwajahnya yang kemudian hanya dibalas senyum tipis Aurora
"Cepatlah jalan !!", kata Aurora kemudian kereta itu mulai melaju meninggalkan Stasiun Hogsmeade
"Kenapa dengan Rotsfield ?", tanya Theo yang baru datang
"Sepertinya kau harus benar-benar berusaha keras untuk mendapatkannya Draco", ucap Pansy
"Aku seorang Slytherin, apapun yang aku mau maka akan kudapatkan", ucap Draco memandang kereta kuda Aurora yang sudah berjalan menjauh
Sesampainya di Kastil, Aurora dan teman-teman hufflepuff nya langsung menuju Asrama, tapi ditengah jalan mereka dihadang oleh Ron dan Harry yang berlari kearah Aurora
"Aurora apa kau yang mengirimi harry firebolt?!", tanya Ron dengan mengucapkan begitu cepat
__ADS_1
"Maaf aku tidak mengerti maksudmu ron?", tanya Aurora kebingungan
"Aku mendapat hadiah natal firebolt Aurora, tapi hadiah itu tidak ada surat atau tertulis dari siapa hadiah itu berasal", kata Harry
"Hermione memberi tahu Prof McGonagall karena dia pikir hadiah itu dari Sirius Black, saat ini Sapu itu disita oleh profesor dan sedang diteliti apakah ada sihir hitam atau tidak", sambung harry
"Kau dulu pernah menawari harry firebolt Aurora, apakah hadiah itu dari kau Aurora?" tanya Ron
"Eh, maaf tapi aku tidak memberi mu hadiah apapun Harry, dan aku minta maaf soal itu", Jawab Aurora membuat Harry dan Ron terlihat murung dan kecewa
"Tidak apa Aurora, aku hanya benar-benar membutuhkan sapu itu untuk pertandingan melawan Ravenclaw, tapi kini sapu itu telah disita", jawab harry lesu
"Oh harry jika kau mau, aku bisa membelikan sapu itu lagi untukmu saat ini juga", ucap Aurora
"Tidak Aurora, tidak terimakasih", jawab Harry
"Ehem", Ernie berdehem membuyarkan perbincangan Aurora, Ron dan Harry
"Oh maaf, kami akan pergi dulu. Selamat sore Aurora, istirahatlah", ucap Harry yang dianggukki oleh Aurora dan kemudian meninggalkan anak-anak Hufflepuff itu
Sesampainya di Asrama, aurora memutuskan langsung merapihkan barang-barangnya dan kemudian beristirahat.
Keesokan harinya pembelajaran sudah dimulai lagi, Aurora kini berada di kelas ramalan bersama profesor Trelawney, kemudian setelahnya kelas dilanjut dengan kelas ramuan yang digabung dengan asrama Gryffindor
"Kau sedang marahan dengannya ?", tanya Aurora pada Ron
"Karena dialah firebolt harry disita, dan harus dipereteli menjadi beberapa bagian", jawab Ron dengan kesal
"Tapi menurutku Hermione ada benarnya Ron, kita tidak tahu kan kalau Sapu itu bisa jadi memang benar berbahaya buat Harry", kata Aurora
"Itu tidak mungkin Aurora, kau pikir darimana Black dapat uang sebanyak itu hanya untuk membeli Firebolt. Jika aku jadinya, sudah ku gunakan uang itu untuk kabur ke luar negeri pastinya", jawab Ron dengan tangan disibukan meracik ramuan
"Benar juga", gumam Aurora
"Ugh ramuan ini sangat bau", ucap Ron
"Ya?" jawab Ernie menatap Ron, sementara Aurora sedang memotong-motong ekor cicak dan tikus untuk ramuannya
"Kau mengambil kelas telaah muggle kan?", tanya Ron
"Iya, kenapa ?"
"Mm, apa Hermione sering bolos kelas ?", tanya Ron lagi
Ernie mengernyitkan dahinya
"Tidak, dia bahkan tidak pernah absen kelas telaah muggle", jawab Ernie
"Oh ya sudah, terimakasih", ucap Ron
"Memang ada apa Ron ?", tanya Aurora
"Aku hanya heran bagaimana Hermione bisa membagi waktu pembelajarannya, padahal separuh waktu kelas ramalan juga berbarengan dengan kelas telaah muggle", ucap Ron
"......"
Sontak saja setelah mendengar itu Aurora menghentikan pekerjaannya. kelas ramuan selesai, kemudian Aurora kini berjalan bersama Hermione menuju Great hall untuk makan siang
"Ron mulai mencurigai mu", Kata Aurora dengan menenteng tas berisi buku
"Biarkan saja, anak itu tidak akan tahu", jawab Hermione yang berjalan di samping kanan Aurora
Ketika mereka sampai dan berada di koridor Courtyard, Aurora melihat Draco dan teman-temannya yang berjalan di Tumpukan salju Courtyard
"Oh no, Mione aku harus pergi sekarang", kata Aurora dengan gelagapan setelah melihat Draco
"Kenapa?"
__ADS_1
"Draco datang, aku sedang menghindarinya", jawab Aurora lalu ia lari meninggalkan Hermione di koridor
"Aurora Wait!!", teriak Draco ketika melihat Aurora berlari meninggalkan koridor Courtyard, kemudian Draco mengejar Aurora
"Run Aurora, run!!", teriak Hermione
"Apa ada yang memanggilku ?", tanya Ron dari belakang Hermione yang disampingnya ada Harry
"Aku bilang Run, bukan Ron", jawab Hermione mendapat gelak tawa Harry sementara Ron menggaruk lehernya yang tidak gatal
Disisi lain Draco mengejar Aurora yang berlari cukup cepat, hingga kemudian Draco berhasil menyusul Aurora dan meraih tangannya
"Wait, wait, Stop! Ok", ucap Draco, Aurora berhenti disisi Draco
"Eh, Mmm oh draco, Hai", kata Aurora salah tingkah tanpa memandang Draco
"Lari mu cepat juga", kata Draco dengan nafas tidak teratur
"Ayo ikut aku!", sambung Draco dan membawa Aurora ke dalam ruangan kosong yang sudah tidak terpakai
"Draco aku harus pergi, aku masih ada kelas", kata Aurora dan berjalan ke arah pintu tapi pergerakannya dihentikan oleh Draco dan tubuhnya dikunci oleh kedua tangan Draco ke dinding
"Kau menghindari ku hmm",
"A-apa?, tidak aku, aku hanya sibuk ya sibuk, kau tahu profesor Snape memberi tugas cukup banyak diawal semester ini", ucap Aurora dengan meneguk 'Saliva/Air liur' nya
"Ini hari pertama diawal semester, para Profesor belum memberikan tugas", ucap Draco memandang mata Aurora
"Mm profesor snape dia sudah memberikan tugasnya tadi", jawab Aurora salah tingkah
"Pelajaran jam pertamaku adalah ramuan, dan profesor Snape tidak memberikan tugas", kata Draco menyeringai
'Sial aku harus menjawab apa', pikir Aurora ketika dia sudah terpojok
"Kau sebagai murid yang pintar ternyata tidak cukup hebat dalam berbohong, usaha yang bagus", kata Draco dengan menyeringai
"Draco a-aku harus pergi",
"Kenapa terburu-buru, aku masih merindukanmu love", ucap Draco kemudian memeluk Aurora, bisa Draco rasakan wangi bunga mawar dari rambut Aurora, dan wangi parfum beraroma Citrus yang menenangkan
Aurora kemudian membalas pelukan Draco walau dalam hatinya kini tidak tenang, hatinya berdegup kencang namun ia merasa jauh lebih tenang ketika Aroma mint yang menyegarkan dan Aroma apel hijau masuk ke indera penciumannya
"Kau tahu kan aku mencintaimu, aku tidak akan bisa tenang jika kau menjauhiku seperti itu", ucap Draco menghirup wangi bunga mawar dari ceruk leher Aurora
"Sudah ?", kata Aurora melepas pelukannya dari Draco
"Jangan menghindari ku ok", kata Draco kemudian dia mencium pipi Aurora
"I love you, Aurora", sambung Draco
"Bagaimana bisa aku tidak menghindari mu, jika kau bertingkah seperti ini", kata Aurora yang pipinya sudah sangat memerah
"Kau tidak menyukainya love ?", ucap Draco sedikit cemas jika tindakannya justru membuat Aurora marah dengannya
"Kau membuat hatiku tidak dalam keadaan baik-baik saja Mr malfoy", jawab Aurora dengan senyum diwajahnya
Draco terkekeh mendengarnya dan merasa lega secara bersamaan
"Aww, sorry love--- kalau begitu, biar aku periksa kata hatimu", kata Draco kemudian mendekatkan telinganya ke dada Aurora mendengarkan detak jantungnya
"A-apa yang kau lakukan Draco",
Draco berdiri tegap menatap Aurora kemudian menyeringai
"Hatimu berkata dia menginginkanku love", kata Draco dengan kedua tangan berada di pinggang Aurora
"Oh shut up", ucap Aurora menahan tawa dengan tersenyum, Draco kembali terkekeh kemudian memeluk erat tubuh Aurora lagi.
__ADS_1