
Hari ini di kelas Ramalan seluruh siswa dikejutkan karena Hermione keluar dari kelas Ramalan hanya karena Prof Trelawney mengatakan sesuatu yang menurut Hermione itu menyinggungnya, Aurora juga sebenarnya tidak menyukai pembelajaran itu tapi ia tidak akan berbuat kurang ajar kepada seorang guru
"Hari yang berat untuk Hermione ya", ucap Ron memandang kagum kepada Hermione yang keluar dari kelas dan menutup pintu kasar
Beberapa hari berikutnya, para Profesor sudah semakin banyak memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan, kantung mata hitam bahkan sudah terlihat di mata Hermione dan Aurora yang mengambil hampir seluruh Mata pelajaran
Mereka selalu menghabiskan waktu bersama di Perpustakaan, bahkan saat perpustakaan belum buka pun mereka sudah menunggu didepan pintu dengan menenteng dua tas berisi buku, hingga Madam Pince membuka kuncinya
Hermione bercerita, setidaknya beban yang ia pikul kini berkurang lantaran Ron sudah membantu mengurus kasus naik banding Hagrid. Ron bahkan rela membaca buku sebanyak mungkin untuk membantu Hagrid dan mulai melupakan Crookshank kucing Hermione yang dulu sempat ia tuduh pelaku hilangnya Scabers
Hari-hari berganti, bulan Maret memulai musim semi dan di bulan April kini Libur paskah telah tiba, seluruh murid Hogwarts banyak menikmati masa liburnya diluar kastil karena cuaca mulai menghangat, orang-orang sangat bersemangat untuk hari sabtu besok karena akan diadakan Final Quidditch antara Gryffindor melawan Slytherin
Keesokan harinya adalah hari pertandingan final Quidditch, kini di pagi hari seluruh siswa mulai memenuhi Aula besar untuk memulai sarapan pagi mereka, Aurora berjalan dengan ketiga teman Hufflepuff nya, hingga ketika berada di lorong bawah tanah mereka berpapasan dengan anggota tim Quidditch Slytherin
Bisa Aurora lihat wajah pucat Draco semakin pucat dari biasanya, ada raut kecemasan di wajah Draco yang Aurora lihat, hingga sesampainya di Aula besar mereka melihat anggota Quidditch Gryffindor sedang mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh Anak Ravenclaw dan Hufflepuff
"Semangat harry!", ucap Cho Chang, anak Ravenclaw adik kelas satu tahun dibawah Harry dan Aurora dan seangkatan dengan Luna Lovegood dan Ginny Weasley
Harry menatap Cho dengan tersenyum dan pipinya sudah merah merona, Aurora juga melihat hal yang sama dari raut wajah harry ketika sarapan, ia terlihat gugup, dan ada kecemasan diwajahnya
'Kuharap bukan Grimm itu lagi', ucap Aurora dalam hati dengan memandang Harry yang bahkan tidak menyentuh sarapannya lagi membuat Oliver Wood harus membujuk harry agar mau makan lebih banyak lagi
Kini di siang hari, cuaca sangat terik dan berangin, Aurora setelah Sarapan langsung ditarik oleh Draco untuk tetap bersamanya, dia terus merengek agar Aurora mau duduk di tribun Slytherin bersama teman-temannya menyaksikan dirinya bertanding
"Kau mendukung siapa, Si potter itu atau aku ?", ucap Draco didalam tenda tim Quidditch Slytherin yang masih sepi, mereka datang lebih cepat karena Draco hanya ingin meluangkan waktu berdua dengan Aurora
"Keduanya", jawab Aurora singkat dengan merapihkan jubah seragam Quidditch draco yang berwarna hijau
"Harus salah satu!", ucap Draco
"Aku kan sudah pernah bilang, aku mendukung semua Asrama", balas Aurora sedikit gemas dengan tingkah Draco dan mencubit pelan pipinya
Bisa Aurora rasakan pipi draco berkeringat dan cukup dingin, Aurora mengelap keringat itu dengan sapu tangannya
"Jangan tegang gitu, kau pasti bisa", ucap Aurora sembari mengelap keringat di pipi dan dahi Draco
"Maka beri aku energi, setidaknya agar bisa bertanding untuk hari ini", ucap Draco dengan kedua tangannya berada di pinggang Aurora
"Kau kan tadi sudah sarapan dan makan siang yang cukup", ucap Aurora memasukan Sapu tangannya ke dalam tas kecil
"Masih kurang", ucap Draco kemudian mencium pipi Aurora memberi kode untuknya
Aurora paham betul draco sedang menggodanya agar dia memberikan ciuman untuk Draco sebelum pertandingan
__ADS_1
"Aku tidak akan mencium mu Draco"
"Oh ayolah", rengek Draco. dengan menghela nafas pasrah Aurora mencondongkan tubuhnya, mendekatkan kepalanya ke pipi kiri Draco dan mengecupnya, Draco menutup matanya senang dengan senyum lebar di bibirnya
"Sudah kan", ucap Aurora
"Masih kurang, terlalu singkat menurutku, seharusnya seperti ini", Draco mencium pipi Aurora lagi cukup lama dan sedikit menyesapnya membuat Aurora geli dibuatnya
"Laki-laki yang baik tidak mencium seorang gadis seperti itu", ucap Aurora ketika tautan bibir Draco dengan pipi Aurora terlepas
"Oh yeah, mereka juga bercinta", ucap Draco dengan menyeringai, membuat Aurora sangat terkejut dengan ucapan Draco
"Oh dasar otak mesum!", ucap Aurora mendorong Draco kebelakang sementara Draco sendiri tertawa melihatnya dan meraih Aurora kemudian menariknya kedalam pelukannya
Setelahnya tenda mulai ramai oleh Tim Quidditch Slytherin, Aurora kini menuruti ucapan Draco dengan duduk di tribun Slytherin bersama Pansy, Blaise dan Theo.
Aurora memakai Dress pendek berwarna Hijau dan Topi bundar berwarna merah, duduk diantara puluhan murid Slytherin yang memakai Jubah hijau dan bendera Ular slytherin yang berkibar
Kapten Quidditch kedua asrama kini berada di tengah lapangan saling bersalaman
"Naik sapu kalian !", ucap Madam Hooch
"Dalam hitungan satu...dua...tiga!!", peluit berbunyi dan kedua tim kini mulai terbang memulai pertandingan
Harry meluncur mencari Snitch yang bisa Aurora lihat Draco membuntuti Harry dari belakang
Angelina bersorak gembira sementara itu Flint dari belakang sengaja menyenggol Angelina membuatnya hampir jatuh dari sapunya, Fred memukul Bludger mengarah ke Flint membuat hidung flint terbentur sapunya sendiri
"Penalti untuk Gryffindor dan Slytherin !", ucap Madam Hooch kemudian mereka saling bergantian Penalti, Gryffindor mendapat 10 poin lagi dari Penalti itu dan kemudian pertandingan dimulai lagi
Katie bell dari Gryffindor mendapat Quaffle hingga kemudian ia ditabrak Montague membuatnya hampir jatuh dari sapunya, ia berhasil bertahan tetapi Quaffle nya jatuh, Madam Hooch kembali meniup peluitnya kemudian memarahi Montague, katie berhasil memasuki Quaffle itu ke gawang Slytherin
"Tiga puluh - Nol !!!, mampus itu dasar licik, kasar!!", ucap Jordan
"Kau sebagai komentator tidak boleh memihak jordan!", ucap Profesor McGonagall
"Tapi saya berkata sesuai fakta Profesor", jawab Jordan
Slytherin mencetak Sekor, tapi mereka masih sangat berang karena Gryffindor masih unggul 20 poin
Aurora melihat Draco mengejar Harry yang menuju gawang Slytherin hingga kemudian Derrick Beater Slytherin memukul Bludger kearah Harry namun ia berhasil menghindar
Baru pertama kali ini Aurora melihat pertandingan sekotor itu. Dan ia menjadi kesal karena topi merahnya diambil oleh Pansy dan membuangnya ke depan
__ADS_1
"Tidak boleh ada Gryffindork disini", Sarkas Pansy, Aurora yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas
Kini poin Gryffindor sudah 70 melawan Slytherin 20, Harry mulai mencari Snitch itu yang diikuti Draco di belakangnya, hingga kemudian harry melihat Snitch itu tapi saat ia hendak menambah kecepatan sapunya, sapu itu malah melambat, ia melihat kebelakang ternyata Itu Draco yang memegang sapu harry
"Kau!", ucap Harry berang, ingin sekali ia memukul wajah Draco tapi dia tidak sampai
Teriakan "buuuu" dari penonton terdengar keras, sementara Slytherin tersenyum puas
"Sudah cukup, penalti!, tidak pernah aku melihat pertandingan selicik ini!", ucap Madam Hooch marah
Alicia dari Gryffindor berhasil mencetak Skor, harry kembali mencari Snitch hingga dia melihat kembali snitch itu, berkali- kali lutut Harry bersentuhan dengan Draco, hingga ia menukik tajam dan ya ia mendapat Snitch itu, turun dari sapunya ke tengah lapangan, disusul oleh suara tepuk tangan meriah, Oliver wood hingga menangis tersedu karena akhirnya berhasil mendapat Piala Quidditch setelah sekian lama selalu dijuarai oleh Slytherin
Draco turun dari sapunya dengan raut kesal, keringat bercucuran dari dahinya dan menyeret sapunya sembarangan, Aurora langsung berlari menghampirinya yang memasuki Tenda Tim Slytherin, yang sudah penuh oleh tim Quidditch slytherin
"Aagh!", Aurora berteriak membuat seluruh orang di dalam tenda terkejut, Aurora berteriak ketika membuka Tenda itu menampakan Montague, Derrick dan Lucian Bole sedang berganti pakaian menampakan perut atletisnya
"Ma-maaf", ucap Aurora dengan membelakangi mereka kemudian keluar dari tenda, Draco keluar dengan masih mengenakan seragam Quidditch nya.
"Mau mengintip orang berganti pakaian huh", ucap Draco dari belakang Aurora, ia menoleh dengan tangan memegang sebotol minuman
"Aku tidak tahu kalian sedang berganti pakaian",
"Aku gagal", ucap Draco lalu memeluk Aurora erat
"Draco tubuhmu penuh keringat!", ucap Aurora dengan menggeliat agar pelukan draco lepas darinya, alih-alih dilepas justru Draco semakin mengeratkan pelukannya
Aurora menghela nafas dalam pelukan Draco, "Aku tidak mengharapkanmu bermain kotor seperti itu Draco", ucap Aurora, draco melepas pelukannya
"Aku seorang..." ucap Draco terpotong
"Slytherin, aku tahu, seorang yang berambisi dan menghalalkan segala cara untuk meraih kemauannya", Draco tersenyum mendengarnya
"Minumlah kau pasti haus", ucap Aurora memberinya sebotol minuman kepada Draco, ia meminumnya dengan sekali minum langsung habis
"Pelan-pelan minumnya", ucap Aurora dengan terkekeh ketika melihat Draco menenggak minuman itu rakus membuat airnya tumpah ke leher dan bajunya
"Minuman apa ini?", ucap Draco setelah selesai minum
"Minuman muggle, aku membeli itu di London saat libur natal untuk bahan stok makanan di kamarku", ucap Aurora, yang hanya dibalas tatapan aneh Draco memandang Botol minuman yang ia pegang
Aurora mengambil handuk kecil dari tasnya, ia sudah menyiapkan semua untuk keperluan Draco, ia mengelap keringat di dahi dan wajah Draco serta mengelap bekas minuman dari leher dan bibir Draco
"Sudah sana ganti pakaianmu!", ucap Aurora
__ADS_1
"Mau ikut?", goda Draco dengan menyeringai dan dibalas pukulan dari Aurora dengan handuknya
"Sudah sana, dasar mesum!", sementara Draco tertawa puas.