
Hermione langsung mengambil kalung Time Turner miliknya, ia mengalungkan itu pada leher Harry, Aurora dan dirinya
Hermione memutar kalung itu tiga kali kemudian semuanya seakan akan berputar, ruangan sekelilingnya berubah dari malam menjadi terang kembali
"Dimana kita tiga jam lalu ?". Ucap Hermione
"Pondok hagrid", jawab harry
"Ayo kita tidak boleh sampai terlihat!", ucap Aurora menarik harry keluar
"Aurora"
Mereka berlari meninggalkan hospital wing dan menuju ke pondok hagrid, mereka berlari dengan hati-hati jangan sampai terlihat oleh orang lain
"Hermione, Aurora katakan padaku apa yang terjadi" tanya harry kebingungan hingga kemudian mereka sampai di Pondok hagrid melihat diri mereka sendiri berada didalam pondok hagrid
"Dengar harry, ini adalah time turner, McGonagall memberikan ini padaku semester lalu, Aurora juga punya dari ayahnya dari tahun ke duanya", ucap Hermione lalu Aurora memperlihatkan time turner miliknya yang ia kenakan dilehernya
"Itu artinya kita kembali ke masa lalu ?", tanya Harry
"Iya, Dumbledore jelas ingin kita melakukan ini kembali ke momen ini, dua nyawa bisa diselamatkan, kita bisa menyelamatkan Buckbeak terlebih dahulu", ucap Aurora
Kemudian mereka bersembunyi disebalik Labu besar di belakang pondok hagrid, hingga fudge, algojo serta Dumbledore datang
"Dia datang, tapi mengapa kita belum keluar dari sana", ucap Harry
Aurora mengambil batu kemudian melemparnya kearah jendela dan mengenai teko hingga pecah
"Apa kau gila?", ucap Harry diacuhkan oleh aurora
Ia mengambil batu lagi dan melemparnya hingga mengenai kepala harry
"Ouch, itu menyakitkan", ucap Harry
"Sorry", ucap Aurora mengelus rambut harry dengan terkekeh
Kemudian mereka bersembunyi di sebalik pohon pinggir hutan ketika hagrid membuka pintu dan mendorong mereka keluar dari pondoknya, setelahnya harry pergi melepaskan ikatan rantai buckbeak
"Ayolah jalan Buckbeak!", ucap Harry menarik rantai pada Buckbeak
"Ayo beacky", ucap Hermione tapi buckbeak tidak bergeming, Aurora melihat ada makanan buckbeak yaitu Ferret yang telah mati lalu ia mengambilnya
"Ayo beacky, kemari lah ambil Ferret ini", ucap Aurora melemparkan seekor musang yang telah mati ke buckbeak, dan ia mulai berjalan kemudian masuk kedalam hutan bersama ketiga anak itu
"Letakan disini, sekarang kita selamatkan Sirius", ucap Hermione mereka berlari kearah pohon dedalu perkasa dengan bersembunyi di rimbunan pohon
"Remus lupin.... Lalu snape datang", ucap Aurora memandang ke arah dedalu perkasa
"Lalu sekarang apa?", kata Harry
"Sekarang kita tunggu"
Mereka menunggu hingga beberapa saat lamanya, harry bercerita kalau Sirius ingin mengajaknya tinggal bersama menjadi satu keluarga, tinggal di pinggiran desa mungkin akan cocok untuk mereka, lalu ia juga bercerita ketika dia berada di danau bersama sirius dan serangan dementor, ia yakin melihat ayahnya yang datang menolong mereka dari serangan dementor dengan mengeluarkan patronus yang besar berbentuk rusa jantan
"Kau melihatnya kan Aurora", tanya Harry
"Aku hanya melihat seberkas cahaya putih terang harry, aku tidak melihat ada orang lain disana", jawab Aurora kemudian suara lolongan serigala terdengar, remus lupin sudah berubah menjadi manusia serigala
"Ayo!" ucap harry, mereka bertiga menuruni bukit dan mengejar Lupin dan Sirius, hingga kemudian mereka melihat harry dalam bahaya
"Auuu", teriak Hermione mengalihkan perhatian werewolf itu
"Apa yang kau lakukan"
__ADS_1
"Menyelamatkan nyawamu", jawab Hermione
"Owh, thanks"
Werewolf itu melolong kemudian berlari mengikuti arah suara Hermione tadi
"Bagus sekali Mione, sekarang Apa", ucap Aurora ketika melihat lupin mendekat
"Run!", mereka berlari kencang, harry sempat terjatuh kemudian mereka bersembunyi di sebalik pohon besar, lupin mencari keberadaan suara lolongan tadi hingga kemudian ia melihat Aurora, Hermione dan harry, tapi saat lupin akan menyerang, buckbeak datang membentangkan sayap lebarnya dan menendang Lupin hingga terlempar jatuh, ia lari ketakutan meninggalkan ketiga anak itu
"Ku yakin profesor lupin mengalami malam yang berat saat ini", ucap Harry kemudian keadaan kembali mencekam ketika ratusan dementor datang dari atas langit kearah danau
"Sirius, ayo!", ucap harry kemudian berlari kearah danau yang sudah banyak dementor mulai menyedot kebahagiaan dalam diri harry dan sirius
"Itu mengerikan", ucap Hermione
"Jangan khawatir ayahku akan datang, dengan patronus, tepat di sebelah sana", kata harry menunjuk arah depan danau
"Harry, dengarkan aku, tidak akan ada yang datang", ucap Aurora
"Jangan khawatir, ia akan datang", ucap Harry yakin
"Sirius", gumam harry
"Kalian mulai sekarat, kalian berdua", ucap Hermione
Harry langsung maju berlari dengan panik mengeluarkan tongkatnya mengangkatnya tinggi keudara.
"Expecto Patronum!!" teriak Harry kemudian cahaya putih keperakan sangat terang muncul dari tongkatnya, Patronus besar menghantam dementor mengusirnya dari danau
Aurora dan Hermione tertegun menatap itu mereka memandang kagum harry dan patronus miliknya hingga setelahnya harry kembali ke sebalik pohon bersama Hermione dan Aurora, memandang Tubuh sirius dan harry yang pingsan diseberang danau, hingga kupu-kupu Aurora/lara datang dan membawa tubuh Harry dan Sirius ke kastil
Setelahnya mereka kembali ke puncak sel di menara kelam, mereka terbang mengendarai buckbeak
"Ini terlalu tinggi harry!", ucap Aurora yang diangguki oleh Hermione yang sama takutnya
"Kupu-kupu tidak terbang setinggi ini, Aaaghh", ucap Aurora disusul teriakan dirinya dan Hermione ketika Harry menukik tajam ke bawah menuju salah satu menara kastil dan membebaskan Sirius Black dari selnya dan mereka turun di Courtyard
"Kalian berdua adalah penyihir yang pintar untuk seusia kalian", ucap Sirius black pada Hermione dan Aurora lalu ia terbang bersama Buckbeak meninggalkan Kastil Hogwarts
Harry, Hermione dan Aurora langsung bergegas kembali ke hospital wing ketika lonceng terakhir berbunyi, sesampainya disana mereka berpapasan dengan Profesor Dumbledore yang baru keluar dari Hospital wing
"Kami berhasil, mereka bebas" ucap harry
"Melakukan apa ?", tanya Dumbledore
"Good Night", sambungnya lalu menuruni tangga pualam
Aurora dan Hermione terkekeh mendengarnya kemudian mereka masuk kedalam hospital wing yang dimana ron terbaring di ranjangnya dan menatap ketiga temannya itu bingung
"Bagaimana kalian muncul disana padahal tadi kalian disini?", ucap Ron bingung
"Apa yang ia bicarakan Hermione, Harry ?", kata Aurora memandang Kedua temannya itu
"I dont know Aurora", jawab Harry
"I have no idea", jawab Hermione dengan menaikan bahunya kemudian mereka tertawa kecil memandang Ron yang sangat kebingungan
Mereka mengelilingi kasur Ron sembari bersenda gurau membahas kejadian yang baru saja mereka alami
"Kau tidak pernah mengatakan kalau kau adalah seorang Animagi, Aurora", ucap Harry duduk di ranjang sebelah ron
"Tentu itu sebuah rahasia bukan, hanya kementrian dan keluargaku yang tahu", jawab Aurora
__ADS_1
"Tapi kini kami tahu", ucap Ron
"Tentu saja", kata Hermione memandang aneh perkataan ron dengan tersenyum tipis
"Kalian bisa memanggilku Lara ketika aku dalam bentuk Animagi", kata Aurora
.......
Keesokan harinya, Aurora di pagi hari langsung mendapat pertanyaan bertubi-tubi oleh ketiga temannya, kenapa wajahnya bisa sampai terluka, kemana saja dia saat makan malam dan lain sebagainya
"Kau yakin itu hanya luka biasa ?", ucap Ernie pada Aurora yang sedang merapihkan bajunya di kamarnya, sementara hannah dan justin duduk dikursi dengan memakan Es krim
"Iya, ini hanya luka kecil", ucap Aurora menutup lemari pakaian
Di pagi hari itu juga Aurora dikejutkan dengan kabar Profesor lupin yang telah mengundurkan diri sebagai guru karena kabar tentang dirinya seorang manusia serigala telah menyebar
Kastil Hogwarts kini sudah sepi, setelah ujian berakhir, para murid lebih memilih menghabiskan waktu senggang mereka untuk pergi ke hogsmeade
Aurora memutuskan tidak ikut bersama ketiga teman hufflepuff nya dan lebih memilih beristirahat karena dia juga masih lelah, hingga kemudian setelah ia mengantar ketiga temannya keluar kastil ia bertemu dengan Draco di jalan lorong menuju asrama
"Kau tidak ke hogsmeade?", tanya Draco berjalan mendekat kearah Aurora
"Tidak, aku sedikit lelah saat ini", jawab Aurora
Draco yang mendengarnya kemudian baru menyadari ada bekas luka di kening Aurora yang memerah, draco menyelipkan helai rambut Aurora yang menutupi luka di keningnya ke belakang telinga
"Apa ini ?, siapa yang melakukan ini ?!", ucap Draco terkejut dan panik
"Hanya luka kecil, aku tidak sengaja terbentur meja belajarku semalam", jawab Aurora setenang mungkin
"Kau yakin ?", tanya draco yang hanya dijawab anggukan oleh Aurora
"Mau berkeliling denganku ?", tanyanya lagi
"Kemana ?"
"Sekitar sini saja"
"Baiklah", jawab Aurora, tapi sebelum itu ia kembali ke Asrama terlebih dahulu, mengenakan dress tipis selutut berwarna putih dengan topi fedora bundar berwarna senada dengan bajunya
Draco dan Aurora berjalan dengan bergandeng tangan dipinggir danau dengan sesekali mengobrol hal random yang hanya terlintas di kepala mereka, draco juga mengeluh kesal karena Buckbeak berhasil kabur, tapi perhatiannya berhasil dialihkan oleh aurora yang mengajak draco menceburkan kakinya kedalam air danau yang dangkal dan sesekali melempar batu kerikil
"Aku akan sangat merindukanmu", ucap draco tiba-tiba dengan memeluk Aurora dari belakang, meletakan dagunya diatas bahu kanan Aurora
"Draco menyingkir lah, kita bisa jatuh ke danau", ucap Aurora menahan tubuh Draco yang memeluk Aurora dari belakan agar tidak jatuh karena kaki mereka berada di air danau dengan batu yang licin
"Akan ada Quidditch World Cup, aku ingin kau datang menonton denganku....Sebelum pergi menonton kau bisa menginap dimanor ku", ucap Draco ditelinga Aurora dengan kedua tangan menggenggam kedua tangan aurora mengelusnya lembut dan sensual
"Mom ingin sekali melihat calon menantunya yang cantik ini", ucap Draco mendapat tawa kecil dari Aurora, sementara draco tersenyum melihatnya
"Jemput aku"
"Mmm?", gumam Draco menutup matanya menikmati wangi harum rambut Aurora dengan sesekali mencium pucuk kepala aurora yang kini telah tersender ke dada bidang draco
"Jemput aku di manorku, dan mintalah izin kedua orangtua ku", jawab Aurora menolehkan wajahnya kesamping kanan menatap Draco
"Ok", ucap Draco lirih, tersenyum memandang mata Aurora kemudian memajukan kepalanya menatap bibir ranum Aurora, menutup matanya dan mencium bibir merah muda Aurora, bibir draco bertemu dengan milik Aurora, ia menciumnya dengan lembut ditengah hembusan angin danau dan dibawah hangatnya sinar matahari
Aurora awalnya tidak membalas ciuman itu hingga akhirnya ia mulai terbawa permainan lembut Draco, ujung bibir draco terangkat, tersenyum tipis tatkala mereka saling berciuman yang kemudian berubah menjadi ******* kecil yang semakin panas tapi tetap bermain lembut
Draco melepas tautan mereka, Aurora membuka kelopak matanya menatap Draco yang telah tersenyum lebar memandang Aurora lekat
"Did i steal your first kiss ?", ucap Draco lirih lalu membalikan tubuh aurora agar menghadapnya dengan kedua tangan draco berada di pinggang ramping aurora
__ADS_1
Dengan wajah memerah dan senyum yang merekah diwajahnya, Aurora menatap Draco malu dan mengangguk pelan, draco semakin tersenyum lebar dan kembali mencium bibir aurora lembut, tangannya berpindah ke tengkuk aurora agar memperdalam ciuman mereka sementara kedua tangan aurora sudah terkalung dileher draco dengan sesekali meremas rambutnya pelan, lidah draco menerobos masuk bertemu milik Aurora, mereka saling ***** dan menyesapnya lembut.
TAHUN KE-3 TAMAT. SAMBUNG TAHUN KE EMPAT.