Avalon Knight

Avalon Knight
PEMBUKTIAN SANG TERPILIH


__ADS_3

" Seperti telah kita ketahui, Revelation terakhir dipegang oleh Shen, lima abad yang lalu, " kata Kademah pada para hadirin.


" Tapi sekarang aku punya berita, mungkin baik bagi kau Rahaiah. Tapi berita buruk bagi kita semua. "


Rahaiah terkejut apakah maksud dari Kademah juga Lasea dan para hadirin yang mengikuti pertemuan tersebut.


" Eleazer..... bawa metaneos itu kedepan! "


Eleazerpun terkejut ketika namanya dipanggil. Segera saja ia turun dari tempat yang paling atas berbentuk tangga Itu, sembari memegang bahu kiriku, sebagai tanda aku harus mengikutinya.


Dengan tegang aku mengikuti langkah-langkah Eleazer untuk maju di depan mimbar yang amat besar itu. Aku jadi minder sendiri, karena aku berpakaian biasa seperti rakyat Eklesia, sementara para hadirin memakai zirah perang sesuai dengan ordonya masing-masing. Dan Eleazer pun memulai pembicaraannya dengan suara yang lantang.


" Saudara-saudara ksatria sekalian sembilan hari yang lalu aku mendapat misi untuk melihat keadaan astaroth, seperti yang kuceritakan empat hari yang lalu di pertemuan secara tertutup. "


Eleazer terdiam sebentar dan kemudian melanjutkan laporannya lagi, " memang ada hal yang tidak kuceritakan dalam pertemuan tersebut. Aku telah berdiskusi dengan Kademah. Dan Kademah untuk tidak melaporkan hal itu di pertemuan kemarin sampai semua menjadi jelas. Kami menunggu metaneos ini pulih dahulu, agar dia bisa langsung menunjukkannya kepada kita. Hal itu adalah ramalan mengenai munculnya Revelation, seperti ramalan para Prophet. "


Eleazer kemudian terdiam lagi, sepertinya ia berpikir sebentar sembari berkata " Di astaroth, aku melihat.... Revelation bertarung sendirian melawan begitu banyaknya pasukan azmaveth.


Para ksatria yang hadir segera berbisik-bisik, mereka berbicara satu dengan yang lain sambil menunjuk-nunjuk Eleazer dan aku. Kemudian Kademah mengangkat tangannya, dan dalam sekejap semuanya menjadi senyap kembali.


" Bagaimana kau yakin itu Revelation? " tanya Kademah lagi.


" Sejak kecil aku memiliki patung mainan Shen, dan pedang Revelation-nya, aku tak mungkin salah melihat bentuknya. Kecuali, ada seseorang dengan sengaja membuat pedang yang sangat mirip dengan Revelation. " jawab Eleazer dengan sangat tenang.


" Lalu dimana pedang Revelation itu sekarang? " tanya Kademah lagi.

__ADS_1


Eleazer kemudian menoleh kepadaku sambil menganggukkan kepalanya, seperti ingin meyakinkanku, entah apa maksudnya...


" Revelation ada di ruangan ini sekarang, didalam tubuh metaneos inilah yang memiliki nya..." ujar Eleazer sambil mengarahkan tangannya kepadaku.


Sontak seketika ruangan coliseum menjadi ramai seperti sebuah ledakan memecah keheningan. Semua hadirin saling berbicara sampai tidak ada yang tidak percaya, dan banyak ksatria langsung bangkit berdiri, untuk melihatku dari dekat seakan tidak percaya apa yang mereka dengar. Semua perhatian mereka tertuju padaku.


Hal tersebut membuatku bagaikan terhimpit dalam gunung-gunung yang besar. Aku merasa jadi kecil sekali, dan semua orang yang memandang di sekitarku menjadi seperti raksasa.


Kademah mengetuk-ngetuk mejanya, berusaha menenangkan semua orang yang hadir di pertemuan itu. Namun mereka semakin ribut dan tidak mau tenang, sehingga Kademah sendiri bangkit berdiri. Ia berteriak supaya para ksatria yang hadir menjadi tenang.


" Metaneos benarkah kau memiliki Revelation? " tanya Kademah kepadaku. Sementara itu suasana mendadak menjadi tenang dan senyap sekali. Bahkan setiap hembusan nafas orang pun bisa kedengaran. Dengan tegang dan mengeluarkan keringat dingin aku mengangguk dengan ragu-ragu.


Seketika suasana didalam coliseum menjadi ramai kembali, bahkan lebih banyak para ksatria bangkit berdiri mendekatiku untuk melihatku lebih jelas.


" Tunjukkan! " teriak Lasea sambil berdiri dengan marah. Suara-suara para ksatria pun akhirnya mengeluarkan hal yang sama, sesuatu yang sudah di tahan sejak oleh mereka sejak tadi " Yaa... Tunjukkan Revelation itu agar kami disini percaya !! "


" Metaneos.... tunjukkan Revelation pada kami! " kata Kademah dengan wibawa.


Eleazer segera mendekatkan dirinya kepadaku sambil berbisik " genggam tangan kirimu dan tangan kananmu angkat ke atas sambil seperti mengepalkan sesuatu dan katakan... Thorax Apokalipsus! "


" Oh ia, Thorax Apokalipsus, aku sampai melupakan perkataan ini, "


Dengan gemetaran dan panik aku mengucapkan secara mendesis " Thorax Apokalipsus! " ruangan ini menjadi senyap, para ksatria menunggu kemunculan Revelation, sampai suara nafasku sendiri bisa kudengar. Tapi tidak terjadi apa-apa.


Sementara pandangan mata hadirin di ruangan ini menunggu dengan tegang, seperti siap membunuhku jika aku gagal menunjukkannya.

__ADS_1


" Kenapa kau panik sekali sobat? katakan dengan keras, tutup matamu! anggaplah ruangan ini cuma kau saja seorang! " desis Eleazer.


Maka aku menuruti perkataan Eleazer, aku menutup mataku sejenak agar tidak panik dan tegang, dengan mengatur nafasku maka aku memanggilnya kembali dengan suara keras, dengan tangan kiri mengepalkan dan tangan kanan kuangkat " THORAX APOCALIPSUS!! "


" Zhuiinggg.....blarrr "


Sesaat kemudian muncullah baju zirah perang yang keluar dari tubuhku seperti kain sutra berwarna putih keemasan, menyelimuti tubuhku, mengeras, dengan sinar yang amat terang dengan jubah putih dibelakangnya menutupi zirah perangku dan ditangan kananku sudah muncul Revelation, di tangan kiriku muncul ketopong yang siap kupakai.


Pedang Revelation mendesis, tahu dirinya sedang menunjukkan pembuktiannya kepada yang hadir di pertemuan ini. Pedang Revelation mengeluarkan asap tipis dan baju zirahku juga mengeluarkan aura berwarna putih, tak lama kemudian seluruh ruangan itu kini merasakan hawa kengerian luar biasa yang keluar dari Revelation.


Kesenyapan yang ada di ruangan masih berlanjut, mereka masih terpana melihat Revelation yang tiba-tiba muncul.


" Kau pasti hupokrites, tunjukkan dahulu materai-materai itu, baru aku percaya! " teriak Lasea dengan nada tinggi dan sambil berdiri.


Rahaiahpun akhirnya tersenyum puas, bukti ramalan Chuza itu benar adanya.


" Lasea di hanya metaneos, bagaimana mungkin dia bisa mempelajari jurus materai-materai Itu dalam waktu singkat?! " ujar Kademah dengan tajam


" Kademah aku tidak percaya bahwa pedang Shen bisa di tangan anak ini, itu namanya penghujatan! Bila benar Raja Avalon memilih anak ini untuk memegang pedang Revelation, sang Raja pastinya punya rencana, dan Ia tidak pernah salah dalam memilih! "


Perkataan Lasea itu sepertinya tidak dapat di bantah oleh Kademah. Ia terdiam sebentar dan menarik nafas panjang dan dalam-dalam. Pandanganya sedang menunjukkan bahwa Kademah sedang berpikir keras. Wajahnya yang sudah penuh kerutan terlihat lebih berkerut-kerut lagi, saat ia sedang berusaha berpikir untuk mengambil sebuah keputusan.


" Eleazer..., " ujar Kademah memecah kesenyapan.


" Panggil beberapa temanmu! uji metaneos ini! "

__ADS_1


" Tapi dia masih dalam masa pemulihan sehabis pertempuran melawan pasukan azmaveth, bisa-bisa lukanya terbuka kembali, " kata Eleazer yang keberatan.


" Helen apakah metaneos ini bisa bertarung? " tanya Kademah pada Helen.


__ADS_2