Avalon Knight

Avalon Knight
AWAL PERSAHABATAN SEJATI


__ADS_3

" Kami berdua begitu cemas disaat kau setengah berlutut namun tidak sadar dan sambil menggendong bayi perempuan ditangan kirimu, dan di tangan kananmu menggengam erat Revelation. Arel mengeluarkan jurus petir terbaiknya dan membuat monster leon itu lari terbirit-birit dengan rambut gosong... " lanjut Eleazer sambil ekspresi mau tertawa melihat monster leon itu di sambar jurus petir oleh Arel.


" Taukah kamu sobat, monster yang kau lawan itu berpangkat apa? " sambil pasang wajah serius namun santai.


" Tidak tahu...aku hanya bertempur untuk melawan dan melindungi bayi perempuan itu, " ujarku.


" Hmmmm...monster yang kau lawan itu berpangkat jenderal sobat. Aku salut padamu bisa melukai itu monster seorang diri, dan di keroyok pula oleh pasukan azmaveth yang lain " ujarnya sambil bercanda.


Wanita berambut merah yang bernama Arel mengangguk ke arahku. Wajahnya seperti sudah kukenal lama, tapi entah dimana.


" Arel artinya cahaya, juga nama dari malaikat api, seperti rambutnya yang berwarna merah, " lanjut Eleazer sambil tersenyum bercanda ke arah Arel, yang di sambut wanita dengan lirikan galak tanda kesal.


" Oh ya, kalau arti namaku adalah pertolongan dari sang Raja. Dan sesuai namaku, kalau tidak ada aku maka kau tidak akan tertolong he...he...he..." ujar Eleazer sambil bercanda membanggakan diri.


Arel segera menyikut pundak Eleazer dengan keras " dasar besar mulut!! " ujar Arel, sehingga dia mengaduh kesakitan dan menghentikan bicaranya.


" Apakah di tempat ini, nama setiap orang memiliki arti yang harus dijelaskan? " tanyaku, sambil melirik ke arah Arel, dan aku mencoba mengingat-ingat mungkinkah aku pernah bertemu dengannya di masa lalu atau...ah aku lupa, namu aku yakin pernah bertemu dengan dia.


" Hahaha...nanti kau akan terbiasa sobat. Setiap orang disini selalu bangga dengan arti nama masing-masing, dan mereka akan terus membicarakan latar belakang mereka sampai kau sendiri yang mengalihkan topik pembicaraan, " kata Eleazer sambil tertawa, dia sudah tidak merasakan lagi sakit akibat sikutan Arel tadi.


" Ah, jangan dengarkan dia. Dia memang paling senang memperkenalkan arti namanya. Tidak semua orang disini banyak mulut seperti dia, " kata Helen, yang diikuti sorot mata kesal Eleazer pada Helen. Dalam hati aku cuma senyum-senyum, memang benar. Cocok Helen menyebutnya ' banyak mulut '


" Bagaimana dengan engkau Helen, apa arti namamu? " tanyaku pada Helen.

__ADS_1


" Nama aslinya adalah He-Lem, yang artinya kesembuhan. Namun, orang-orang disini suka memanggilnya Helen. Kau pasti membayangkan 'He-Lem' artinya penutup kepala khan? wahahaha...." jawab Eleazer sambil ketawa ngakak.


Dan alis Helen langsung naik, tanda naik pitam, serta lengan pakaian sebelah kiri di singsingkan dan.....


" Nih he-lem yang kau maksud!! " ujar Helen


" klotakk... " sebuah pukulan kecil diarahkan mendarat ke kepala Eleazer, langsung Eleazer mengaduh kesakitan sambil berguling-guling.


Akupun tersenyum dan tertawa kecil, kemudian aku mencoba turun dari tempat tidur dan dengan segera Helen memegang tanganku. Eleazer bertanya kepada Helen dengan cemas, apakah aku sudah boleh diijinkan berjalan. Helen mengangguk sambil menuntunku berjalan keluar rumah.


Seketika aku menghirup udara dalam-dalam dan melihat atas langit yang biru dan cerah serta hamparan rumput halus nan hijau dan danau memantulkan sinar matahari sehingga terlihat berkilauan. Indah sekali, Beth-Rapha adalah sebuah tempat yang sangat indah.


Pohon-pohon teduh yang berbunga, meneduhi jalan-jalan setapak dan menghubungkan setiap pondok. Pondok-pondok dengan atap berbentuk bulat dan dindinganya terbuat dari susunan batu. Tempat dimana aku berada sekarang ini, dan ternyata hanyalah salah satu dari sekian banyak pondok yang ada di tempat itu.


Ada sungai kecil membelah padang rumput, dengan airnya yang bersumber dari danau itu.


Helen dan Arel membiarkan aku berlama-lama duduk di bawah pohon dekat pondok. Mereka sepertinya mengerti kalau aku membutuhkan hal seperti ini. Kecuali Eleazer, dia hendak mengatakan sesuatu kepadaku, tetapi kedua wanita itu menghentikan langkah Eleazer. Dengan wajah protes Eleazer terpaksa mengikuti kemauan mereka.


Mentari mulai tenggelam di ufuk barat akupun masih betah berlama-lama disini, sampai akhirnya Helen menghampiriku.


" Ohya maaf, namamu siapa jika aku boleh tahu? " kata Arel.


" Hmm...maafkan aku, ini mungkin kedengaran aneh bagimu, ada suatu peristiwa yang membuat aku kehilangan memori masa lampau. Ketika aku membuka mataku, telah berada di padang yang luas. Dan dalam perjalanan menuju Eklesia, tiba-tiba dalam keadaan sadar muncul visual kilas balik kehidupan di masa lalu, akupun bertempur melawan makhluk yang sama seperti azmaveth namun julukan mereka berbeda. Hal ini membuatku bingung sampai sekarang. " ujarku.

__ADS_1


Hari sudah menjelang gelap, mataharipun sudah hampir terbenam sepenuhnya. Lalu Arel mengajakku kembali ke pondok, dan dia berbisik pada Helen untuk meminjam kekuatannya.


Setelah kami bertiga masuk dalam pondok Helen menyuruhku untuk tutup mata agar berkonsentrasi. " Metaneos lakukan meditasi, dan arahkan pikiranmu serta fokus penuh kepada Raja Avalon. Setidaknya Raja Avalon berkenan untuk membuka memorimu sepenuhnya dan kami bantu dengan segenap hati kami berdua! " kata Arel.


Tanpa berpikir lama aku menutup mataku dan melakukan meditasi seperti yang di perintahkan Arel. Tangan Helen menyentuh punggungku kemudian mengeluarkan energi yang hangat sama seperti ketika Helen menyembuhkanku. Lalu kedua tangan Arel memegang keningku untuk membantu membukakan jalan pikiranku agar fokus penuh dan bertemu dengan Raja Avalon.


Setelah itu akupun masuk ke alam bawah sadarku untuk melihat sepenuhnya kehidupan di masa lampauku. Kilas balik ku melihat diriku sendiri sedang bertempur melawan pasukan azmaveth, rekan-rekanku tercerai berai, ada yang yang dibanta habis, dibunuh dalam keadaan mengerikan. Lalu aku melihat keluargaku, saudara-saudaraku, ana-anakku ikutan dibantai oleh pasukan azmaveth, sampai akupun melihat diriku sendiri pada akhirnya ikut di bantai oleh pasukan kegelapan, dalam keadaan kritis aku masih sempat berkata " Ya ABBA jika boleh ijinkan sekali lagi aku hidup kembali dan bertempur untuk melindungi orang-orang yang ku kasihi, "


Tak terasa diriku yang sedang melihat kilas balik di alam bawah sadar menitikkan air mata, tanpa kusadari ternyata Arel dan Helen ikut masuk ke alam bawah sadarku dan sudah berada di samping sejak awal.


Kemudian kami kembali sadar dari alam bawah sadarku. Arel dan Helen terdiam dan tertegun setelah melihat masa laluku.


" Kau...ternyata ksatria seperti kami sejak awal, bahkan engkau jauh lebih mengenal Raja Avalon di bumi yang lain, metaneos kau di beri kesempatan untuk hidup kembali oleh Raja Avalon sesuai dengan permintaanmu dan Raja Avalon mengabulkan permohonanmu, karena kau sudah menerima dan memakan daging dan minum darah dari Raja Avalon, setiap kali mau berperang, engkau berkumpul dengan sahabat-sahabat seperjuanganmu, keluargamu dan saudaramu. Melakukan perjamuan kasih untuk persiapan, dan anehnya aku melihat sosok yang mirip diriku " ujar Arel.


Lalu Helenpun tak lama ikut berbicara " Metaneos, sesungguhnya kau punya kemampuan jauh melebihi para ksatria Revelation generasi sebelumnya, dengan masa lalu pertempuran yang begitu berat kau bertempur dengan pasukan azmaveth. Tentunya tidak akan begitu sulit membangkitkan kemampuan tempurmu dan mengkombinasi dengan pengetahuan yang ada jika pasukan azmaveth menyerang benteng Eklesia. Apalagi engkau sudah mengenal kelemahan-kelemahan dari unit azmaveth, " tukas Helen.


Aku hanya bisa berdiam saja tanpa berbicara sepatah katapun.


" Metaneos...jika engkau mau ijinkan aku memulihkan skill tempurmu melalui meditasi kembali, karena didalam jiwa yang sehat terdapat tubuh fisik yang kuat! " tanya Helen.


" Baiklah...lakukan!! " kataku tanpa pikir panjang. Lalu akupun balik meditasi dengan mengarahkan pikiranku fokua penuh akan kehadiran Raja Avalon, dan Helen memegang kepalaku dengan kedua tangannya untuk mentransfer kekuatanya dan membuka kemampuanku. Lalu Arel menunggu dan duduk di kursi terbuat dari kayu zaitun sambil mengamati perkembanganku.


" zikorn opzukh stans!! " desis Helen.

__ADS_1


Seketika itu muncullah semua jurus yang pernah kupakai di kehidupanku sebelumnya, baik dari gerakan tinju, tendangan, perkataan untuk mengaktifkan jurus tersebut muncul di benakku, dan tiba-tiba teringat kembali perkataan dari salah satu rekanku dimasa lampau " ketika kau berada di dalam ABBA, mintalah maka tidak ada yang mustahil bisa kau wujudkan! "


Dan tanpa aku sadari tak lama akupun tertidur dalam keadaan meditasi, dan Helen menyudahinya serta Arelpun ikut beranjak keluar dari pondok tersebut. Karena hari sudah larut.


__ADS_2