
Bulan januari kini telah berakhir dan mulai memasuki bulan Februari, pertandingan Quidditch antara Gryffindor vs Ravenclaw juga semakin dekat, dua hari lalu harry bercerita bahwa ia sudah mendapatkan kembali sapu terbang fireboltnya
Ron bahkan sangat senang dan tidak sabar ingin meminjam firebolt milik harry itu. Tapi keesokan harinya wajah Ron berubah marah dan sedih ketika mengetahui tikusnya yang bernama Scabers itu hilang dari kamarnya dan menyisakan noda darah dan bulu kucing di selimut tempat tidur Ron, ia dan harry menduga kucing Hermione lah pelakunya yang telah memakan tikus Ron
"Sudahlah Ron, kau bilang scabers juga belakangan ini sering sakit kan, kalau begitu sekarang scabers sudah tidak perlu merasakan sakit lagi", ucap Aurora yang duduk di kursi meja gryffindor, di sebelahnya ada Ginny dan didepannya ada Ron, harry , George dan Fred.
"Ya, apa yang dikatakan Aurora benar, Mungkin lebih baik baginya pergi dengan begitu cepat. Sekali telan-dia mungkin tidak merasa apa-apa", kata Fred kakak laki-laki Ron dan ginny
"Fred", ucap Ginny
"Lagipula kerjanya cuman makan dan tidur, kau sendiri yang bilang kan ron", kata George kembaran Fred dan juga kakak dari ron dan ginny
"Ya tapi dia pernah menggigit jari goyle, menolong kita di tahun pertama. Kau ingat itu harry", kata Ron
"Yeah, ingat", jawab Harry
"Wow, itu menjadi prestasi puncaknya", ucap Fred
Beberapa hari kemudian seluruh siswa di pagi harinya dihebohkan dengan harry yang memanggul sapu terbang firebolt miliknya di great hall, Oliver wood menyuruh harry untuk menaruhnya di tengah meja gryffindor, memegangnya dengan hati-hati layaknya sedang memegang sepatu kaca yang rapuh
"Wow apa itu firebolt asli",
"Lihat itu, sungguh mengkilap"
"Keren!",
Ucap seluruh murid di great hall menatap sapu terbang milik harry itu, bahkan Draco sampai terlihat sangat iri melihatnya, yeah bukan hanya dia tapi hampir seluruh mata yang melihat sapu mahal itu pasti akan merasa iri kepada harry
"Darimana potter mendapat uang sebanyak itu untuk membeli firebolt", gumam Ernie
"Mungkin dia mendapat warisan ?", ucap Justin
"Bukan, dia mendapat itu sebagai hadiah natalnya kemarin", jawab Aurora dengan menyelesaikan sarapannya
Hari ini pertandingan Quidditch antara Gryffindor dan Ravenclaw akan dimulai, cuaca kali ini berbeda dengan dulu ketika melawan Hufflepuff, cuaca kali ini cerah, berangin sepoi-sepoi dan sejuk,
Aurora kini tengah berjalan menuju asramanya sendirian, hingga ia bertemu dengan Draco di tengah jalan
"Kau menghalangi jalanku Draco", ucap Aurora ketika draco berdiri didepannya menghalangi jalannya
"Mau menonton pertandingan atau menonton si potter itu ?", kata Draco
"Keduanya", kata Aurora, lalu ia berjalan ke sebelah kiri draco tapi kemudian tangannya digenggam oleh tangan draco membuatnya berhenti dan menatap draco
"Kau mendukung siapa ?", tanya Draco tanpa ekspresi
"Aku mendukung semua asrama, termasuk asrama mu. Tapi berhubung hari ini, harry yang adalah sahabatku dari Gryffindor, maka aku mendukungnya", ucap Aurora tersenyum tipis
"Taruhan, 50 galeon. Potter itu tidak akan menang hari ini walau dengan sapu mahal sekalipun", kata Draco menatap mata Aurora
"Aku tidak membutuhkan uangmu Mr malfoy---- apa yang kudapatkan jika Harry menang ?", tanya Aurora dengan menyeringai draco maju kehadapan Aurora dan mencondongkan tubuhnya ke telinga Aurora
"Everything, Everything my love", bisik Draco di telinga Aurora kemudian dia menatap mata Aurora dengan senyum manis dan kemudian mencium pipinya
"Deal!", kata Aurora dengan tangan mengusap pipi kirinya membuat senyum Draco luntur dari wajahnya
"Jangan kau hapus!", ucap Draco kemudian kembali mencium pipi Aurora
"Draco!", keluh Aurora dan mengusapnya lagi, kemudian berjalan meninggalkan draco, draco yang melihat Aurora kembali mengusap itupun kembali mencium pipi kanan, kiri dan kening Aurora berurutan
"Sudah kubilang-" draco memegang bahu Aurora dan mencium pipi kanannya
"Jangan-", kemudian mencium pipi kiri Aurora
"Menghapusnya!!", dan mencium kening Aurora
"Draco ini tempat umum!", ucap Aurora mendorong Draco menjauh
"Jadi kau mau ke tempat yang sepi Love ?" draco menyeringai
untung saja koridor itu belum ramai anak-anak lain, kalau tidak mungkin mereka sudah mendapat masalah karena ulah Draco, hingga kemudian Adrian dan Terence dari asrama Slytherin datang dengan senyum lebar di wajah mereka
"Bercumbu di siang hari draco ?", ucap Adrian pucey bersama Terence higgs disebelahnya
"A-apa tidak, iya kan Aurora?", ucap Draco
"Yeah, Draco tadi membantu membersihkan noda di rambutku", bohong Aurora
"Oh ayolah, kami melihatnya tadi", ucap Terence Higgs menyeringai
"Draco dan Aurora berciuman dibawah pohon, K I S S I N G", Terence dan Adrian bernyanyi dengan saling rangkul meledek Draco dan Aurora, mereka mengeja kata 'Kissing' dengan keras membuat beberapa anak disana menoleh ke arah mereka
"K I S S I N G !!"
"Ugh sungguh dewasa kalian berdua, sungguh dewasa", ucap Aurora kemudian pergi meninggalkan mereka, sementara draco berjalan melewati Adrian dan Terence dengan mendorong mereka kasar
"Huhuhu, hati-hati dengan langkahmu big boy", ucap Terence
Jam menunjukan pukul setengah dua belas siang, Seluruh murid kini telah berada di lapangan Quidditch untuk menyaksikan pertandingan antara Gryffindor dan Ravenclaw, Aurora duduk bersama Ernie di tribun Hufflepuff
Madam hooch, Oliver wood dan Davies berada di tengah lapangan kemudian mereka pun memulai pertandingan ketika suara peluit madam hooch berbunyi, harry menatap Gadis manis berambut hitam yang bernama Cho chang yang menduduki posisi Seeker Ravenclaw
Harry mulai mencari keberadaan Snitch hingga kemudian dia terkagum dengan kemampuan terbang Cho chang itu yang dapat menyalipnya
"Tambah kecepatan mu harry!!" teriak Fred.
Harry menambah kecepatan sapu terbang fireboltnya dan meninggalkan Cho chang jauh dibelakang, hingga kemudian harry hampir terkena hantaman Bludger yang dipukul oleh Beater Ravenclaw
Suara teriakan 'Booooo' terdengar dari anak-anak pendukung Griffindor dan suara tepuk tangan dari pendukung asrama Ravenclaw
__ADS_1
"Jordan coba kau beri laporan apa yang sedang berlangsung", ucap Profesor McGonagall
"Baik, Profesor. cuma memberi
sedikit informasi untuk latar belakang, Firebolt kebetulan sudah ada rem otomatisnya
dan"
"Jordan!", ucap Profesor McGonagall
"Gryffindor memimpin dengan skor delapan puluh lawan nol, dan lihat bagaimana Firebolt itu terbang! Potter menunjukkan kemampuan sapu itu sekarang. Lihat cara
beloknya-Komet Cho Chang mana bisa bersaing dengannya. Keseimbangannya yang
tepat tampak sekali dalam..."
"JORDAN! APA KAU DIBAYAR UNTUK MENGIKLANKAN FIREBOLT?,
PERTANDINGANLAH YANG HARUS KAU KOMENTARI!", teriak Profesor McGonagall
"Sorry", ucap Lee Jordan sebagai komentator pertandingan
Pertandingan masih dilanjut, Ravenclaw mengejar nilai dengan mencetak 3 gol sehingga kini harry harus segera menangkap Snitch itu secepat mungkin
"Pertandingan yang sengit", ucap Justin disebelah Ernie
"Ayolah Harry, kau pasti bisa!!", gumam Aurora dengan menggigit jari-jarinya
"Kau mendukungnya ?" Tanya Ernie
"Jangan Bodoh Erns, dia temanku tentu aku mendukungnya", jawab Aurora menatap langit yang cerah dan berangin, Aurora menggerai rambutnya yang berwarna pirang kecoklatan sehingga membuatnya berterbangan karena hembusan angin
Ernie menatap Aurora dari samping dengan melamun, menyelipkan helai rambut Aurora yang berterbangan ke belakang telinga. Aurora menatap Ernie dan tersenyum manis kepadanya
"Thanks", ucap Aurora
Kemudian aurora kembali menatap keatas melihat tiga dementor terbang mendekat kearah Harry dan Cho, harry melepaskan mantra Patronus mengeluarkan cahaya biru keperakan dari tongkatnya dan mengenai dementor itu, harry terbang kembali dan mendapat Snitch itu, ia terbang turun kelapangan dan madam hooch membunyikan peluit, Gryffindor memenangkan pertandingan
Aurora melihat itu sangat senang hingga berlari menuju tengah lapangan melewati pagar pembatas dan menerobos setiap orang
"Harry!!", pekik Aurora dan memeluk harry erat
"Itu luar biasa harry!!", sambung Aurora
Seluruh murid gryffindor bergantian memeluk harry dan memberinya selamat hingga profesor lupin datang
"Patronus yang sangat bagus Harry", ujar Prof lupin
"Aku tidak merasakan apapun dari dementor itu", ucap Harry kepada Profesor lupin
"Eh itu, sebenernya bukan dementor asli", ujar Prof lupin kemudian menyingkir dari hadapan harry membuat seluruh padangan menatap ke depan.
Seluruh pandangan melihat empat orang yang bertumpuk mengenakan jubah hitam layaknya dementor, mereka membukanya dan menampakan, Draco, Crabbe, Goyle dan Marcus Flint yang jatuh di rerumputan tengah lapangan
"Sungguh perbuatan yang bodoh, detensi untuk kalian berempat dan limapuluh poin dikurangi dari Slytherin!!, kepala sekolah harus mendengar ini, nah itu dia datang" ucap profesor McGonagall yang sudah sangat marah dan melihat Prof Dumbledore yang berjalan mendekat
Aurora memandang Draco, menghela nafas dan menggelengkan kepalanya pelan, mereka saling berpandangan untuk sesaat kemudian Draco mendapat ceramah dari Kepala sekolah
"Harry, kita harus merayakan ini!", ucap Fred mendapat anggukan setuju dari seluruh murid Gryffindor
Setelahnya Aurora kembali ke Asrama dan malam harinya ia datang ke acara pesta Kemenangan Gryffindor karena Harry yang mengundangnya, ini adalah kali pertama Aurora masuk ke Asrama Gryffindor, ia melewati Tangga besar yang Berputar setiap waktu Ia mengenakan dress merah tua pendek dan lengan panjang, berjalan melewati setiap anak tangga menuju ke depan lukisan Sir Cadogan yang bertugas untuk menjaga pintu masuk Asrama Gryffindor
"Selamat malam Sir Cadogan", ucap Aurora dengan Senyum manisnya
"Oh- my beautiful lady", kata Sir Cadogan gelagapan melihat Aurora, ia membungkuk hormat didepannya
"Anda perlu kata sandi untuk masuk my lady", sambung Sir cadogan ramah padahal biasanya ia akan sangat kasar, keras dan frontal kepada siapapun
"Tentu, kata sandinya adalah Anjing Kudisan", ujar Aurora menahan Tawa
"Oh kata sandi itu sudah kuno aku akan menggantinya minggu ini", ujar Sir cadogan padahal dia mengganti kata sandi Asrama Griffindor seminggu sekali
Pintu asrama terbuka menampakan common room yang sudah ramai anak-anak gryffindor yang berpesta
"Oh lihat, Princess Hufflepuff datang juga" kata George merangkul Aurora dan memberinya Segelas butterbeer
"Kalian mendapat ini darimana ?", tanya Aurora dengan menggenggam segelas Butterbeer dingin
"Nikmati saja pestanya", ucap Fred merangkul Aurora disebelahnya
"Jangan bilang dengan peta perampok itu", bisik Aurora membuat Fred dan George berjinjit kaget
"Oh kau sudah tau dari harry rupanya", ucap Fred mendapat anggukan dari Aurora
Common Room Gryffindor terlihat sangat terang, hangat sama seperti Asrama Hufflepuff hanya saja dekorasi disini berwarna merah terang yang menghiasi setiap sudut ruangan
Aurora mengedarkan padangan nya dan melihat Hermione disudut ruangan tidak ikut berpesta dan asik membaca buku, harry memandang Aurora dan mereka saling padang untuk sesaat kemudian Aurora berjalan kearah Hermione dan mengambilkan satu gelas Butterbeer untuknya
"Ehem" Aurora berdehem dan duduk disebelah Hermione
"Jangan memaksakan untuk membaca semua buku dalam semalam Hermione, itu akan sia-sia jika kau terlalu memaksakan kehendakmu", ucap Aurora dan menyodorkan segelas Butterbeer
Hermione menatap Aurora dan kemudian memandang Harry dan Ron yang berada di kerumunan pesta
"Aku harus menyelesaikan buku ini sebelum hari senin datang", ujar Hermione
"Mungkin kau harus mencoba berbicara dengan Ron, bicarakan secara baik-baik", kata Aurora meletakan dua gelas butterbeer keatas meja
"Dengar aku masih ada 459 halaman lagi untuk buku ini Aurora, maaf tapi aku tidak tertarik untuk bicara dengannya", ucap Hermione
__ADS_1
"Kalau Scabers ada disini mungkin dia akan suka puding rasa ikan ini", kata Ron keras memandang Hermione
Hermione membereskan bukunya dan berlari ke kamarnya dengan terisak, Aurora menghela nafas kemudian ia memutuskan melanjutkan pesta itu bersama yang lainnya, menyaksikan Fred dan George membuat sulap dan bertingkah konyol dan lucu
Jam menunjukan pukul setengah satu malam, pesta belum selesai tapi Aurora memutuskan untuk kembali karena sudah sangat larut malam, ia kini berjalan melewati koridor gelap hingga dia kemudian melihat sekelebat hewan seperti anjing berwarna hitam berjalan perlahan menuju Asrama Gryffindor
"Seekor anjing berkeliaran ditengah malam begini, anjing siapa itu", gumam Aurora
Itu membuat curiga Aurora walau awalnya dia berfikir itu adalah fang, anjing milik hagrid, tapi rasa ingin tahunya lebih tinggi sehingga ia memutuskan untuk membuntuti anjing itu
Aurora menutup matanya dan seberkas cahaya biru terang menyelimuti tubuhnya ketika dia menggenggam kalung kupu-kupu pemberian kedua orang tuanya.
Ia berubah menjadi seekor kupu-kupu biru yang sangat cantik, yeah, Aurora adalah seorang Animagus dia berhasil bertransformasi menjadi hewan itu ketika berusia 11 tahun sebelum masuk Hogwarts, ia dilatih langsung oleh pamannya, paman Hector
Ia memulai pelatihan menjadi Animagus ketika berusia 9 tahun dan sempat mengalami kegagalan fatal dalam bertransformasi ketika berusia 10 tahun, kegagalan itu terjadi ketika Aurora melepaskan kekuatannya tak terkontrol hingga membuat tubuhnya bertransformasi menjadi ratusan kupu-kupu biru yang berterbangan tanpa Arah
Aurora juga mendapat nama Animagusnya yaitu Lara, nama itu diberikan langsung oleh ibu Aurora, namanya juga sudah terdaftar di daftar Animagus di kementrian sihir sehingga ia bukan Animagus ilegal
Aurora/Lara kini terbang mengikuti anjing itu, melewati lorong, tangga, koridor, hingga kemudian anjing itu berlari kencang membuat Aurora semakin curiga tapi akhirnya ia kehilangan jejaknya, ia terus mencari dengan terbang melewat tiap ruangan yang gelap
Hingga tanpa di sadari olehnya waktu menunjukan pukul 2 dini hari, ia terbang dan sampai kembali ke titik awal yaitu Grand staircase menuju menara Gryffindor, Aurora melihat didepan lukisan sir cadogan ada Prof McGonagall, ia kemudian memutuskan menguping pembicaraan itu
"Apa kau tadi membiarkan seorang lelaki masuk ?", ucap Prof McGonagall kepada Sir Cadogan
"Oh iya tentu saja" jawab Sir Cadoganmembuat wajah Profesor McGonagall menjadi pucat, kemudian dia masuk kembali ke dalam Asrama yang diikuti oleh Aurora/lara dibelakangnya
"Semuanya berkumpul ke ruang rekreasi!!", ujar Prof McGonagall mendapat tatapan bingung dari seluruh murid disana yang sudah ada Harry, ron, percy, fred, neville, dean thomas dan yang lainnya
Ruang rekreasi Gryffindor kembali ramai, para profesor berdatangan untuk menggeledah ruangan asrama gryffindor, Aurora yang masih dalam bentuk kupu-kupu itu hinggap di sebuah kain dan mendengarkan cerita Ron, ia bercerita kalau Sirius Black masuk ke kamarnya dengan memegang pisau besar ditangannya
"Aku sedang tidur tadi, dan aku membuka mataku ketika merasa ada pergerakan seseorang di kelambu kasurku, ketika ku buka mata aku melihatnya seperti tengkorak hidup, rambut berantakan dan kumal, tangannya menggenggam pisau besar, bahkan kelambu kasurku sudah robek dibuatnya", ujar Ron menceritakan itu ke teman-temannya
Setelahnya Aurora memutuskan keluar dari Asrama Gryffindor dan kembali ke Asramanya yang berada di bawah tanah
Keesokan harinya, Ron menjadi pusat perhatian banyak orang di hogwarts untuk pertama kalinya, itu membuatnya menikmati momen itu tapi juga ngeri kalau mengingat kejadian itu
"Lagi-lagi black bisa lolos dengan mudah", kata Ernie yang kini berjalan bersama Aurora, hannah dan justin menuju kelas Transfigurasi
"Bagaimana dia melakukan itu?, masuk dan keluar kastil dengan mudah tanpa terdeteksi oleh satu orangpun", kata Hannah
"Bisa jika dia membuat jalan rahasia dibawah tanah", kata Justin menduga-duga
Aurora tersentak kaget setelah mendengar perkataan Justin, itu membuatnya menyadari suatu hal tentang semua kejadian ini
"Apa kau baik-baik saja Aurora ?", ucap Ernie memegang bahu Aurora
"Eh--ya, aku baik-baik saja", jawab Aurora
"Kau menjadi sering diam belakangan ini", kata Ernie lagi menatap Aurora disebelahnya dengan lekat
"Aku tidak apa Erns, sungguh", jawab Aurora
Pelajaran telah berakhir, kini Aurora duduk di akar pohon pinggir Danau hitam dengan memegang buku tua pemberian pamannya, ia hanya membuka buku itu dan tidak membacanya, tatapannya tertuju menatap arah danau menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya
"Draco", ucap Aurora dengan tatapan masih memandang danau
"Darimana kau tau aku datang?", tanya Draco lalu duduk di sebelah kanan Aurora
"Aku punya telinga, dasar bodoh", kata Aurora dengan terkekeh
"Aku bisa mendengar langkah kakimu", sambung Aurora
"Oh yeah",
Ingatan Aurora kembali kepada ulah draco waktu pertandingan Quidditch kemarin
"Ah, kau!!", pekik Aurora lalu berdiri dari duduknya menatap Draco tajam
"Apa?"
"Apa ?, kau bilang apa ?, Draco Lucius Malfoy!!, dasar anak nakal!!!--", Kata Aurora kemudian memukuli Draco dengan buku tua miliknya itu
"Ouch!!, apa, apa salahku?", ucap Draco berdiri menghindari pukulan Aurora
Aurora yang mendengar itu semakin kesal dan menatap tidak percaya kepada Draco
"Kau masih bertanya apa salahmu ?, pertama!, kau berpura-pura menjadi dementor, kedua!, kau membahayakan Harry dan Cho, ketiga!, kau membahayakan dirimu sendiri!!", ucap Aurora dengan masih memukuli Draco walau tidak sekencang diawal tadi
Draco sekuat tenaga menghentikan pukulan Aurora, menggenggam tangannya hingga buku itu terlepas dan jatuh ke bebatuan
"Kau menghawatirkan ku Hmm", kata Draco dan menyeringai
"Well!, itu hal normal mencemaskan teman sendiri bukan", ucap Aurora kemudian membalikan tubuhnya ke arah danau
"Tapi kurasa kita lebih dari teman", ucap Draco, kemudian memeluk Aurora dari belakang dan meletakan dagunya di atas pundak Aurora, mencium Aroma Mawar dan Citrus, dan kedua tangannya menggenggam tangan Aurora, mengelusnya sensual
"Aku suka baumu, sangat menenangkan---aku hanya berharap kau dapat memandangku seperti aku memandang mu", bisik Draco ditelinga Aurora
"Kau berbuat curang kemarin, tapi hasil akhirnya tetap saja harry yang menang. Dan itu artinya, taruhan itu aku yang menang", ujar Aurora memutar tubuhnya menghadap Draco
"Apa yang kau mau?", kata Draco dengan kedua tangan berada di pinggang Aurora
"Aku ingin kau berhenti menggodai ku", ucap Aurora kemudian melepaskan tangan Draco dari pinggangnya
"Apa!?, no!!, kalau begitu bagaimana aku membuatmu memiliki rasa seperti apa yang kurasakan padamu?", ujar Draco
"Nah itu bukan urusanku Mr malfoy", ucap Aurora dengan Menyeringai bangga
"Oh yeah, dan aku seorang malfoy tidak akan menyerah begitu saja", ucap Draco membalas seringai Aurora kemudian dia mendekat ke Aurora memeluknya lalu menggelitik perut Aurora membuatnya tertawa
__ADS_1
"Hahahaha, Stop it Draco!, stop!, hahahaha",
"I can't hear you", ucap Draco terus menggelitik tubuh Aurora