Aurora : And the Endless of Love {DM}

Aurora : And the Endless of Love {DM}
BAB 6 - Halloween Night


__ADS_3

Bunyi lonceng toko Honeydukes berbunyi saat Ernie membukakan pintu toko untuk Aurora


Toko permen Honeydukes begitu ramai dengan Murid Hogwarts, Aurora mengedarkan pandangan ke sekitar melihat seisi toko yang rak nya full dengan aneka Permen dan Coklat


"Aurora!", panggil Hermione disampingnya ada Ron


"Mione, Ron, kalian sudah membeli permen ?----menurut kalian permen apa yang harus ku beli ?", tanya Aurora


"Oh kemari lah, itu nanti saja----pemilik toko sedang membagikan permen rasa baru", kata Hermione dengan menarik tangan Aurora


"Mmm rasa Almond, aku suka ini", kata Aurora


"Kau mau Erns?", sambung Aurora


"Yeah boleh", jawab Ernie


"Open your mouth!", kata Aurora dengan menyodorkan Permen ke mulut Ernie


Dengan senang hati Ernie memakan Permen yang Aurora sodorkan ditangannya, Bibir Ernie menyentuh jari Aurora yang memegang permen


"Hmm, kacang tanah", kata Ernie ketika mengunyah permen itu


Setelah nya Aurora dan Ernie bertemu dengan Justin dan Hannah di depan toko lelucon Zonco


"Astaga kau membeli 2 tas coklat dan permen Aurora ?!", kata Justin


"Bagus aku jadi tidak perlu membeli lagi hehehe", kata Hannah


"Jangan terlalu berharap, dia membeli sebanyak itu untuk dibagikan kepada teman-teman Gryffindor dan Slytherinnya", kata Ernie


"Hey bagaimana dengan kami ?"


"Tenang saja satu tas ini aku bagikan nanti untuk kalian juga", kata Aurora


Setelah hari mulai sore mereka pun memutuskan kembali ke Kastil untuk bersiap pesta halloween di great hall


"Justin kau sebaiknya berhenti makan permen itu, pesta halloween akan segera dimulai dan kau sudah kekenyangan makan permen", kata Hannah mengambil kotak permen yang justin pegang


"Itu urusanku hannah, kembalikan !", protes Justin dengan menarik kembali kotak permennya


"Ok lima menit lagi acara dimulai, ayo kita sebaiknya ke Great Hall", kata Aurora dengan menatap jam tangannya


Great hall hari ini dihias dengan penuh labu yang menyala-nyala berterbangan, kelelawar dan hantu-hantu juga ikut memeriahkan pesta halloween ini


"Ok kurasa kau benar hannah, perutku menjadi sakit sekarang", kata Justin dengan mengusap perutnya


"Dasar Rakus", kata Hannah disusul gelak tawa Ernie, Aurora, Susan dan Wayne


"Diam kalian !"

__ADS_1


"Kurasa perutmu akan meletus justin, lihat perutmu itu", kata Wayne hopkins


"Ugh kau tidak membantu sama sekali Wayne", kata Justin yang masih memegang perutnya


Setelahnya mereka kembali ke Asrama


"Hari yang menyenangkan bukan, aku tidak sabar mengunjungi toko lelucon zonko lagi", kata Hannah


"Sayang sekali aku tidak kesana tadi", kata Aurora dengan raut sedih


"Tadinya aku ingin mengajakmu, tapi justin bilang tidak usah---- oh ya kau, apa yang kalian berdua lakukan di Hogsmeade ?", tanya Hannah penasaran


"Mm hanya ke beberapa toko perlengkapan sekolah, lalu honeydukes dan Three broomsticks", jawab Aurora


"Benar cuman melakukan itu saja ?", kata hannah dengan memicingkan mata dan tersenyum jahil


"A-apa si hannah, memang benar kan Erns"


"Yeah, seperti yang dikatakan Aurora, hanya berkeliling ditempat itu saja", kata Ernie yang juga tersenyum tipis menahan pipinya untuk tidak memerah


Tiba-tiba Cedric datang dengan terburu-buru memasuki Common Room


"Semuanya cepat berkumpul!!, cepat!!" teriak Cedric


"Ada apa Ced ?", tanya Anthony Ricket


"Cepat semuanya berkumpul dan segera menuju Great hall!", kata Cedric


"Tidak bisa Aurora, Ernie bawa Aurora dan teman-temanmu segera ke Great hall!", jawab Cedric kemudian diangguki oleh Ernie


"Ayo, kau dengar yang dikatakan olehnya kan", kata Ernie


Kemudian ia menggenggam tangan Aurora dan berjalan keluar asrama menuju Great hall, disusul Justin, Susan, Hannah, Wayne, Zachariah dan anak hufflepuff lainnya


Sesampainya di Great hall, ruangan itu sudah ramai dengan anak-anak Gryffindor kemudian masuk anak-anak Slytherin dan Ravenclaw yang sama kebingungannya


"Kami terpaksa membawa kalian kembali kesini karena para guru akan melakukan pemeriksaan keseluruh kastil", kata Profesor Dumbledore menjelaskan


"Demi keamanan kalian sendiri, terpaksa kalian akan menginap di great untuk malam ini. Para profesor aku ingin jaga semua pintu masuk great hall dan Untuk prefek jaga didalam, gangguan sekecil apapun harus segera kabari aku", kata Profesor Dumbledore lagi


"Oh ya kalian perlu", kata profesor Dumbledore kemudian melambaikan tongkatnya kemudian meja dan kursi menyingkir minggir ke pinggir ruangan


"Dan kalian perlu" sambungnya lagi kemudian selimut dan kantung tidur berterbangan tersusun rapi dilantai Great hall


"Nah, selamat tidur", katanya kemudian meninggalkan Ruangan


"Ayo semuanya masuk ke kantong tidur!!, lampu akan segera dimatikan!" perintah Percy sebagai Head boy


"Ayo Aurora", kata Hannah kemudian menuju ke tempatnya

__ADS_1


Tanpa Aurora sadari ia tidur berhadapan dengan Draco didepannya


Draco POV


Aku sedang bersantai dengan bermain catur di common room bersama Blaise tiba-tiba kami sudah disuruh untuk menuju great hall lagi, dan yang benar saja disana kami disuruh tidur dilantai yang dingin


"Ayo semuanya masuk ke kantong tidur!!, lampu akan segera dimatikan!", Kata Si Weasley itu


"Ayo mate, sebaiknya kita kesana saja" kata Blaise menunjuk kantong tidur di belakang dekat perapian


Tapi kemudian pandangan ku teralihkan ketika melihat Aurora yang duduk di atas selimutnya


"Mate!?"


"Draco?!!", panggil Theo membuyarkan lamunanku


"Ayo!"


"Tidak, aku akan kesana saja", jawabku berjalan ke arah kantung tidur tepat didepan Aurora


Ku masukan tubuhku kedalam kantung tidur dan menatap Aurora yang tengah menyisir rambutnya yang panjang, dia menggerai nya membuat rambut panjangnya jatuh ke belakang menampakan leher putihnya dan anting bunga matahari yang pernah aku berikan dulu


"Kau masih memakainya", gumam ku dan tersenyum melihatnya yang mulai terlihat mengantuk


"Kau benar-benar jatuh kepadanya Mate", kata Blaise


"Yeah, dia benar-benar membuatku gila", jawabku dengan pandangan terus tertuju pada Aurora


Tiba-tiba si Macmilan itu datang dan merangkul pundak Aurora, memberinya segelas air kepadanya


"Ohho, sepertinya kau punya saingan, apalagi mereka satu Asrama", kata Blaise


Aku menghiraukan ucapan blaise dan memandang tajam si Macmilan itu, hingga dia pergi dan Lampu pun dimatikan, dalam kegelapan yang hanya disinari terang cahaya bulan, aku bisa melihat Aurora sekilas menatapku


"Selamat malam love", gumam ku walau mungkin tidak disadari olehnya


Draco POV end


Sebelum tidur Aurora memutuskan untuk menyisir rambutnya terlebih dahulu, ia tadi sempat meminta air minum yang kemudian diambilkan oleh Ernie


"Ini minumlah", kata Ernie yang berlutut disebelah Aurora dan merangkul pundaknya


"Terimakasih untuk hari ini, maaf jika aku merepotkan mu Erns", kata Aurora dengan senyum mengembang diwajahnya


"Tidak masalah, aku justru menyukai itu", jawab Ernie yang juga tersenyum kepada Aurora


Selang beberapa menit Ernie akhirnya kembali ke tempatnya, dan sesaat sebelum lampu dimatikan Aurora menyadari kalau sepertinya seseorang sedang menatapnya


Hingga ia menghadap ke depan dan melihat Draco didepannya yang tengah menatapnya, kemudian lampu dimatikan, bisa Aurora lihat samar-samar bibir Draco mengucapkan sesuatu kepadanya walau dia tidak yakin kata apa yang ia ucapkan

__ADS_1


"Selamat malam Draco", kata Aurora.


__ADS_2