Aurora : And the Endless of Love {DM}

Aurora : And the Endless of Love {DM}
BAB 12 - Cold Christmas Eve


__ADS_3

Saat di perjalanan kembali ke kastil mereka melihat Hagrid kembali dengan menangis tersedu-sedu menuju pondoknya


"Kenapa dengan Hagrid ?", Tanya Hermione


"Entahlah", jawab Ron


"Aku ingin menemui Hagrid, dia tau tentang hubungan Sirius Black dan Orangtuaku" kata Harry


Mereka berempat berjalan menuruni bukit menuju Pondok hagrid yang tertutup salju


Tok..tok..tok...


Harry mengetuk pintu dan kemudian pintu terbuka, Hagrid keluar dengan menangis dan langsung memeluk Harry


"Kalian sudah mendengarnya ?", Ucap Hagrid membuat Aurora dan Hermione berpandangan


"Ada apa Hagrid ?", tanya Aurora


Hagrid mempersilahkan masuk Aurora, Harry, Hermione dan Ron kemudian duduk di kuris berdempetan


"Surat apa ini?", tanya Harry kemudian Hagrid menangis lagi semakin keras


Harry membuka surat itu yang terlihat cukup formal kemudian membacanya


...


Dear Mr Hagrid,


Setelah menyelidiki lebih lanjut peristiwa serangan Hippogriff terhadap seorang anak


dalam kelas Anda, kami menerima jaminan Profesor Dumbledore bahwa Anda tak bersalah


dalam peristiwa yang patut disesalkan itu.


Namun walau begitu kami juga menerima surat pengaduan dari Mr. Lucius Malfoy, yang mana kasus ini akan dilanjutkan ke Comite penghapusan satwa berbahaya.


"Oh no", kata Ron


"Tapi kau bilang buckbeak adalah makhluk yang baik kan, pasti kau bisa memenangkan kasus ini Hagrid", Sambung Ron


"Kau harus mengumpulkan bukti-bukti yang banyak hagrid", kata Hermione


"Kami siap menjadi saksimu", ucap Harry


"Para anggota Komite itu semua tunduk disaku Lucius Malfoy yang punya pengaruh besar di kementrian dan mereka bisa tunduk padanya hanya dengan sodoran emas", jawab Hagrid


"Aku yakin pernah membaca tentang penyerangan Hippogriff... Hippogriff itu berhasil Selamat dan bebas dari hukuman--- aku akan mencari tahu lebih dalam untuk itu", kata Aurora membuat Hagrid tersenyum


"Lalu bagaimana dengan Dumbledore ?", tanya Harry


"Tidak, dia sudah terlalu banyak membantu, apalagi ada dementor itu dan tahanan kabur Sirius Black", jawab Hagrid membuat mereka berempat saling pandang


"Eh----bagaimana kalau ku buat kan Teh ?", ucap Ron mendapat tatapan heran dari ketiga temannya


"Mom selalu membuat teh ketika ada yang bersedih", sambung Ron


"Belakangan ini aku sangat kacau, cemas memikirkan buckbeak dan pelajaranku tidak disukai", kata Hagrid lesu


"Kami suka", ucap Hermione bohong


"Ya, pelajaran mu sangat hebat", ucap Aurora


"Bagaimana dengan Cacing Flobbernya ?", tanya Ron


"Mati kegemukan, karena terlalu banyak makan Selada", jawab Hagrid


"Duh kasihan", jawab Ron


Setelah kunjungan ke pondok hagrid, harry lebih memilih mengalihkan tujuan awalnya yang ingin tau tentang Sirius black, kini diubah rancana nya untuk membantu Hagrid dalam perkaranya


"Ini buku sejarah sihir, disini aku pernah baca beberapa kasus penyerangan Hewan magis. Maaf aku tidak bisa menetap di sekolah natal ini", kata Aurora memberikan satu tas full Buku kepada Hermione

__ADS_1


"Thanks Aurora, ini bahkan sudah sangat membantu. Titip salam ku untuk Mr dan Mrs Rotsfield", kata Harry


"Baiklah, aku pergi dulu mengemasi barang-barang ku, Selamat natal",ucap Aurora


"Selamat Natal Aurora", jawab mereka bertiga bersamaan


Libur natal tiba, Aurora dan murid hogwarts lainnya kini kembali ke rumah masing-masing, kereta tiba di Peron 9¾, Aurora mengedarkan pandangannya dan melihat Tom yang sudah menunggu di Kursi sendirian


"Sendirian saja kau ?, dimana Estela ?", sindir Aurora dengan menyeringai


"Diam kau, adik tidak tau diri", jawab Tom dengan memeluk Adiknya itu membuat Aurora terkekeh mendengarnya


Mereka keluar dari Peron 9¾ yang berada di Kings Cross kemudian mereka keluar dari stasiun dan melanjutkan perjalanan kembali ke Buckinghamshire


"Mom!!, Dad!!", teriak Aurora memasuki Manor nya dan berlari ke arah Laurena dan Alex yang disibukan menghias pohon natal diruang keluarga


"Ohhh, putri dad sudah pulang!", kata Alex dengan memeluk Aurora erat kemudian melepasnya


"Mom!", ucap Aurora kemudian memeluk ibunya


"Bagaimana perjalananmu ?", tanya Laurena dengan mengusap rambut Aurora


"Menyenangkan--- dimana Estela?", tanya Aurora


"Dia sedang bersama Louis untuk fitting gaun pengantinnya", jawab Laurena


"Pasti Mom and Dad akan kesepian karena sebentar lagi Estela sudah tidak tinggal serumah dan Aku masih berada di sekolah", kata Aurora


"Rumah tidak akan sepi selagi masih ada aku disini", kata Tom


"Menikahlah sana!", ucap Aurora


"Menikah denganmu?----Aurora adikku sayang mau menikah denganku hmm ?", kata Tom dengan berlutut di depan Aurora


"Eww, tidak-- itu menggelikan tom", kata Aurora tertawa lepas disusul tawa Alex dan Laurena


"Pamanmu dan Ethan kini pindah ke Corsley House di Wiltshire, mereka akan datang saat natal nanti", kata Alex


"Dad membujuknya supaya mau merestui hubungan Estela dengan Louis..." Kata Alex terhenti dan menatap istrinya itu


"Lalu?", tanya Aurora penasaran


Suasana hening sejenak hingga Laurena membuka suara


"Pamanmu memberi satu syarat--- setelah menikah, nama Estela harus dihapus dari pohon keluarga". Jawab Laurena kemudian terisak


"Hei, sudah-sudahlah Sayang", kata Alex menenangkan Laurena kemudian menuntunnya ke kamar


Aurora memandang Kedua orangtuanya dan kemudian memandang tom yang sedari tadi duduk diam di sofa


"Itu sangat tidak adil", kata Aurora lalu duduk di sofa bersama Tom


"Hidup tidak pernah ada yang adil Aurora sayang", ucap Tom


"Tapi. Menghapus nama dari pohon keluarga---", kata Aurora terhenti


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan Aurora ?", kata Tom santai


"Diantara kita bertiga, kaulah Keponakan kesayangan paman Hector", sambung Tom


"Aku akan mencoba bicara dengannya nanti", jawab Aurora dengan menyenderkan kepalanya di dada tom, Tom mengusap rambut Aurora lalu mencium kepala adiknya sembari menatap pohon natal di samping perapian


Aurora POV


Beberapa hari kemudian Natal tiba dan kini aku berada di ruang keluarga bersama Mom, Dad, Estela, Louis dan Tom,


Louis memperlihatkan kami foto album keluarganya.


Hingga beberapa saat kemudian Paman Hector datang bersama Ethan


"Ethan!!", aku berlari dan melompat memeluk Ethan kakak Sepupuku

__ADS_1


"Apa kabarmu ?", tanya Ethan


"Sangat baik---dan kau ? Astaga kenapa rambutmu menjadi pendek begini?", kataku


"Aku pindah dari Ilvermony ke Durmstrang tahun lalu", jawab Ethan


"Owh, pantas saja", kataku dengan tertawa


"Selamat natal Aurora", kata paman Hector dengan memberikan hadiah natal


"Selamat natal paman", ucapku kemudian memeluk Paman Hector


Setelahnya kami kini berada di Ruang makan untuk memulai makan malam, aku duduk di Sebelah Estela yang disebelahnya ada Calon suaminya, Louis


Paman hector tidak bicara sepatah katapun, ketika Louis menyapanya juga paman hector hanya mengacuhkan sapaan louis


"Makanan ini sangat enak, apa ini dibuat menggunakan sihir juga ?", kata Louis


"Tidak itu Mom yang memasaknya tadi", jawab Estela


"Oh, diberkati lah tangan mu mom, makanan ini sangatlah enak", kata Louis tersenyum hangat


"Makanlah yang banyak besok adalah hari yang besar untuk kalian berdua", kata Mom


"Kau tau, aku sempat berfikir memberikan hadiah pernikahan kalian berupa cangkir sihir yang dapat menggigit hidung", kataku dengan tertawa


"Menarik, seperti apa itu?", tanya Louis dengan terkekeh


"Aurora!", kata Estela menatap tajam kearah ku


"Itu ide bagus Aurora", ucapan Tom


"Oh kalian berdua ini benar-benar", kata Estela yang disusul gelak tawa Aurora dan Tom


"Kau mencium bau sesuatu Aurora sayang", kata Paman kepadaku


"Umm?, maaf paman, bau apa?", tanyaku


"Bau busuk", jawab Paman Hector dingin kemudian suasana menjadi hening seketika


"Ehem...Ok, sepertinya ini sudah saatnya membuka hadiah kalian anak-anak!!", kata Dad


"Louis, Estela ayo ikut, Mom ingin memberikan sesuatu untuk kalian", ucap Mom kemudian mereka menuju ruangan lain


Aku, Tom, Ethan dan Paman Hector kini duduk di ruang keluarga, aku menghitung hadiah natal yang menumpuk didepan ku, sementara paman Hector sedang membaca korannya, sedangkan Ethan dan Tom sedang mengobrol sendiri


Aku membuka kado natal milikku, paman hector memberikanku sebuah buku tua


"Jaga baik-baik buku itu", kata Paman Hector menatapku


"Terimakasih paman", jawabku


Kemudian aku membuka buku itu, aku melihat pohon keluarga penyihir darah murni di buku itu, dan aku mengingat tentang Estela yang akan dihapus dari Pohon keluarga


"Paman---" ucapku terpotong


"Aku tahu apa yang akan kau bicarakan Aurora. Paman tidak akan menarik ucapan paman, dia mengkhianati darah Rotsfield yang sudah 10 abad lebih di jaga kemurniannya", Jawab Paman Hector dingin


"Tapi, menghapus nama dari pohon keluarga itu sama saja memutuskan tali hubungan keluarga dengannya paman", kataku


"Itu sudah konsekuensinya Lara" kata Paman Hector dia memanggilku Lara


"Tapi Louis bukan muggle biasa, dia seorang Bangsawan, bukankah itu sangat berguna dan menguntungkan buat keluarga kita Paman", kataku


"Kehidupan keluarga Rotsfield bukan hanya untuk mencari keuntungan dan keagungan semata Aurora, apalagi bergantung pada Si-muggle itu yang duduk di kursi House of Lords!", kata paman Hector meninggikan suaranya


"Ayahmu memilih bergabung dengan para Muggle mencari keuntungan hingga bergantung dengan kaum mereka", Cemooh Paman Hector


Aku terdiam mendengarkan cemooh paman Hector dan memandang Tom dan Ethan yang sama diamnya,


"Aku permisi", kataku kemudian berjalan meninggalkan pamanku dan kedua kakak laki-laki ku di sana yang sedari tadi hanya menyimak perbincangan kami.

__ADS_1


__ADS_2