Aurora : And the Endless of Love {DM}

Aurora : And the Endless of Love {DM}
BAB 10 - Cup of tea with Draco


__ADS_3

Seminggu kemudian Aurora dan teman-temannya mulai disibukan dengan banyaknya Pr dari para Profesor


Pertandingan Quidditch yang lalu dimenangkan oleh Hufflepuff walau awalnya Cedric ingin pertandingan ulang, tapi ia menang secara adil dan jujur sehingga Gryffindor menerima kekalahan


Tim Quidditch hufflepuff akhirnya maju melawan Ravenclaw, yang pada akhirnya harus menerima kekalahan dari Ravenclaw. Hujan deras masih terus turun hingga minggu berikutnya di pagi hari Salju sudah menyelimuti Kastil


"Sabtu besok kita akan ke Hogsmeade lagi", kata Hannah


"Kau pergi bersama denganku kan ?", sambung hannah


"Mmm, sepertinya tidak bisa hannah, aku sudah ada janji dengan Draco", jawab Aurora


"Yah, kita tidak bisa pergi bersama lagi", ucap hannah


"Kita bisa bertemu di Toko lelucon Zonco jika kau mau", kata Aurora


"Baiklah, aku akan menunjukan barang-barang lucu disana!", kata hannah dengan bersemangat


"Hai, natal ini kalian menetap atau pulang ?", tanya Justin yang baru masuk ke Common Room


"Tentu aku pulang", jawab Hannah


"Aku juga pulang Justin, kakak perempuan ku akan menikah", kata Aurora dengan senyum mengembang diwajahnya


Beberapa hari yang lalu Aurora mendapat surat dari rumah bahwasannya kakak perempuan Aurora yaitu Estela akan menikah sehari setelah natal


"Estela kakakku akan menikah sehari setelah natal-----kalian juga diundang. Harus datang ok",  kata Aurora lagi


"Eh, apa aku harus datang juga Aurora?", tanya Justin


"Tentu saja justin, memangnya kenapa ?", jawab Aurora


"Kau kan tau aku tidak terlalu dekat dengan keluarga pureblood lainnya", kata Justin


"Jadi itu yang kau pikirkan---tenang saja justin, pernikahan Kakakku nanti tidak akan menggunakan Sihir karena Estela dia menikah dengan seorang muggle", kata Aurora


"Tapi tetap saja Aurora, dia muggle berdarah bangsawan. Siapa namanya ?", ucap Justin


"Louis Partridge Viscount Tewksbury", jawab Aurora


"Dari namanya saja dia bergelar Viscount", ucap Justin


"Oh ayolah, kalian juga diundang---kalian tidak akan diusir jika menunjukan undangan yang kuberikan"


"Justin benar Aurora, tapi akan ku usahakan datang", ucap Hannah


"Aku juga-- aku tidak bisa janji tapi aku akan usahakan sebisanya", kata Justin


Aurora menghela nafas dengan raut muka masam, "Erns?" panggil Aurora


"Iya aku akan datang dengan kedua orangtuaku", jawab Ernie dengan tersenyum


"Thankyou", jawab Aurora membalas Senyum Ernie


Setelahnya Aurora kini berjalan menuju Perpustakaan untuk mengembalikan buku-buku yang ia pinjam


"Selamat Sore madam pince", sapa Aurora


"Selamat Sore Mss Rotsfield"


Aurora berjalan menuju rak buku kemudian meletakkan kembali buku-buku yang ia pinjam


"Kulihat kau suka sekali membaca buku tentang Animagus Aurora", kata seseorang dibelakang Aurora

__ADS_1


"Eh Draco, apa yang kau lakukan disini ?", tanya Aurora karena tak biasanya Draco mau masuk kedalam Perpustakaan yang bau buku


"Membuntuti calon istri seorang Malfoy", kata Draco


"Hah ?, kau ini bicara apa", jawab Aurora dengan tangan masih disibukan mengeluarkan buku dari dalam tasnya


Aurora berjalan maju ke rak disebelahnya untuk meletakan buku mantra kemudian membelakangi Draco. Draco berjalan ke depan dan menghadap ke Aurora dengan tangan menyilang di dadanya dan bersandar di rak buku


"Kakakmu akan menikah----- tentu kau nanti juga akan menikah, Mau menikah denganku Aurora ?", kata Draco dengan menyeringai


"No!", jawab Aurora singkat, padat dan jelas


"Not now, tentu saja", kata Draco


"Katakan padaku Aurora, seperti apa tipemu ?", tanya Draco


"Tipe apa yang kau maksud ?, Tipe darah atau tipe dalam mencari kekasih?", tanya Aurora


"the Second one, of course", jawab Draco dengan tersenyum membuat Aurora terkekeh


"Mmm--" Aurora berfikir dan kemudian menyeringai


"Atraktif-" jawab Aurora


"Lalu?"


"Pureblood", kata Aurora lagi membuat Draco mengangkat kedua alisnya


"Rich and Blonde hair", sambung Aurora yang sebenarnya dia hanya sedang bercanda, tapi berhasil membuat Draco tersenyum Lebar menampakan gigi putihnya


"Yeah itu tipeku. Kenapa kau menanyakan itu ?", tanya Aurora


"Jadi kau sedang mengatakan kalau aku adalah tipe mu", kata Draco yang sudah sangat senang


"Kau tidak mengatakannya tapi semua tipe mu ada pada diriku love", kata Draco dengan menyeringai dan manarik hidung Aurora gemas


"Awww, lepas!--- Bisa kita ganti alur perbincangan ini Draco, kurasa kita masih terlalu labil untuk hal itu", kata Aurora menatap Draco didepannya


"Bukan kah itu bagus, awal dari sesuatu yang lebih serius", jawab Draco


"Ugh, kau benar-benar Draco", jawab Aurora kemudian melanjutkan meletakan buku di rak buku


"Besok ada kunjungan ke Hogsmeade dan kau sudah berjanji untuk pergi bersamaku", kata Draco


Kemudian ia menghentikan pergerakan tangan Aurora yang akan menaruh buku di rak buku


"Iya, aku ingat janjiku--aku akan pergi denganmu", jawab Aurora


"Kita bisa minum teh dan makan kue di toko teh Madam Puddifoot nanti", kata Draco dengan tersenyum pada Aurora


"Eh---tapi tempat itu banyak didatangi oleh anak-anak untuk berpacaran Draco", kata Aurora


"Yeah, aku tau. Kalau begitu ini akan menjadi kencan pertama kita", bisik Draco ditelinga Aurora


Aurora tersenyum dan pipinya sudah sangat merah, ia melempar buku ke dada Draco dan berlari keluar perpustakaan meninggalkan Draco yang masih tertawa memegang buku itu


Keesokan harinya Aurora, Ernie, Justin dan Hannah berjalan keluar kastil untuk pergi ke Hogsmeade, Aurora berpisah dengan teman-temannya untuk bergabung dengan Draco dan anak Slytherin lainnya


Hubungan Pansy dan Aurora masih merenggang walau Aurora sudah mencoba memaafkan perilaku Pansy, mereka tidak pernah bicara lagi setelah Pansy menghina keluarga Aurora dan keluarga Weasley


"Kita ketemu lagi nanti di Toko lelucon zonco", kata Aurora kepada Hannah


"Ku tunggu kau disana jam 11!", jawab Hannah

__ADS_1


"Ok"


Aurora berdiri sendiri di luar kastil menunggu kehadiran Draco dan teman-temannya, dengan sesekali merapihkan Mantel dan Topi baretnya yang berwarna Hitam dan abu-abu.


"Menunggu ku Princess?", kata Draco yang berada dibelakang Aurora bersama Crabbe dan Goyle


"Kau lagi-lagi terlambat", jawab Aurora


"Owh, sorry love--- Pansy terus saja ingin pergi denganku tadi", kata Draco


"Stop memanggilku love!", ucap Aurora malah mendapat gelak tawa dari Draco, Crabbe dan Goyle


"Ugh---Lalu dimana dia?", tanya Aurora


"Setelah tau aku pergi denganmu, dia memilih pergi dengan Daphne, Theo dan Blaise", jawab Draco dianggukki oleh Aurora


Draco meraih tangan Aurora dan memasukannya kedalam saku mantel Draco dan mereka berjalan menuju Carriage untuk pergi ke Hogsmeade


"Ladies first!", kata Draco mengulurkan tangan untuk Aurora menaiki Carriage


"Thankyou", jawab Aurora


Aurora duduk disebelah Draco sedangkan Crabbe dan Goyle duduk didepannya


Sesampainya di Hogsmeade, mereka turun dari Kereta itu, tapi saat Aurora akan turun terlebih dahulu, Crabbe dan Goyle menerobos turun membuat Aurora terduduk kembali


"HEI!!", teriak Draco


Brugg~~


Goyle terjatuh saat turun dari kereta karena teriakan Draco, ia tersungkur ke tumpukan salju


"Kau merasakan ada gempa Aurora?, sepertinya sesuatu yang besar telah jatuh", tanya Draco disusul gelak tawa orang yang disekitar mereka


"Itu body shaming Draco", ucapan Aurora dengan terkekeh


Setelahnya Draco dan Aurora berpisah dengan Crabbe dan Goyle. Draco langsung membawa Aurora pergi ke toko teh Madam Puddifoot, lonceng toko berbunyi kala Draco membukakan pintu toko, toko itu sudah cukup banyak Murid Hogwarts disana


"Duduklah", ucap Draco setelah menarik kursi untuk Aurora


Draco duduk disebelah kanan Aurora, hingga kemudian seorang pelayan datang


"Pesan apa?",


"Teh hitam dengan Sedikit gula", jawab Draco


"Dan kau ?"


"Chamomile Tea dengan campuran madu, Please", jawab Aurora


"Eh--- dan brownis", sambung Aurora, kemudian pelayan itu mengangguk dan beranjak pergi


"Chamomile tea huh?", ucap Draco


"Yeah, kenapa ?"


"Bukankah itu teh herbal", ucap Draco


"Lalu ?, bukankah itu bagus daripada Teh hitam yang memiliki kafein tinggi", jawab Aurora


Draco terkekeh "kau memang pintar, cocok untuk menjadi pendamping hidupku"


"Oh my gosh, mulai lagi", ucap Aurora dan menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


__ADS_2