Avalon Knight

Avalon Knight
TEMPAT TINGGI


__ADS_3

Kemudian tulisan itu perlahan-lahan menghilang, dan warna pedang itu berubah kembali seperti semula.


Revelation...?! aku teringat beberapa saat lalu, Shemmer bercerita kepadaku ada enam puluh enam pedang logos, yang awal yaitu Genesis dan Revelation.


Ini pasti pedang milik Raja Avalon, tetapi mengapa ia sengaja meninggalkan di tempat ini. Tidak mungkin ini tertinggal begitu saja.


Pedang itu mendadak bersinar terang sekali, berubah menjadi cahaya yang berwarna-warni, berputar-putar di sekitar lenganku, dan kemudian masuk ke dalamnya. Ada kilatan sinar lain menuju ke dadaku dan masuk begitu saja. Kemudian... pedang itupun menghilang!


Eh...kemana gerangan pedang itu? dengan bingung aku memeriksa seluruh tubuhku, mungkin saja pedang itu menjadi kecil dan terselip kedalam pakaianku. Namun pedang itu kini tidak ada disitu. Aku baru menyadari kalau ekarang hanya tinggal pakaianku yang lengkap saja dan kasutku rusak akibat pertempuran semalam.


Tidak ada pilihan lain, selain aku harus melanjutkan perjalanan entah harus kemana dengan bertelanjang kaki. Kembali ke kapernaum sudah tidak mungkin, sebab kota tersebut sudah hancur total akibat serangan para makhluk menyeramkan. Sambil berjalan, aku masih kebingungan kemanakah gerangan hilangnya pedang itu.


Sudah hampir seharian aku berjalan melintasi hutan, tetapi belum juga kutemui jalan keluarnya. Matahari yang menembus pepohonan dalam hutan ini sulit sekali terlihat, karena rapatnya pohon-pohon tinggi dan besar.


Tidak ada jalan setapak yang terlihat menembus hutan ini. Mungkinkah aku telah berada disisi hutan yang salah? Apakah karena aku sering menghindari daerah yang terlalu berat untuk di lewati, seperti pohon dan semak yang rapat, atau sungai yang dalam dan tebing yang curam?


Berjalan dengan kaki telanjang seperti ini, aku harus berhati-hati menempatikan kakiku di jalan kulalui. Seperti be penderitaan tersendiri berjalan dengan kaki lecet tanpa beralaskan kasut.


Satu hal yang aku syukuri, aku tidak bertemu lagi dengan salah satu monster dari azmaveth. Tiba-tiba perasaan takut menghampiriku akan ketemu dengan makhluk menyeramkan yang melilitku dengan sulur-sulurnya yang panjang. Membuatku lebih memilih berjalan ditempat yang tertutup, daripada tempat yang terbuka


Awalnya aku terus mencoba untuk mengikuti jejak rombongan yang lari keluar dari kapernaum. Dan aku berharap setidaknya bertemu dengan salah satu penduduk dari kapernaum.

__ADS_1


Ternyata kemampuanku mencari jejak sangatlah buruk, malah aku tersesat dan berputar kembali ke arah semula. Semakin tipislah harapan untuk menemukan mereka.


Kini yang kuharapkan hanyalah menemukan jalan setapak dan yang lebih beruntung, jika menemukan dusun atau desa, asalkan ada tempat dimana ada manusia. Ada air, makanan juga tempat untuk beristirahat. Setidaknya menemukan medan yang lebih mudah.


Dari pagi aku melangkah tidak satupun kumenemukan sesuatu yang bisa kumakan di hutan ini. Jika aku menemukan buah-buahan tentunya sudah dimakan oleh hewan-hewan yang tinggal di hutan ini.


Sementara itu, akupun cuma numpang lewat saja di hutan ini, setelah melewati belokan sungai, aku melihat bukit kecil, mirip seperti gunung batu kecil yang menjulang lebih tinggi dari pohon-pohon sekitarnya. Tidak ada pohon sama sekali yang tumbuh pada batu itu, yang ada hanyalah semak-semak kering.


Biasanya aku menghindari bukit-bukit batu seperti itu, namun entah kenapa aku sangat ingin sekali mendakinya.


Dengan bersusah payah mendaki, saat tiba diatas bukit itu, aku melayangkan pandangan untuk melihat pemandangan yang ada di depan. Sepanjang arah yang ada didepanku hanyalah hutan lebat, tidak terlihat ujungnya. Di sebelah kanan ada bukit-bukit yang tinggi dan tidak kukenal.


Astaga... bodohnya aku ini, kenapa sampai lupa, bukankah aku memiliki kemampuan ksatria dan mampu terbang dan melakukan lompatan-lompatan yang luar biasa seperti ini.


Tak lama kemudian, aku memutuskan untuk melakukan lompatan dari batang pohon yang satu ke batang pohon lainya. Jika aku terbang kemungkinan besar akan diketahui oleh musuh.


Akhirnya sampai juga di padang rumput, menjejakkan kaki yang letih dan penuh luka di rumput yang empuk dan hangat.


Aku berbaring sebentar melepas lelah dan letih, sambil memejamkan mata sebentar aku beristirahat, lalu tertidurlah, dan bayangan kehidupanku di masa lalu muncul kembali. Sedikit demi sedikit ingatanku mulai pulih, saat-saat hari terakhir, aku berperang melindungi rekan-rekanku, keluarga yang kusayangi juga. Aku melihat sendiri mereka tumbang melawan kegelapan. Sampai keluargakupun juga ikut gugur tepat di pangkuanku.


Aku marah besar dan mengeluarkan segenap seluruh kekuatanku melawan musuh-musuh di udara, roh-roh jahat yang begitu banyak sampai darah penghabisan melawan batalion maut.

__ADS_1


Seketika terbangunlah dari tidurku di padang rumput, saat aku membuka mataku matahari sudah hampir tenggelam. Pasti cukup lama aku tertidur. Dengan enggan akupun mencoba duduk dan melihat padang rumput yang begitu luas.


Aku baru ingat jika seharian ini aku belum makan. Dimanakah aku dapat menemukan makanan?


Dengan setengah putus asa, aku bangkit berdiri dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan. Setidaknya aku menemukan sesuatu yang bisa di makan.


Hari hampir gelap, saat itu aku melihat asap membumbung tinggi di langut. Eh, apa itu? apa itu asap dari dapur rumah, atau asap dari kota yang di hancurkan oleh pasukan azmaveth? sepertinya bukan, jika dihancurkan tentunya asap yang membumbung tinggi pasti hitam dan tebal, sedangkan asap yang kulihat tidak begitu tebal.


Setelah itu aku berlari dan sambil melompat jauh dan cuma sebentar saja sudah sampai. Ternyata itu sebua kampung kecil, cuma belasan rumah penduduk yang ada disitu. Aku berlari kecil masuk kedalam kampung itu, berharap ada orang yang sedikit memberiku makanan dan air. Saat ini aku lapar juga haus.


Sesampainya di tempat itu, sebuah pemandangan yang ganjil. Tidak satupun ada orang didalamnya. Ternyata kampung itu sudah kosong. Bahkan tidak ada seekor hewanpun yang berkeliaran. Semuanya terlihat berantakan. Peti yang terbalik dan banyak rumah pintunya dibiarkan terbuka.


Aku mendekati sumur yang ada disitu, lalu mengambil air dan minum sepuas-puasnya.


Dan benar, kutemukan sebuah botol minuman yang biasa dipakai untuk perjalanan jauh. Aku mengisinya botol itu dengan air dan menyangkutkan dipinggang sebelah kanan. Botol ini akan sangat berguna buat melanjutkan perjalananku nanti.


Kemudian aku masuk kerumah satu kerumah lainya. Berharap bisa menemukan sisa-sia makanan dan pakaian yang ditinggalkan oleh penduduknya. Ternyata usahaku tidak sia-sia, aku menemukan dua potong roti disalah satu rumah itu. Yang satu masih utuh dan satunya lagi ada bekas gigitan.


Yang membuatku bersukacita adalah, aku berhasil menemukan semangkok bubur, dan aku mengeruk sisa-sisanya dari sebuah panci yang besar dan masih hangat, ditambah lagi sedikit anggur dan masih utuh. Nampaknya rumah ini baru ditinggalkan oleh penduduknya dengan tergesa-gesa.


Kemudian aku mencari-cari setidaknya ada pakaian yang lengkap dan benar juga ada beberapa helai pakaian yang lengkap beserta kasut dan jubah.

__ADS_1


__ADS_2